<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dipukul Mundur, Massa Pelajar Malah Serang Balik Polisi dengan Pecahan Botol   </title><description>Aparat kepolisian memukul mundur massa pelajar yang menggelar demonstrasi menolak Rancangan Undang-undang (RUU) kontroversial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109351/dipukul-mundur-massa-pelajar-malah-serang-balik-polisi-dengan-pecahan-botol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109351/dipukul-mundur-massa-pelajar-malah-serang-balik-polisi-dengan-pecahan-botol"/><item><title>Dipukul Mundur, Massa Pelajar Malah Serang Balik Polisi dengan Pecahan Botol   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109351/dipukul-mundur-massa-pelajar-malah-serang-balik-polisi-dengan-pecahan-botol</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/25/337/2109351/dipukul-mundur-massa-pelajar-malah-serang-balik-polisi-dengan-pecahan-botol</guid><pubDate>Rabu 25 September 2019 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/25/337/2109351/dipukul-mundur-massa-pelajar-malah-serang-balik-polisi-dengan-pecahan-botol-y1fv5XgrJ3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi pukul mundur massa pelajar di sekitaran DPR (foto: Okezone.com/Reza)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/25/337/2109351/dipukul-mundur-massa-pelajar-malah-serang-balik-polisi-dengan-pecahan-botol-y1fv5XgrJ3.jpg</image><title>Polisi pukul mundur massa pelajar di sekitaran DPR (foto: Okezone.com/Reza)</title></images><description>

JAKARTA - Aparat kepolisian memukul mundur massa pelajar yang menggelar demonstrasi menolak Rancangan Undang-undang (RUU) kontroversial di pintu bagian belakang gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Okezone, polisi menembakkan gas air mata secara bertubi-tubi untuk membubarkan massa yang dianggap anarkis. Sementara itu, massa menyerang balik polisi dengan lemparan pecahan botol beling.

&quot;Wah mereka melempar kita pakai beling,&quot; kata salah seorang petugas polisi di lokasi, Rabu (25/9/2019) malam.
&amp;nbsp;Baca juga: Polisi Pukul Mundur Massa Pelajar hingga Pasar &amp;amp; Stasiun Palmerah
Polisi dilaporkan terus mengejar massa aksi hingga ke Stasiun Palmerah dan Pasar Palmerah. Sedangkan kondisi bagian belakang gedung DPR/MPR yang tadinya menjadi tempat massa, kini sudah diduduki oleh polisi.
&amp;nbsp;Baca juga: Demo Masih Ricuh, Jalur Lalu Lintas Sekitaran Gedung DPR Ditutup!
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan meminta pasukan Brimob dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menangkap massa sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

&quot;Tetap di situ kawan-kawan sesuai SOP,&quot; pungkas Harry.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Aparat kepolisian memukul mundur massa pelajar yang menggelar demonstrasi menolak Rancangan Undang-undang (RUU) kontroversial di pintu bagian belakang gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Okezone, polisi menembakkan gas air mata secara bertubi-tubi untuk membubarkan massa yang dianggap anarkis. Sementara itu, massa menyerang balik polisi dengan lemparan pecahan botol beling.

&quot;Wah mereka melempar kita pakai beling,&quot; kata salah seorang petugas polisi di lokasi, Rabu (25/9/2019) malam.
&amp;nbsp;Baca juga: Polisi Pukul Mundur Massa Pelajar hingga Pasar &amp;amp; Stasiun Palmerah
Polisi dilaporkan terus mengejar massa aksi hingga ke Stasiun Palmerah dan Pasar Palmerah. Sedangkan kondisi bagian belakang gedung DPR/MPR yang tadinya menjadi tempat massa, kini sudah diduduki oleh polisi.
&amp;nbsp;Baca juga: Demo Masih Ricuh, Jalur Lalu Lintas Sekitaran Gedung DPR Ditutup!
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan meminta pasukan Brimob dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menangkap massa sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

&quot;Tetap di situ kawan-kawan sesuai SOP,&quot; pungkas Harry.

</content:encoded></item></channel></rss>
