<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Motor Wartawan Okezone Dibakar Massa, AJI: Tindak Tegas Para Pelaku</title><description>Polisi harus menindak tegas para pelaku pembakar motor wartawan tersebut</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/26/337/2109569/motor-wartawan-okezone-dibakar-massa-aji-tindak-tegas-para-pelaku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/26/337/2109569/motor-wartawan-okezone-dibakar-massa-aji-tindak-tegas-para-pelaku"/><item><title>Motor Wartawan Okezone Dibakar Massa, AJI: Tindak Tegas Para Pelaku</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/26/337/2109569/motor-wartawan-okezone-dibakar-massa-aji-tindak-tegas-para-pelaku</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/26/337/2109569/motor-wartawan-okezone-dibakar-massa-aji-tindak-tegas-para-pelaku</guid><pubDate>Kamis 26 September 2019 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/26/337/2109569/motor-wartawan-okezone-dibakar-massa-aji-tindak-tegas-pelaku-pembakaran-gmr08FpRxb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi Pembakaran (Foto: Okezone/Heru)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/26/337/2109569/motor-wartawan-okezone-dibakar-massa-aji-tindak-tegas-pelaku-pembakaran-gmr08FpRxb.jpg</image><title>Aksi Pembakaran (Foto: Okezone/Heru)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung mengecam tindakan massa yang disinyalir dari  oknum kelompok Sekolah Teknik Menegah (STM) yang melakukan pembakaran terhadap motor milik wartawan Okezone.com, Putera Negara Batubara saat menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPR, Jakarta.
Erick menegaskan bahwa polisi harus menindak tegas para pelaku pembakar motor wartawan tersebut. Bahkan, kata dia, pihaknya juga telah mendapatkan laporan motor milik wartawan Kompas TV juga ada yang dibakar dalam aksi tersebut namun laporan ini masih diverifikasi.
&quot;Kita menyayangkan sikap massa khususnya adek-adek dari STM melakukan anarkis. Kita sangat menyayangkan itu. Itu tidak bisa dibenarkan!&quot; tegas Erick kepada Okezone, Kamis (26/9/2019).
Aji mencatat sedikitnya ada empat wartawan yang juga menjadi korban dalam aksi demonstrasi yang dilakukan di Gedung DPR tersebut. Pertama, kekerasan terhadap jurnalis Kompas.com, Nibras Nada Nailufar. Ia mengalami intimidasi saat merekam perilaku polisi yang melakukan kekerasan terhadap seorang warga di kawasan Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Selasa malam.
Dalam peristiwa ini, polisi melarang korban merekam gambar dan memaksanya menghapus rekaman video kekerasan. Nibras bahkan nyaris dipukul oleh seorang polisi.

Baca Juga: Motor Wartawan Okezone Dibakar Massa Pendemo, DPR Desak Polisi Telusuri Siapa Dalangnya
Kedua, kekerasan terhadap jurnalis IDN Times, Vanny El Rahman. Dia dipukul dan diminta menghapus foto dan video rekamannya mengenai kekerasan yang dilakukan polisi terhadap demonstran di sekitar flyover Slipi, Jakarta.
Ketiga, kekerasan terhadap jurnalis Katadata, Tri Kurnia Yunianto oleh polisi. Tri dikeroyok, dipukul dan ditendang oleh aparat dari kesatuan Brimob Polri. Meski Kurnia telah menunjukkan ID Pers yang menggantung di leher dan menjelaskan sedang melakukan liputan, pelaku kekerasan tidak menghiraukan dan tetap melakukan penganiayaan.
Tak hanya itu, polisi tersebut juga merampas HP Kurnia dan menghapus video yang terakhir kali direkamnya. Video itu rekaman Polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.Keempat, kekerasan terhadap jurnalis Metro TV, Febrian Ahmad oleh  massa yang tidak diketahui. Mobil yang digunakan Febrian saat meliput  wilayah Senayan dipukuli dan dirusak massa.  Akibatnya, kaca mobil Metro  TV bagian depan dan belakang, serta kaca jendela pecah semua.
&quot;Kita  juga minta oknun polisi yang melakukan kekerasan kepada jurnalis  ditindak tegas. Untuk massanya juga serahkan ke penegak hukum. Itu semua  harus diusut tuntas,&quot; tegasnya.
Erick menambahkan, pihaknya juga  mendorong agar perusahaan dan pimpinan media yang wartawannya mengalami  kerugian materil saat melakukan peliputan juga ikut bertanggungjawab  untuk mengganti barang-barang milik karyawannya tersebut.
