<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buka Lahan Tanpa Dibakar, Petani Riau Kembangkan Hortikultura</title><description>Petani kebun di Kelurahan Agro Wisata, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, sukses mengubah lahan 10 hektare milik negara menjadi lahan produktif</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/23/1/2108092/buka-lahan-tanpa-dibakar-petani-riau-kembangkan-hortikultura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/23/1/2108092/buka-lahan-tanpa-dibakar-petani-riau-kembangkan-hortikultura"/><item><title>Buka Lahan Tanpa Dibakar, Petani Riau Kembangkan Hortikultura</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/23/1/2108092/buka-lahan-tanpa-dibakar-petani-riau-kembangkan-hortikultura</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/23/1/2108092/buka-lahan-tanpa-dibakar-petani-riau-kembangkan-hortikultura</guid><pubDate>Senin 23 September 2019 10:58 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/1/2108092/buka-lahan-tanpa-dibakar-petani-riau-kembangkan-hortikultura-HQ17yGP02C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lahan Hortikultura (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/1/2108092/buka-lahan-tanpa-dibakar-petani-riau-kembangkan-hortikultura-HQ17yGP02C.jpg</image><title>Lahan Hortikultura (Foto: Kementan)</title></images><description>PEKANBARU - Tengku Rafli, Petani kebun di Kelurahan Agro Wisata, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, sukses mengubah lahan 10 hektare milik negara menjadi lahan produktif untuk tanaman hortikultura. Saat ini, lahan tersebut sudah memproduksi cabai, ubi, pepaya, bawang dan melon.
&quot;Alhamdulillah kita dapat bantuan berupa bibit, benih dan alat mesin pertanian dari Dinas Pertanian Kota untuk membuka lahan swadaya,&quot; ujar Rafli, Minggu 22 September 2019.
Rafli menegaskan, pembukaan lahan ini bukan atas pembakaran hutan. Semua pengerjaan dilakukan melalui tata cara yang benar, serta patuh pada prinsip dasar aturan yang berlaku.
&quot;Kita melakukanya dengan cara membuldoser lahan tandus tanpa membakar hutan. Untuk produksi, sekarang totalnya mencapai 6000 batang melon. Kalau kisaran 1 melon 2 kilogram, maka hasilnya bisa mencapai 13 ton,&quot; jelas Rafli.
Sementara untuk pemasaran hasil panen, kata Rafli, masih mengandalkan kerjasama pasar rakyat yang diinisiasi pemerintah daerah dan kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pekanbaru.
&quot;Tapi kebetulan kita juga sudah ada penampung yang biasa datang kesini. Kan kita juga ada kawasan miniatur agro wisatanya. Jadi secara prinsip, kita sudah memenuhi syarat jual,&quot; tukasnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengedukasi para petani agar menggunakan mekanisasi pertanian untuk mengolah dan bercocok tanam. Upaya tersebut dilakukan pemerintah agar petani tidak melakukan pembakaran hutan. (adv) (wil)
</description><content:encoded>PEKANBARU - Tengku Rafli, Petani kebun di Kelurahan Agro Wisata, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, sukses mengubah lahan 10 hektare milik negara menjadi lahan produktif untuk tanaman hortikultura. Saat ini, lahan tersebut sudah memproduksi cabai, ubi, pepaya, bawang dan melon.
&quot;Alhamdulillah kita dapat bantuan berupa bibit, benih dan alat mesin pertanian dari Dinas Pertanian Kota untuk membuka lahan swadaya,&quot; ujar Rafli, Minggu 22 September 2019.
Rafli menegaskan, pembukaan lahan ini bukan atas pembakaran hutan. Semua pengerjaan dilakukan melalui tata cara yang benar, serta patuh pada prinsip dasar aturan yang berlaku.
&quot;Kita melakukanya dengan cara membuldoser lahan tandus tanpa membakar hutan. Untuk produksi, sekarang totalnya mencapai 6000 batang melon. Kalau kisaran 1 melon 2 kilogram, maka hasilnya bisa mencapai 13 ton,&quot; jelas Rafli.
Sementara untuk pemasaran hasil panen, kata Rafli, masih mengandalkan kerjasama pasar rakyat yang diinisiasi pemerintah daerah dan kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pekanbaru.
&quot;Tapi kebetulan kita juga sudah ada penampung yang biasa datang kesini. Kan kita juga ada kawasan miniatur agro wisatanya. Jadi secara prinsip, kita sudah memenuhi syarat jual,&quot; tukasnya.
Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengedukasi para petani agar menggunakan mekanisasi pertanian untuk mengolah dan bercocok tanam. Upaya tersebut dilakukan pemerintah agar petani tidak melakukan pembakaran hutan. (adv) (wil)
</content:encoded></item></channel></rss>
