<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Oknum Polisi Pukul Mahasiswa saat Demo, Istana: Pasti Diberi Sanksi!   </title><description>Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan, pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109216/oknum-polisi-pukul-mahasiswa-saat-demo-istana-pasti-diberi-sanksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109216/oknum-polisi-pukul-mahasiswa-saat-demo-istana-pasti-diberi-sanksi"/><item><title> Oknum Polisi Pukul Mahasiswa saat Demo, Istana: Pasti Diberi Sanksi!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109216/oknum-polisi-pukul-mahasiswa-saat-demo-istana-pasti-diberi-sanksi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109216/oknum-polisi-pukul-mahasiswa-saat-demo-istana-pasti-diberi-sanksi</guid><pubDate>Rabu 25 September 2019 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/25/337/2109216/oknum-polisi-pukul-mahasiswa-saat-demo-istana-pasti-diberi-sanksi-JZcz94SRYR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSP Moeldoko (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/25/337/2109216/oknum-polisi-pukul-mahasiswa-saat-demo-istana-pasti-diberi-sanksi-JZcz94SRYR.jpg</image><title>KSP Moeldoko (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan, pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi yang bertindak represif dengan memukul para demonstran mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di berbagai kota.

&quot;Oh pasti (diberi sanksi tegas),&quot; ujar Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Mantan Panglima TNI itu menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Polri untuk profesional dan proporsional dalam mengamankan jalannya aksi demonstrasi yang meminta pencabutan RUU KUHP dan UU KPK tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga: Massa Pelajar Bakar Sejumlah Motor di DPR
&quot;Yang pertama pasti dievaluasi yang kedua pasti anak-anak di lapangan yang tidak proposional dan profesional. Proposional terukur, profesional adalah bagaimana prajurit-prajurit itu bisa melaksanakan SOP. Terhadap hal-hal yang di luar itu yang ditanayakan tadi akan kita evaluasi dimana letaknya (kesalahannya),&quot; terang Moeldoko.

Moeldoko menegaskan, bahwa evaluasi ini akan dilakukan secara menyeluruh sesuai rantai komando yang ada di Korps Bhayangkara.
&amp;nbsp;Baca juga: Sempat Bentrok, Massa Pelajar Minta Polisi Buka Jalur ke DPR
Ia pun menyadari bahwa kerusuhan aksi demonstrasi mahasiswa itu karena persoalan psikologi demonstran dan polisi  yang mempunyai ambang batas kesabaran dan emosi. Sehingga, saat ambang batas tersebut sudah memuncak maka emosi tidak lagi terkontrol.

&quot;Demo itu bukan musuh. Demo itu anak-anak kita yang menyampaikan aspirasi. Kita sangat menghargai ya ekspresi dari anak-anak yang menyampaikan suara rakyat,&quot; pungkasnya.

Seperti diketahui lebih dari 81 mahasiswa dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) karena terlibat bentrokan dengan polisi. Sebanyak 66 pasien berstatus hijau, 14 pasien berstatus kuning sedangkan satu lainnya berstatus merah.

Aksi mahasiswa yang meminta pencabutan RKUHP dan UU KPK juga masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan, sejumlah pelajar juga sempat terlibat bentrok dengan polisi di Gedung DPR.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan, pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi yang bertindak represif dengan memukul para demonstran mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di berbagai kota.

&quot;Oh pasti (diberi sanksi tegas),&quot; ujar Moeldoko di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Mantan Panglima TNI itu menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan Polri untuk profesional dan proporsional dalam mengamankan jalannya aksi demonstrasi yang meminta pencabutan RUU KUHP dan UU KPK tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga: Massa Pelajar Bakar Sejumlah Motor di DPR
&quot;Yang pertama pasti dievaluasi yang kedua pasti anak-anak di lapangan yang tidak proposional dan profesional. Proposional terukur, profesional adalah bagaimana prajurit-prajurit itu bisa melaksanakan SOP. Terhadap hal-hal yang di luar itu yang ditanayakan tadi akan kita evaluasi dimana letaknya (kesalahannya),&quot; terang Moeldoko.

Moeldoko menegaskan, bahwa evaluasi ini akan dilakukan secara menyeluruh sesuai rantai komando yang ada di Korps Bhayangkara.
&amp;nbsp;Baca juga: Sempat Bentrok, Massa Pelajar Minta Polisi Buka Jalur ke DPR
Ia pun menyadari bahwa kerusuhan aksi demonstrasi mahasiswa itu karena persoalan psikologi demonstran dan polisi  yang mempunyai ambang batas kesabaran dan emosi. Sehingga, saat ambang batas tersebut sudah memuncak maka emosi tidak lagi terkontrol.

&quot;Demo itu bukan musuh. Demo itu anak-anak kita yang menyampaikan aspirasi. Kita sangat menghargai ya ekspresi dari anak-anak yang menyampaikan suara rakyat,&quot; pungkasnya.

Seperti diketahui lebih dari 81 mahasiswa dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) karena terlibat bentrokan dengan polisi. Sebanyak 66 pasien berstatus hijau, 14 pasien berstatus kuning sedangkan satu lainnya berstatus merah.

Aksi mahasiswa yang meminta pencabutan RKUHP dan UU KPK juga masih berlangsung hingga saat ini. Bahkan, sejumlah pelajar juga sempat terlibat bentrok dengan polisi di Gedung DPR.
</content:encoded></item></channel></rss>
