<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Mahasiswa di DPRD Solo Ricuh, Polisi Tembak Gas Air Mata dan Tangkap Provokator</title><description>Bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan yang mengawal aksi di Gedung DPRD Kota Solo pecah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/24/337/2108689/demo-mahasiswa-di-dprd-solo-ricuh-polisi-tembak-gas-air-mata-dan-tangkap-provokator</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/24/337/2108689/demo-mahasiswa-di-dprd-solo-ricuh-polisi-tembak-gas-air-mata-dan-tangkap-provokator"/><item><title>Demo Mahasiswa di DPRD Solo Ricuh, Polisi Tembak Gas Air Mata dan Tangkap Provokator</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/24/337/2108689/demo-mahasiswa-di-dprd-solo-ricuh-polisi-tembak-gas-air-mata-dan-tangkap-provokator</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/24/337/2108689/demo-mahasiswa-di-dprd-solo-ricuh-polisi-tembak-gas-air-mata-dan-tangkap-provokator</guid><pubDate>Selasa 24 September 2019 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/24/337/2108689/demo-mahasiswa-di-dprd-solo-ricuh-polisi-tembak-gas-air-mata-dan-tangkap-1-provokator-WMJOfgaJKT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Kota Solo Ricuh, Polisi Tembakan Gas Air Mata (foto: Okezone/Bramantyo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/24/337/2108689/demo-mahasiswa-di-dprd-solo-ricuh-polisi-tembak-gas-air-mata-dan-tangkap-1-provokator-WMJOfgaJKT.jpg</image><title>Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Kota Solo Ricuh, Polisi Tembakan Gas Air Mata (foto: Okezone/Bramantyo)</title></images><description>SOLO - Bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan yang mengawal aksi di Gedung DPRD Kota Solo pecah. Peristiwa bentrokan itu terjadi saat para mahasiswa menolak hanya perwakilan mereka yang boleh masuk ke dalam gedung dewan Solo.
Pantauan Okezone, tembakan gas air mata langsung dilepaskan saat negosiasi buntu. Saat ini aparat keamanan terus mengejar para mahasiswa usai bentrokan pecah.
&amp;nbsp;
Dua unit kendaraan taktis Water Canon melepaskan tembakan air ke arah keumunan mahasiswa. Puluhan polisi bersenjata lengkap langsung disebar untuk mengejar para mahasiswa. Satu orang yang diduga sebagai provokator diamankan polisi.
Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai berulang kali meminta kepada para mahasiswa untuk tetap tenang dan silahkan melanjutkan aksinya tanpa ada upaya untuk mengganggu keamanan dengan cara melempar benda-benda keras seperti batu dan botol air minum mineral ke arah petugas.
&quot;Petugas keamanan langsung membuat pagar betis lengkap dengan senjata gas air mata sedangkan Dua Water Canon disiapkan dibelakang Pasukan Brimob dan Dalmas,&quot; kata Andy, Selasa (24/9/2019).
Walaupun telah dibubarkan paksa menggunakan gas air mata, sebagian mahasiswa tetap bertahan di Jalan Adi Sucipto atau depan Gedung DPRD Solo.
&amp;nbsp;
Perlu diketahui, gelombang mahasiswa se Soloraya sudah bergerak mengepung Gedung DPRD Kota Solo. Bahkan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Solo pun ikut turun ke jalan bergabung dengan para mahasiswa.
Setibanya di depan gedung DPRD, meski dihadang barikade kawat berduri, tak diperdulikan para mahasiswa. Sambil berteriak &quot;hati-hati provokasi&quot; para mahasiswa ini secara bergiliran menyuarakan penolakan mereka terhadap revisi perundangan yang dianggap akan merugikan mahasiswa.
Mereka menilai pengesahan Undang - Undang KPK, RUU PKS, RKUHP, kenaikan BPJS sangat memberatkan rakyat.
&quot;Siapa yang bisa melawan semua itu, siapa. Hanya satu yaitu rakyat yang bisa melawan semua itu,&quot; teriak salah seorang mahasiswa dari mobil orator yang diparkir di depan brigade kawat berduri di Gedung DPRD Solo.Sempat terjadi gejolak, saat ada perwakilan dari gedung Dewan memberikan para mahasiswa ini air minum. Mereka menolak menerima air minum tersebut. Tuntutan mereka hanya satu, berdialog dengan para 'Wakil Rakyat', terjadi negosiasi cukup alot.
Para mahasiswa ini menolak bila hanya perwakilan saja yang diterima. Mereka meminta agar seluruh mahasiswa yang menggelar aksi, turun diterima semuannya.

Setelah ada kesepakatan, akhirnya lima anggota DPRD ini pun menemui para pendemo. Tak cukup di situ, terjadi negosiasi lagi para mahasiswa dengan aparat keamanan yang mengawal jalannya aksi. Mereka meminta brigade kawat berduri yang menghadang mereka untuk disingkirkan.
