<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahathir: Pembentukan Israel dan Rebut Tanah Palestina Akar Terorisme</title><description>PM Mahathir menambahkan bahwa Malaysia menerima negara Israel &quot;sebagai fait accompli&quot;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/28/18/2110435/mahathir-pembentukan-israel-dan-rebut-tanah-palestina-akar-terorisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/28/18/2110435/mahathir-pembentukan-israel-dan-rebut-tanah-palestina-akar-terorisme"/><item><title>Mahathir: Pembentukan Israel dan Rebut Tanah Palestina Akar Terorisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/28/18/2110435/mahathir-pembentukan-israel-dan-rebut-tanah-palestina-akar-terorisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/28/18/2110435/mahathir-pembentukan-israel-dan-rebut-tanah-palestina-akar-terorisme</guid><pubDate>Sabtu 28 September 2019 15:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/28/18/2110435/mahathir-pembentukan-israel-dan-rebut-tanah-palestina-akar-terorisme-Ih2dVJqMc3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (Foto/Bernama)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/28/18/2110435/mahathir-pembentukan-israel-dan-rebut-tanah-palestina-akar-terorisme-Ih2dVJqMc3.jpg</image><title>Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (Foto/Bernama)</title></images><description>NEW YORK - Perdana Menteri Malasyia Mahathir Mohamad mengatakan pembentukan Israel dengan merebut tanah Palestina dan mengusir 90 persen populasi etnis Arabnya adalah akar penyebab terorisme.
&amp;ldquo;Sejak itu, perang telah terjadi di banyak negara, banyak yang terkait dengan penciptaan Israel. Dan sekarang kita memiliki terorisme ketika tidak ada sebelumnya, atau setidaknya tidak ada pada skala sekarang,&amp;rdquo; tutur Mahathir dalam pidatonya di sidang m PBBH di New York, Mengutip Malaymail, Sabtu (28/9/2019).
&amp;ldquo;Aksi militer melawan aksi terorisme tidak akan berhasil. Kita perlu mengidentifikasi penyebabnya dan menghapusnya. Tetapi kekuatan besar menolak untuk berurusan dengan akar penyebabnya,&amp;rdquo; lanjut dia.
PM Mahathir menambahkan bahwa Malaysia menerima negara Israel &quot;sebagai fait accompli&quot;.
Baca juga:&amp;nbsp;Bawa Peta Karton, Erdogan Kutuk Pencaplokan Wilayah Palestina di PBB
Baca juga:&amp;nbsp;Netanyahu Sebut Israel Akan Memulai Perang di Gaza
Namun Mahathir menkenkan bahwa Malaysia tidak bisa menerima penyitaan terang-terangan atas tanah Palestina oleh Israel untuk permukiman mereka dan juga pendudukan Yerusalem oleh Israel. Orang-orang Palestina bahkan tidak bisa memasuki premukiman yang dibangun di tanah mereka.
&amp;ldquo;Karena penciptaan Israel, sekarang ada permusuhan terhadap Muslim dan Islam. Muslim dituduh terorisme bahkan mereka tidak melakukan apa pun.
Negara-negara Muslim, kata Mahathir telah mengalami destabilisasi melalui kampanye untuk demokrasi dan perubahan rezim. &amp;ldquo;Muslim di mana-mana telah ditindas, diusir dari negara mereka dan ditolak suaka.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ribuan orang mati di laut dan di musim dingin yang parah. Orang tidak dapat menyangkal bahwa di masa lalu tidak ada migrasi besar-besaran. Sekarang perang dan ketidakstabilan akibat perubahan rezim telah memaksa mereka untuk melarikan diri dari negara mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
Mahathir juga mengatakan bahwa penerapan aturan hukum telah selektif.
&amp;ldquo;Teman-teman dapat melanggar hukum apa pun dan bebas dari hukuman. Dengan demikian, Israel dapat melanggar semua hukum dan norma internasional dunia dan itu akan terus didukung dan dipertahankan. Negara-negara yang tidak ramah tidak bisa berbuat apa-apa dengan benar. Tidak ada keadilan di dunia,&amp;rdquo; tambahnya.Mahathir juga sekali lagi menyoroti nasib para Rohingya di Myanmar.
&amp;ldquo;Banyak koloni Barat, setelah kemerdekaan, mengusir non-pribumi di negara mereka. Tapi tidak ada tempat yang brutal seperti Myanmar.
&amp;ldquo;Bahkan penduduk asli dibantai, dibunuh secara brutal dan diperkosa dalam pandangan penuh dunia yang dilatar belakangi oleh rumah-rumah dan desa-desa korban yang terbakar,&amp;rdquo; ujar Mahathir.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka dipaksa untuk bermigrasi dan sekarang mereka tidak berani kembali ke Myanmar bahkan ketika ditawarkan. Mereka tidak dapat mempercayai militer Myanmar kecuali jika ada bentuk perlindungan non-Myanmar yang diberikan.
