<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Isu yang Akan Disuarakan Massa Mujahid 212 di Istana Besok</title><description>Parade Tauhid Indonesia 2019 yang akan diselenggarakan Sabtu 28 September 2019 berganti nama menjadi Aksi Mujahid 212.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/27/337/2110293/isu-yang-akan-disuarakan-massa-mujahid-212-di-istana-besok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/27/337/2110293/isu-yang-akan-disuarakan-massa-mujahid-212-di-istana-besok"/><item><title>Isu yang Akan Disuarakan Massa Mujahid 212 di Istana Besok</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/27/337/2110293/isu-yang-akan-disuarakan-massa-mujahid-212-di-istana-besok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/27/337/2110293/isu-yang-akan-disuarakan-massa-mujahid-212-di-istana-besok</guid><pubDate>Jum'at 27 September 2019 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/27/337/2110293/isu-yang-akan-disuarakan-massa-mujahid-212-di-istana-besok-TXTbk1MIo8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">(Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/27/337/2110293/isu-yang-akan-disuarakan-massa-mujahid-212-di-istana-besok-TXTbk1MIo8.jpeg</image><title>(Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Parade Tauhid Indonesia 2019 yang akan diselenggarakan Sabtu 28 September 2019 berganti nama menjadi Aksi Mujahid 212 Selamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, juga terjadi perubahan pada titik kumpul dan rute aksi.
Ketua Panitia, Edy Mulyadi mengungkapkan, hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan aksi tersebut, pertama, aksi mahasiswa masih dihadapi oleh aparat dengan sikap represif hingga menimbulkan korban luka, hilang, bahkan ada yang meninggal dunia.
Kedua, munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik di negeri ini. Aksi yang berlangsung spontan dan tanpa komando yang jelas ini pun berakhir ricuh dan diamankannya ratusan pelajar oleh pihak aparat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Massa Mujahid 212 Gelar Aksi 'Selamatkan NKRI' di Jakarta Besok&amp;nbsp;
Ketiga, kerusuhan di Wamena, Papua, dengan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut.
&amp;nbsp;
Keempat, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak tertangani dengan cepat dan tepat oleh pemerintah, telah menyebabkan ratusan ribu warga terkena pekatnya asap dan menderita sakit infeksi pernapasan (Ispa). Bencana asap juga telah merenggut korban jiwa.
&quot;Berbagai kondisi ini menunjukkan negeri kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada yang salah dalam mengelola dan mengurus negara yang kita cintai ini. Singkat kata, pemerintah telah gagal,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;AJI: Polisi Jangan Arahkan Kasus Persekusi Wartawan di Munajat 212 dengan Berdamai
Adapun perubahan skema jalannya aksi, kata Edy, jika sebelumnya peserta berkumpul di Jalan Asia Afrika, Senayan, pukul 06.00 WIB bergerak ke Monas diubah menjadi titik kumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai pukul 08.00 WIB bergerak menuju Istana.
&quot;Perubahan nama dan rute ini terjadi untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis,&quot; ujarnya.
Dengan perubahan ini, pihaknya ingin kembali menegaskan, bahwa umat Islam bersama arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar. &quot;Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia manjadi lebih baik,&quot; katanya.



Selanjutnya, Panitia Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI mengajak umat Islam dan seluruh anak bangsa baik mahasiswa, pelajar, ormas Islam dan emak-emak militan serta seluruh ummat Islam untuk hadir dan bergabung bersama untuk menyuarakan ketidakadilan dan menegakkan kebenaran di negeri ini.



&quot;Dengan semangat Mujahid 212 mari kita kembali bersama-sama lakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Aksi Mujahid 212 untuk selamatkan NKRI,&quot; katanya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Parade Tauhid Indonesia 2019 yang akan diselenggarakan Sabtu 28 September 2019 berganti nama menjadi Aksi Mujahid 212 Selamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, juga terjadi perubahan pada titik kumpul dan rute aksi.
Ketua Panitia, Edy Mulyadi mengungkapkan, hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan aksi tersebut, pertama, aksi mahasiswa masih dihadapi oleh aparat dengan sikap represif hingga menimbulkan korban luka, hilang, bahkan ada yang meninggal dunia.
Kedua, munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik di negeri ini. Aksi yang berlangsung spontan dan tanpa komando yang jelas ini pun berakhir ricuh dan diamankannya ratusan pelajar oleh pihak aparat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Massa Mujahid 212 Gelar Aksi 'Selamatkan NKRI' di Jakarta Besok&amp;nbsp;
Ketiga, kerusuhan di Wamena, Papua, dengan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut.
&amp;nbsp;
Keempat, bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak tertangani dengan cepat dan tepat oleh pemerintah, telah menyebabkan ratusan ribu warga terkena pekatnya asap dan menderita sakit infeksi pernapasan (Ispa). Bencana asap juga telah merenggut korban jiwa.
&quot;Berbagai kondisi ini menunjukkan negeri kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada yang salah dalam mengelola dan mengurus negara yang kita cintai ini. Singkat kata, pemerintah telah gagal,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (27/9/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;AJI: Polisi Jangan Arahkan Kasus Persekusi Wartawan di Munajat 212 dengan Berdamai
Adapun perubahan skema jalannya aksi, kata Edy, jika sebelumnya peserta berkumpul di Jalan Asia Afrika, Senayan, pukul 06.00 WIB bergerak ke Monas diubah menjadi titik kumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI) mulai pukul 08.00 WIB bergerak menuju Istana.
&quot;Perubahan nama dan rute ini terjadi untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis,&quot; ujarnya.
Dengan perubahan ini, pihaknya ingin kembali menegaskan, bahwa umat Islam bersama arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar. &quot;Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia manjadi lebih baik,&quot; katanya.



Selanjutnya, Panitia Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI mengajak umat Islam dan seluruh anak bangsa baik mahasiswa, pelajar, ormas Islam dan emak-emak militan serta seluruh ummat Islam untuk hadir dan bergabung bersama untuk menyuarakan ketidakadilan dan menegakkan kebenaran di negeri ini.



&quot;Dengan semangat Mujahid 212 mari kita kembali bersama-sama lakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Aksi Mujahid 212 untuk selamatkan NKRI,&quot; katanya.

</content:encoded></item></channel></rss>