Dalam aksinya, mereka menolak RUU Pertanahan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat dan pelibatan militer dalam ranah sipil, terutama dalam penanganan konflik.
Masa aksi pun menuntut perintah melihat aspek sejarah tanah dalam menyelesaikan konflik agraria. Selain itu masa juga menuntut pemerintah untuk mencabut UU No. 2 Tahun 2012 terkait Pengadaan Lahan untuk Pembangunan Kepentingan Umum.
Massa juga menuntut Tutup Hak Penggunaan Hutan (HPH) dan Hak Guna Usaha (HGU) agar dapat didistribusikan tanah kepada rakyat yang seluas - luasnya. Serta menuntut pemerintah bertanggung jawab terhadap konflik agraria di Solo Raya.</description><content:encoded>SOLO - Bentrok antara mahasiswa dan aparat keamanan yang mengawal aksi di Gedung DPRD Kota Solo pecah. Peristiwa bentrokan itu terjadi saat para mahasiswa menolak hanya perwakilan mereka yang boleh masuk ke dalam gedung dewan Solo.
Pantauan Okezone, tembakan gas air mata langsung dilepaskan saat negosiasi buntu. Saat ini aparat keamanan terus mengejar para mahasiswa usai bentrokan pecah.
&amp;nbsp;
Dua unit kendaraan taktis Water Canon melepaskan tembakan air ke arah keumunan mahasiswa. Puluhan polisi bersenjata lengkap langsung disebar untuk mengejar para mahasiswa. Satu orang yang diduga sebagai provokator diamankan polisi.
Kapolresta Solo AKBP Andy Rifai berulang kali meminta kepada para mahasiswa untuk tetap tenang dan silahkan melanjutkan aksinya tanpa ada upaya untuk mengganggu keamanan dengan cara melempar benda-benda keras seperti batu dan botol air minum mineral ke arah petugas.
&quot;Petugas keamanan langsung membuat pagar betis lengkap dengan senjata gas air mata sedangkan Dua Water Canon disiapkan dibelakang Pasukan Brimob dan Dalmas,&quot; kata Andy, Selasa (24/9/2019).
Walaupun telah dibubarkan paksa menggunakan gas air mata, sebagian mahasiswa tetap bertahan di Jalan Adi Sucipto atau depan Gedung DPRD Solo.
&amp;nbsp;
Perlu diketahui, gelombang mahasiswa se Soloraya sudah bergerak mengepung Gedung DPRD Kota Solo. Bahkan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Solo pun ikut turun ke jalan bergabung dengan para mahasiswa.
Setibanya di depan gedung DPRD, meski dihadang barikade kawat berduri, tak diperdulikan para mahasiswa. Sambil berteriak &quot;hati-hati provokasi&quot; para mahasiswa ini secara bergiliran menyuarakan penolakan mereka terhadap revisi perundangan yang dianggap akan merugikan mahasiswa.
Mereka menilai pengesahan Undang - Undang KPK, RUU PKS, RKUHP, kenaikan BPJS sangat memberatkan rakyat.
&quot;Siapa yang bisa melawan semua itu, siapa. Hanya satu yaitu rakyat yang bisa melawan semua itu,&quot; teriak salah seorang mahasiswa dari mobil orator yang diparkir di depan brigade kawat berduri di Gedung DPRD Solo.Sempat terjadi gejolak, saat ada perwakilan dari gedung Dewan memberikan para mahasiswa ini air minum. Mereka menolak menerima air minum tersebut. Tuntutan mereka hanya satu, berdialog dengan para 'Wakil Rakyat', terjadi negosiasi cukup alot.
Para mahasiswa ini menolak bila hanya perwakilan saja yang diterima. Mereka meminta agar seluruh mahasiswa yang menggelar aksi, turun diterima semuannya.

Setelah ada kesepakatan, akhirnya lima anggota DPRD ini pun menemui para pendemo. Tak cukup di situ, terjadi negosiasi lagi para mahasiswa dengan aparat keamanan yang mengawal jalannya aksi. Mereka meminta brigade kawat berduri yang menghadang mereka untuk disingkirkan.
Dalam aksinya, mereka menolak RUU Pertanahan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat dan pelibatan militer dalam ranah sipil, terutama dalam penanganan konflik.
Masa aksi pun menuntut perintah melihat aspek sejarah tanah dalam menyelesaikan konflik agraria. Selain itu masa juga menuntut pemerintah untuk mencabut UU No. 2 Tahun 2012 terkait Pengadaan Lahan untuk Pembangunan Kepentingan Umum.
Massa juga menuntut Tutup Hak Penggunaan Hutan (HPH) dan Hak Guna Usaha (HGU) agar dapat didistribusikan tanah kepada rakyat yang seluas - luasnya. Serta menuntut pemerintah bertanggung jawab terhadap konflik agraria di Solo Raya.</content:encoded></item></channel></rss>
