<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapolri Bentuk Tim Investigasi Usut Tewasnya Mahasiswa Kendari</title><description>Polri membentuk tim investigasi gabungan untuk mencari tahu pelaku yang menewaskan Randi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/27/337/2110060/kapolri-bentuk-tim-investigasi-usut-tewasnya-mahasiswa-kendari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/27/337/2110060/kapolri-bentuk-tim-investigasi-usut-tewasnya-mahasiswa-kendari"/><item><title>Kapolri Bentuk Tim Investigasi Usut Tewasnya Mahasiswa Kendari</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/27/337/2110060/kapolri-bentuk-tim-investigasi-usut-tewasnya-mahasiswa-kendari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/27/337/2110060/kapolri-bentuk-tim-investigasi-usut-tewasnya-mahasiswa-kendari</guid><pubDate>Jum'at 27 September 2019 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/27/337/2110060/kapolri-bentuk-tim-investigasi-usut-tewasnya-mahasiswa-kendari-37okPfeGqx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal. (Foto : Dok Okezone.com/Dede Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/27/337/2110060/kapolri-bentuk-tim-investigasi-usut-tewasnya-mahasiswa-kendari-37okPfeGqx.jpg</image><title>Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal. (Foto : Dok Okezone.com/Dede Kurniawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim investigasi untuk mengusut tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Randi (21), saat melakukan demonstrasi berujung kerusuhan, kemarin.
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan, pembentukan tim itu untuk mengusut tuntas penyebab dari tewasnya mahasiswa ketika menyampaikan aspirasi di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra).
&quot;Bapak Kapolri sudah bentuk tim investigasi gabungan untuk mencari tahu siapa pelakunya,&quot; kata Iqbal dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).
Apabila dalam perjalanannya dipastikan bahwa peluru tajam yang bersarang ditubuh mahasiswa itu berasal dari polisi, Polri memastikan akan menindak tegas anggotanya yang menyalahi prosedur tersebut.

Tetapi, kata Iqbal, sampai saat ini belum diketahui apakah memang peluru tajam itu berasal dari aparat. Dia meminta agar selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah.
&quot;Apabila pelakunya nanti terbukti secara scientific aparat kami akan proses hukum dan pidana kami tindak tegas apabila aparat. Tapi kami tetap kedepankan asas praduga tak bersalah,&quot; ujar Iqbal.
Praduga tak bersalah, dijelaskan Iqbal, lantaran sampai saat ini belum diketahui asal peluru tajam itu. Sehingga belum dipastikan apakah dari aparat atau bukan.Iqbal mengungkapkan, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Salah  satunya, ada adanya penumpang gelap yang mencoba menciptakan martir guna  memperkeruh suasana.



&quot;Kami tak tahu apakah pihak ketiga yang ingin ciptakan martir untuk  picu gelombang kerusuhan yang lebih besar. Tim investigasi sudah  bekerja. Polri dari pihak universitas akan masuk ke tim investigasi  gabungan tersebut untuk buka apa penyebab meninggalnya adik mahasiswa  ini,&quot; ujar Iqbal.

Baca Juga : Jokowi Berduka 2 Mahasiswa Kendari Tewas saat Demonstrasi 
 
Tim investigasi tersebut hari ini akan langsung terbang ke Kendari  untuk melakukan tugas-tugas kepolisian. Rencananya, Wakapolri Komjen Ari  Dono Sukmanto, Kabareskrim Komjen Idham Azis, dan Karo Penmas Divisi  Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo terbang ke sana.

Baca Juga : Polri Janji Transparan dalam Proses Autopsi Jenazah Mahasiswa Kendari</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim investigasi untuk mengusut tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Randi (21), saat melakukan demonstrasi berujung kerusuhan, kemarin.
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan, pembentukan tim itu untuk mengusut tuntas penyebab dari tewasnya mahasiswa ketika menyampaikan aspirasi di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra).
&quot;Bapak Kapolri sudah bentuk tim investigasi gabungan untuk mencari tahu siapa pelakunya,&quot; kata Iqbal dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).
Apabila dalam perjalanannya dipastikan bahwa peluru tajam yang bersarang ditubuh mahasiswa itu berasal dari polisi, Polri memastikan akan menindak tegas anggotanya yang menyalahi prosedur tersebut.

Tetapi, kata Iqbal, sampai saat ini belum diketahui apakah memang peluru tajam itu berasal dari aparat. Dia meminta agar selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah.
&quot;Apabila pelakunya nanti terbukti secara scientific aparat kami akan proses hukum dan pidana kami tindak tegas apabila aparat. Tapi kami tetap kedepankan asas praduga tak bersalah,&quot; ujar Iqbal.
Praduga tak bersalah, dijelaskan Iqbal, lantaran sampai saat ini belum diketahui asal peluru tajam itu. Sehingga belum dipastikan apakah dari aparat atau bukan.Iqbal mengungkapkan, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Salah  satunya, ada adanya penumpang gelap yang mencoba menciptakan martir guna  memperkeruh suasana.



&quot;Kami tak tahu apakah pihak ketiga yang ingin ciptakan martir untuk  picu gelombang kerusuhan yang lebih besar. Tim investigasi sudah  bekerja. Polri dari pihak universitas akan masuk ke tim investigasi  gabungan tersebut untuk buka apa penyebab meninggalnya adik mahasiswa  ini,&quot; ujar Iqbal.

Baca Juga : Jokowi Berduka 2 Mahasiswa Kendari Tewas saat Demonstrasi 
 
Tim investigasi tersebut hari ini akan langsung terbang ke Kendari  untuk melakukan tugas-tugas kepolisian. Rencananya, Wakapolri Komjen Ari  Dono Sukmanto, Kabareskrim Komjen Idham Azis, dan Karo Penmas Divisi  Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo terbang ke sana.

Baca Juga : Polri Janji Transparan dalam Proses Autopsi Jenazah Mahasiswa Kendari</content:encoded></item></channel></rss>
