<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tolak RKUHP, Ribuan Mahasiswa di Bogor Sempat &quot;Duduki&quot; Balaikota</title><description>Ribuan mahasiswa Universitas Pakuan menggelar aksi unjuk rasa di Balaikota Bogor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/25/338/2108957/tolak-rkuhp-ribuan-mahasiswa-di-bogor-sempat-duduki-balaikota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/25/338/2108957/tolak-rkuhp-ribuan-mahasiswa-di-bogor-sempat-duduki-balaikota"/><item><title>Tolak RKUHP, Ribuan Mahasiswa di Bogor Sempat &quot;Duduki&quot; Balaikota</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/25/338/2108957/tolak-rkuhp-ribuan-mahasiswa-di-bogor-sempat-duduki-balaikota</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/25/338/2108957/tolak-rkuhp-ribuan-mahasiswa-di-bogor-sempat-duduki-balaikota</guid><pubDate>Rabu 25 September 2019 02:03 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/25/338/2108957/tolak-rkuhp-ribuan-mahasiswa-di-bogor-sempat-duduki-balaikota-s0bYS4yYom.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo Tolak RKUHP di Bogor (Foto: Okezone/Putra)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/25/338/2108957/tolak-rkuhp-ribuan-mahasiswa-di-bogor-sempat-duduki-balaikota-s0bYS4yYom.jpg</image><title>Demo Tolak RKUHP di Bogor (Foto: Okezone/Putra)</title></images><description>BOGOR - Ribuan mahasiswa Universitas Pakuan menggelar aksi unjuk rasa di Balaikota Bogor. Adapun tuntutan mahasiswa diantaranya pembatalan pengesahan revisi UU KPK dan revisi KUHP.

Pantauan Okezone, ribuan mahasiswa tersebut tiba sekira pukul 13.30 WIB. Dengan berjalan kaki, mereka mengawali aksi dengan memblokade Jalan Juanda di depan Balai Kota Bogor untuk menggelar teatrikal sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan.

Setelah itu, massa masuk ke halaman Balai Kota Bogor untuk berorasi sambil membentangkan spanduk di setiap sudut. Kemudian, para mahasiswa diterima oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kepala DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto dan lainnya.



&quot;Kalau mahasiswa turun sampai masuk ke Balaikota dan kalau mahasiswa  se-Indonesia turun ke jalan artinya negara ini sedang tidak biasa-biasa saja,&quot; ucap Bima, dihadapan mahasiswa, Selasa (24/9/2019).

Secara pribadi, Bima mengakui bahwa pengesahan RUU KPK oleh pemerintah akan melemahkan lembaga itu sendiri. Sehingga, diperlukan penerbitan Perppu untuk membatalkan revisi tersebut.

&quot;Kalau teman-teman mengatakan KPK  di lemahkan, secara pribadi saya setuju dengan poin-poin keberatan temen temen semua. Insya allah saya sepakat berjuang dengan teman-teman,&quot; ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan menampung semua aspirasi atau tuntutan dari para mahasiswa dan selanjutnya disampaikan ke DPR RI secepatnya.

&quot;Tadi Pak Atang (Ketua DPRD Kota Bogor) hari ini segera diproses  suratnya kalau sudah langsung dikirim ke DPR RI. Tapi ingat, teman-teman  jangan terjebak dalam persoalan teknis membuat surat. Kareba apa kalau  sudsh dikirim persoalan selesai? Kan tidak, ini perjuamhan kita semua,&quot;  ucap Bima.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan, Ramdhani  mengatakan bahwa aksi unjuk rasa ini bukan akhir dari perjuangan  mahasiswa. Meski merasa cukup puas dengan aksi hari ini, mahasiswa  berjanji jika tidak ada ketegasan atau kejelasan dari pemerintah terkait  tuntutan mereka, akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.

&quot;Tadi diterima oleh DPRD dan pak Wali Kota juga mendukung gerakan  mahasiswa ini. Cukup puas, tapi kalau tidak ada ketegasan, kejelasan di  nasional kita kembali dengan masa lebin besar,&quot; ujar Ramdhani.

Setelah beorasi dan berdialog dengan pimpinan daerah di Balai Kota  Bogor, sekira pukul 17.00 WIB mahasiswa pun membubarkan diri dengan  tertib.</description><content:encoded>BOGOR - Ribuan mahasiswa Universitas Pakuan menggelar aksi unjuk rasa di Balaikota Bogor. Adapun tuntutan mahasiswa diantaranya pembatalan pengesahan revisi UU KPK dan revisi KUHP.

Pantauan Okezone, ribuan mahasiswa tersebut tiba sekira pukul 13.30 WIB. Dengan berjalan kaki, mereka mengawali aksi dengan memblokade Jalan Juanda di depan Balai Kota Bogor untuk menggelar teatrikal sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan.

Setelah itu, massa masuk ke halaman Balai Kota Bogor untuk berorasi sambil membentangkan spanduk di setiap sudut. Kemudian, para mahasiswa diterima oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kepala DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto dan lainnya.



&quot;Kalau mahasiswa turun sampai masuk ke Balaikota dan kalau mahasiswa  se-Indonesia turun ke jalan artinya negara ini sedang tidak biasa-biasa saja,&quot; ucap Bima, dihadapan mahasiswa, Selasa (24/9/2019).

Secara pribadi, Bima mengakui bahwa pengesahan RUU KPK oleh pemerintah akan melemahkan lembaga itu sendiri. Sehingga, diperlukan penerbitan Perppu untuk membatalkan revisi tersebut.

&quot;Kalau teman-teman mengatakan KPK  di lemahkan, secara pribadi saya setuju dengan poin-poin keberatan temen temen semua. Insya allah saya sepakat berjuang dengan teman-teman,&quot; ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan menampung semua aspirasi atau tuntutan dari para mahasiswa dan selanjutnya disampaikan ke DPR RI secepatnya.

&quot;Tadi Pak Atang (Ketua DPRD Kota Bogor) hari ini segera diproses  suratnya kalau sudah langsung dikirim ke DPR RI. Tapi ingat, teman-teman  jangan terjebak dalam persoalan teknis membuat surat. Kareba apa kalau  sudsh dikirim persoalan selesai? Kan tidak, ini perjuamhan kita semua,&quot;  ucap Bima.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan, Ramdhani  mengatakan bahwa aksi unjuk rasa ini bukan akhir dari perjuangan  mahasiswa. Meski merasa cukup puas dengan aksi hari ini, mahasiswa  berjanji jika tidak ada ketegasan atau kejelasan dari pemerintah terkait  tuntutan mereka, akan menggelar aksi yang lebih besar lagi.

&quot;Tadi diterima oleh DPRD dan pak Wali Kota juga mendukung gerakan  mahasiswa ini. Cukup puas, tapi kalau tidak ada ketegasan, kejelasan di  nasional kita kembali dengan masa lebin besar,&quot; ujar Ramdhani.

Setelah beorasi dan berdialog dengan pimpinan daerah di Balai Kota  Bogor, sekira pukul 17.00 WIB mahasiswa pun membubarkan diri dengan  tertib.</content:encoded></item></channel></rss>
