<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Jokowi Minta Aparat Tak Bertindak Represif Amankan Kerusuhan Wamena   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat penegak hukum tidak bertindak represif dalam mengamankan kerusuhan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/23/337/2108273/jokowi-minta-aparat-tak-bertindak-represif-amankan-kerusuhan-wamena</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/23/337/2108273/jokowi-minta-aparat-tak-bertindak-represif-amankan-kerusuhan-wamena"/><item><title> Jokowi Minta Aparat Tak Bertindak Represif Amankan Kerusuhan Wamena   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/23/337/2108273/jokowi-minta-aparat-tak-bertindak-represif-amankan-kerusuhan-wamena</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/23/337/2108273/jokowi-minta-aparat-tak-bertindak-represif-amankan-kerusuhan-wamena</guid><pubDate>Senin 23 September 2019 16:48 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/337/2108273/jokowi-minta-aparat-tak-bertindak-represif-amankan-kerusuhan-wamena-5YzlD70aWi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/337/2108273/jokowi-minta-aparat-tak-bertindak-represif-amankan-kerusuhan-wamena-5YzlD70aWi.jpg</image><title>Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat penegak hukum tidak bertindak represif dalam mengamankan kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua.

&quot;Tadi sudah disampaikan pada saat pertemuan, instruksinya presiden jelas supaya diselesaikan dengan cara-cara proporsional dan profesional. Tidak ada perintah represif,&quot; ujar Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di komplek Istana, Jakarta, Senin (23/9/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Rusuh di Wamena Papua, 6 Brimob Luka-Luka Diserang Massa
Moeldoko menerangkan, Jokowi ingin aparat bisa menyelesaikan kerusuhan di Wamena tanpa membangun emosi dan mampu mengontrol keadaan agar kerusuhan bisa diredakan dengan baik.
&amp;nbsp;
&quot;Semuanya diminta untuk menahan diri, harus terkontrol dengan baik aparat keamanan. Tidak ada langkah-langkah yang eksesif tapi juga keamanan menjadi kebutuhan bersama,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Identitas Prajurit TNI yang Meninggal dalam Kerusuhan di Jayapura
Menurut mantan Panglima TNI itu, kerusuhan Wamena terjadi karena adanya kabar bohong yang menyebut seorang guru melakukan tindakan rasisme.

&quot;Kapolri tadi mengatakan tidak ada itu (isu rasime oleh guru). Sudah dicek ke sekolahan, tidak ada yg terjadi seperti itu,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat penegak hukum tidak bertindak represif dalam mengamankan kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua.

&quot;Tadi sudah disampaikan pada saat pertemuan, instruksinya presiden jelas supaya diselesaikan dengan cara-cara proporsional dan profesional. Tidak ada perintah represif,&quot; ujar Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di komplek Istana, Jakarta, Senin (23/9/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Rusuh di Wamena Papua, 6 Brimob Luka-Luka Diserang Massa
Moeldoko menerangkan, Jokowi ingin aparat bisa menyelesaikan kerusuhan di Wamena tanpa membangun emosi dan mampu mengontrol keadaan agar kerusuhan bisa diredakan dengan baik.
&amp;nbsp;
&quot;Semuanya diminta untuk menahan diri, harus terkontrol dengan baik aparat keamanan. Tidak ada langkah-langkah yang eksesif tapi juga keamanan menjadi kebutuhan bersama,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Identitas Prajurit TNI yang Meninggal dalam Kerusuhan di Jayapura
Menurut mantan Panglima TNI itu, kerusuhan Wamena terjadi karena adanya kabar bohong yang menyebut seorang guru melakukan tindakan rasisme.

&quot;Kapolri tadi mengatakan tidak ada itu (isu rasime oleh guru). Sudah dicek ke sekolahan, tidak ada yg terjadi seperti itu,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