Pasalnya,  barang-barang pribadi milik wartawan yang rusk tersebut terjadi saat  melakukan peliputan dan melakukan pekerjaannya sebagai jurnalis.
&quot;Ini  dalam ramgka liputan dan kita minta agar perusahaannya juga ikut  bertanggungjawab atas semua barang dan alat kerja yang rusak karena  dalam rangka liputan,&quot; sambungnya.
&quot;Itu termaksud motor. Kita  minta pimpinam media mempertimbangkan itu agar bisa mengganti alat kerja  kawan-kawan yang rusak termaksud motor untuk menggantinya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung mengecam tindakan massa yang disinyalir dari  oknum kelompok Sekolah Teknik Menegah (STM) yang melakukan pembakaran terhadap motor milik wartawan Okezone.com, Putera Negara Batubara saat menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPR, Jakarta.
Erick menegaskan bahwa polisi harus menindak tegas para pelaku pembakar motor wartawan tersebut. Bahkan, kata dia, pihaknya juga telah mendapatkan laporan motor milik wartawan Kompas TV juga ada yang dibakar dalam aksi tersebut namun laporan ini masih diverifikasi.
&quot;Kita menyayangkan sikap massa khususnya adek-adek dari STM melakukan anarkis. Kita sangat menyayangkan itu. Itu tidak bisa dibenarkan!&quot; tegas Erick kepada Okezone, Kamis (26/9/2019).
Aji mencatat sedikitnya ada empat wartawan yang juga menjadi korban dalam aksi demonstrasi yang dilakukan di Gedung DPR tersebut. Pertama, kekerasan terhadap jurnalis Kompas.com, Nibras Nada Nailufar. Ia mengalami intimidasi saat merekam perilaku polisi yang melakukan kekerasan terhadap seorang warga di kawasan Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Selasa malam.
Dalam peristiwa ini, polisi melarang korban merekam gambar dan memaksanya menghapus rekaman video kekerasan. Nibras bahkan nyaris dipukul oleh seorang polisi.

Baca Juga: Motor Wartawan Okezone Dibakar Massa Pendemo, DPR Desak Polisi Telusuri Siapa Dalangnya
Kedua, kekerasan terhadap jurnalis IDN Times, Vanny El Rahman. Dia dipukul dan diminta menghapus foto dan video rekamannya mengenai kekerasan yang dilakukan polisi terhadap demonstran di sekitar flyover Slipi, Jakarta.
Ketiga, kekerasan terhadap jurnalis Katadata, Tri Kurnia Yunianto oleh polisi. Tri dikeroyok, dipukul dan ditendang oleh aparat dari kesatuan Brimob Polri. Meski Kurnia telah menunjukkan ID Pers yang menggantung di leher dan menjelaskan sedang melakukan liputan, pelaku kekerasan tidak menghiraukan dan tetap melakukan penganiayaan.
Tak hanya itu, polisi tersebut juga merampas HP Kurnia dan menghapus video yang terakhir kali direkamnya. Video itu rekaman Polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.Keempat, kekerasan terhadap jurnalis Metro TV, Febrian Ahmad oleh  massa yang tidak diketahui. Mobil yang digunakan Febrian saat meliput  wilayah Senayan dipukuli dan dirusak massa.  Akibatnya, kaca mobil Metro  TV bagian depan dan belakang, serta kaca jendela pecah semua.
&quot;Kita  juga minta oknun polisi yang melakukan kekerasan kepada jurnalis  ditindak tegas. Untuk massanya juga serahkan ke penegak hukum. Itu semua  harus diusut tuntas,&quot; tegasnya.
Erick menambahkan, pihaknya juga  mendorong agar perusahaan dan pimpinan media yang wartawannya mengalami  kerugian materil saat melakukan peliputan juga ikut bertanggungjawab  untuk mengganti barang-barang milik karyawannya tersebut.
Pasalnya,  barang-barang pribadi milik wartawan yang rusk tersebut terjadi saat  melakukan peliputan dan melakukan pekerjaannya sebagai jurnalis.
&quot;Ini  dalam ramgka liputan dan kita minta agar perusahaannya juga ikut  bertanggungjawab atas semua barang dan alat kerja yang rusak karena  dalam rangka liputan,&quot; sambungnya.
&quot;Itu termaksud motor. Kita  minta pimpinam media mempertimbangkan itu agar bisa mengganti alat kerja  kawan-kawan yang rusak termaksud motor untuk menggantinya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
