<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Bayi Perempuan Ini Diberi Kopi karena Orangtua Tak Mampu Beli Susu</title><description>Ya, di saat para bayi mestinya diumpani susu oleh ibunya, putri pasangan Sarifuddin dan Anita itu terpaksa diberi minum kopi setiap hari.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/18/337/2106226/viral-bayi-perempuan-ini-diberi-kopi-karena-orangtua-tak-mampu-beli-susu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/18/337/2106226/viral-bayi-perempuan-ini-diberi-kopi-karena-orangtua-tak-mampu-beli-susu"/><item><title>Viral Bayi Perempuan Ini Diberi Kopi karena Orangtua Tak Mampu Beli Susu</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/18/337/2106226/viral-bayi-perempuan-ini-diberi-kopi-karena-orangtua-tak-mampu-beli-susu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/18/337/2106226/viral-bayi-perempuan-ini-diberi-kopi-karena-orangtua-tak-mampu-beli-susu</guid><pubDate>Rabu 18 September 2019 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/18/337/2106226/viral-bayi-perempuan-ini-diberi-kopi-karena-orangtua-tak-mampu-beli-susu-VOSUUwoDa6.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Khadijah Haura, bayi 14 bulan di Polman, Sulbar diberi kopi karena orangtuanya tak mampu beli susu (Foto: YouTube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/18/337/2106226/viral-bayi-perempuan-ini-diberi-kopi-karena-orangtua-tak-mampu-beli-susu-VOSUUwoDa6.JPG</image><title>Khadijah Haura, bayi 14 bulan di Polman, Sulbar diberi kopi karena orangtuanya tak mampu beli susu (Foto: YouTube)</title></images><description>JAKARTA - Seorang bayi berusia 14 bulan, Khadijah Haura, yang tinggal di Dusun Bulung, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) mendadak ramai jadi perbincangan warganet hingga kisahnya viral di media sosial (medsos).
Ya, di saat para bayi mestinya diumpani susu oleh ibunya, putri pasangan Sarifuddin dan Anita itu terpaksa diberi minum kopi setiap hari lantaran kedua orangtuanya tidak mampu membeli susu. Setelah kisahnya viral, ia pun langsung menerima banyak bantuan susu dari para warga setempat.
Menurut informasi yang dihimpun Okezone, Khadijah telah diberi kopi sejak masih berusia enam bulan. Upah yang didapat orangtua Khadijah sebagai buruh pengupas daging buah kelapa alias kopra jelas tidak cukup untuk membeli susu.

Menyusul viralnya kisah Khadijah, sang bayi perempuan yang diberikan kopi ini, pihak dinas kesehatan dan puskesmas setempat langsung mengunjungi anak tersebut dan memberi bantuan berupa susu serta makanan bayi.
Tak hanya memberi bantuan susu dan makanan, pihak dinas kesehatan setempat juga turut membekali pemahaman kepada orangtua Khadijah agar tidak lagi memberi minuman kopi hitam yang mengandung zat kafein karena akan berdampak pada metabolisme dan kesehatan sang bayi.</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang bayi berusia 14 bulan, Khadijah Haura, yang tinggal di Dusun Bulung, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) mendadak ramai jadi perbincangan warganet hingga kisahnya viral di media sosial (medsos).
Ya, di saat para bayi mestinya diumpani susu oleh ibunya, putri pasangan Sarifuddin dan Anita itu terpaksa diberi minum kopi setiap hari lantaran kedua orangtuanya tidak mampu membeli susu. Setelah kisahnya viral, ia pun langsung menerima banyak bantuan susu dari para warga setempat.
Menurut informasi yang dihimpun Okezone, Khadijah telah diberi kopi sejak masih berusia enam bulan. Upah yang didapat orangtua Khadijah sebagai buruh pengupas daging buah kelapa alias kopra jelas tidak cukup untuk membeli susu.

Menyusul viralnya kisah Khadijah, sang bayi perempuan yang diberikan kopi ini, pihak dinas kesehatan dan puskesmas setempat langsung mengunjungi anak tersebut dan memberi bantuan berupa susu serta makanan bayi.
Tak hanya memberi bantuan susu dan makanan, pihak dinas kesehatan setempat juga turut membekali pemahaman kepada orangtua Khadijah agar tidak lagi memberi minuman kopi hitam yang mengandung zat kafein karena akan berdampak pada metabolisme dan kesehatan sang bayi.</content:encoded></item></channel></rss>