Baca juga:&amp;nbsp;Polisi Israel Interogasi Bocah 4 Tahun Palestina
Mahathir menjelaskan bahwa kKetidakberdayaan dunia dalam menghentikan kekejaman yang ditimbulkan terhadap Rohingya di Myanmar telah mengurangi perhatian terhadap resolusi PBB.
&amp;ldquo;Sekarang, terlepas dari resolusi PBB tentang Jammu dan Kashmir, negara itu telah diserbu dan diduduki.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;India harus bekerja sama dengan Pakistan untuk menyelesaikan masalah ini. Mengabaikan PBB akan menyebabkan bentuk pengabaian lain terhadap PBB dan Aturan Hukum,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>NEW YORK - Perdana Menteri Malasyia Mahathir Mohamad mengatakan pembentukan Israel dengan merebut tanah Palestina dan mengusir 90 persen populasi etnis Arabnya adalah akar penyebab terorisme.
&amp;ldquo;Sejak itu, perang telah terjadi di banyak negara, banyak yang terkait dengan penciptaan Israel. Dan sekarang kita memiliki terorisme ketika tidak ada sebelumnya, atau setidaknya tidak ada pada skala sekarang,&amp;rdquo; tutur Mahathir dalam pidatonya di sidang m PBBH di New York, Mengutip Malaymail, Sabtu (28/9/2019).
&amp;ldquo;Aksi militer melawan aksi terorisme tidak akan berhasil. Kita perlu mengidentifikasi penyebabnya dan menghapusnya. Tetapi kekuatan besar menolak untuk berurusan dengan akar penyebabnya,&amp;rdquo; lanjut dia.
PM Mahathir menambahkan bahwa Malaysia menerima negara Israel &quot;sebagai fait accompli&quot;.
Baca juga:&amp;nbsp;Bawa Peta Karton, Erdogan Kutuk Pencaplokan Wilayah Palestina di PBB
Baca juga:&amp;nbsp;Netanyahu Sebut Israel Akan Memulai Perang di Gaza
Namun Mahathir menkenkan bahwa Malaysia tidak bisa menerima penyitaan terang-terangan atas tanah Palestina oleh Israel untuk permukiman mereka dan juga pendudukan Yerusalem oleh Israel. Orang-orang Palestina bahkan tidak bisa memasuki premukiman yang dibangun di tanah mereka.
&amp;ldquo;Karena penciptaan Israel, sekarang ada permusuhan terhadap Muslim dan Islam. Muslim dituduh terorisme bahkan mereka tidak melakukan apa pun.
Negara-negara Muslim, kata Mahathir telah mengalami destabilisasi melalui kampanye untuk demokrasi dan perubahan rezim. &amp;ldquo;Muslim di mana-mana telah ditindas, diusir dari negara mereka dan ditolak suaka.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Ribuan orang mati di laut dan di musim dingin yang parah. Orang tidak dapat menyangkal bahwa di masa lalu tidak ada migrasi besar-besaran. Sekarang perang dan ketidakstabilan akibat perubahan rezim telah memaksa mereka untuk melarikan diri dari negara mereka,&amp;rdquo; tambahnya.
Mahathir juga mengatakan bahwa penerapan aturan hukum telah selektif.
&amp;ldquo;Teman-teman dapat melanggar hukum apa pun dan bebas dari hukuman. Dengan demikian, Israel dapat melanggar semua hukum dan norma internasional dunia dan itu akan terus didukung dan dipertahankan. Negara-negara yang tidak ramah tidak bisa berbuat apa-apa dengan benar. Tidak ada keadilan di dunia,&amp;rdquo; tambahnya.Mahathir juga sekali lagi menyoroti nasib para Rohingya di Myanmar.
&amp;ldquo;Banyak koloni Barat, setelah kemerdekaan, mengusir non-pribumi di negara mereka. Tapi tidak ada tempat yang brutal seperti Myanmar.
&amp;ldquo;Bahkan penduduk asli dibantai, dibunuh secara brutal dan diperkosa dalam pandangan penuh dunia yang dilatar belakangi oleh rumah-rumah dan desa-desa korban yang terbakar,&amp;rdquo; ujar Mahathir.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Mereka dipaksa untuk bermigrasi dan sekarang mereka tidak berani kembali ke Myanmar bahkan ketika ditawarkan. Mereka tidak dapat mempercayai militer Myanmar kecuali jika ada bentuk perlindungan non-Myanmar yang diberikan.
Baca juga:&amp;nbsp;Polisi Israel Interogasi Bocah 4 Tahun Palestina
Mahathir menjelaskan bahwa kKetidakberdayaan dunia dalam menghentikan kekejaman yang ditimbulkan terhadap Rohingya di Myanmar telah mengurangi perhatian terhadap resolusi PBB.
&amp;ldquo;Sekarang, terlepas dari resolusi PBB tentang Jammu dan Kashmir, negara itu telah diserbu dan diduduki.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;India harus bekerja sama dengan Pakistan untuk menyelesaikan masalah ini. Mengabaikan PBB akan menyebabkan bentuk pengabaian lain terhadap PBB dan Aturan Hukum,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
