<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mau Demo ke DPR, Ratusan Pelajar Dihalau Polisi dan Guru di Stasiun Depok Baru</title><description>Polisi sempat memeriksa barang bawaan para pelajar yang sudah berkumpul di Stasiun Depok Baru untuk menuju Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109269/mau-demo-ke-dpr-ratusan-pelajar-dihalau-polisi-dan-guru-di-stasiun-depok-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109269/mau-demo-ke-dpr-ratusan-pelajar-dihalau-polisi-dan-guru-di-stasiun-depok-baru"/><item><title>Mau Demo ke DPR, Ratusan Pelajar Dihalau Polisi dan Guru di Stasiun Depok Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109269/mau-demo-ke-dpr-ratusan-pelajar-dihalau-polisi-dan-guru-di-stasiun-depok-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109269/mau-demo-ke-dpr-ratusan-pelajar-dihalau-polisi-dan-guru-di-stasiun-depok-baru</guid><pubDate>Rabu 25 September 2019 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Muntinanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/25/337/2109269/mau-demo-ke-dpr-ratusan-pelajar-dihalau-polisi-dan-guru-di-stasiun-depok-baru-mClQ5X3Mgc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa pelajar di Stasiun Depok Baru hendak ke Jakarta (Okezone.com/Wahyu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/25/337/2109269/mau-demo-ke-dpr-ratusan-pelajar-dihalau-polisi-dan-guru-di-stasiun-depok-baru-mClQ5X3Mgc.jpg</image><title>Massa pelajar di Stasiun Depok Baru hendak ke Jakarta (Okezone.com/Wahyu)</title></images><description>DEPOK &amp;ndash; Sekitar 150 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Depok memenuhi Stasiun Depok Baru di Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019) sore. Mereka hendak berunjuk rasa ke Gedung DPR-MPR RI di Senayan, Jakarta. Namun, langsung dihalau oleh polisi.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Trihardi mengatakan, para pelajar yang kebanyakan berseragam putih dengan celana abu-abu datang ke stasiun secara berkelompok.
Baca juga: Polisi Didesak Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap 4 Jurnalis saat Meliput Demo di DPR
Begitu mendapatkan informasi ada kelompok pelajar mau berdemo ke Jakarta, polisi langsung datang ke Stasiun Depok Baru. &quot;Kami periksa semua barang yang dibawa tidak ada senjata tajam. Mereka tidak mengalu dari sekolah mana saja,&quot; kata Trihardi kepada Okezone.
&amp;nbsp;
Massa pelajar di Stasiun Depok Baru (Okezone.com/Wahyu)
Selain polisi, beberapa guru dan kepala sekolah juga datang ke Stasiun Depok Baru meminta para pelajar tidak berdemo ke Jakarta.
Baca juga: Ada Demo Massa #STMMelawan di DPR, Begini Rekayasa Lalu Lintas
&quot;Kami sudah imbau jangan berangkat, bahkan tadi guru dan kepala sekolah juga kami datangkan untuk bantu cegah ratusan pelajar (ke Jakarta),&quot; ujar Trihardi.

Setelah mendapatkan imbauan dari polisi dan sekolah, para pelajar tersebut akhirnya batal berangkat ke Jakarta  menggunakan kereta dari Stasiun Depok Baru. Padahal mereka sudah bersiap menuju ke Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, stasiun terdekat dengan Gedung DPR RI.

&quot;Sekarang mereka sudah membubarkan diri dan tidak berangkat. Pelajar itu sempat berkilah akan melakukan unjuk rasa,&quot; pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, massa pelajar hari ini berunjuk rasa di depan Gedung DPR-MPR RI, menolak pengesahan Rancangan KUHP dan pasal-pasal kontroversi dalam beberapa rancangan undang-undang (RUU) lainnya seperti RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan dan UU KPK yang baru.

Demo awalnya tertib lalu ricuh. Massa melempari Gedung DPR dan polisi. Mereka juga membakar sejumlah sepeda motor dan memblokade jalan. Polisi sempat menembakkan gas air mata, tapi massa pelajar tak mau mundur. Mereka terus memberi perlawanan.

Polisi sudah menutup beberapa jalan menuju Kompleks DPR-MPR. Polisi membuat rekayasa lalu lintas.

</description><content:encoded>DEPOK &amp;ndash; Sekitar 150 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Depok memenuhi Stasiun Depok Baru di Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/9/2019) sore. Mereka hendak berunjuk rasa ke Gedung DPR-MPR RI di Senayan, Jakarta. Namun, langsung dihalau oleh polisi.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Trihardi mengatakan, para pelajar yang kebanyakan berseragam putih dengan celana abu-abu datang ke stasiun secara berkelompok.
Baca juga: Polisi Didesak Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap 4 Jurnalis saat Meliput Demo di DPR
Begitu mendapatkan informasi ada kelompok pelajar mau berdemo ke Jakarta, polisi langsung datang ke Stasiun Depok Baru. &quot;Kami periksa semua barang yang dibawa tidak ada senjata tajam. Mereka tidak mengalu dari sekolah mana saja,&quot; kata Trihardi kepada Okezone.
&amp;nbsp;
Massa pelajar di Stasiun Depok Baru (Okezone.com/Wahyu)
Selain polisi, beberapa guru dan kepala sekolah juga datang ke Stasiun Depok Baru meminta para pelajar tidak berdemo ke Jakarta.
Baca juga: Ada Demo Massa #STMMelawan di DPR, Begini Rekayasa Lalu Lintas
&quot;Kami sudah imbau jangan berangkat, bahkan tadi guru dan kepala sekolah juga kami datangkan untuk bantu cegah ratusan pelajar (ke Jakarta),&quot; ujar Trihardi.

Setelah mendapatkan imbauan dari polisi dan sekolah, para pelajar tersebut akhirnya batal berangkat ke Jakarta  menggunakan kereta dari Stasiun Depok Baru. Padahal mereka sudah bersiap menuju ke Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, stasiun terdekat dengan Gedung DPR RI.

&quot;Sekarang mereka sudah membubarkan diri dan tidak berangkat. Pelajar itu sempat berkilah akan melakukan unjuk rasa,&quot; pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, massa pelajar hari ini berunjuk rasa di depan Gedung DPR-MPR RI, menolak pengesahan Rancangan KUHP dan pasal-pasal kontroversi dalam beberapa rancangan undang-undang (RUU) lainnya seperti RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan dan UU KPK yang baru.

Demo awalnya tertib lalu ricuh. Massa melempari Gedung DPR dan polisi. Mereka juga membakar sejumlah sepeda motor dan memblokade jalan. Polisi sempat menembakkan gas air mata, tapi massa pelajar tak mau mundur. Mereka terus memberi perlawanan.

Polisi sudah menutup beberapa jalan menuju Kompleks DPR-MPR. Polisi membuat rekayasa lalu lintas.

</content:encoded></item></channel></rss>
