<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Batu Penis dari Zaman Perunggu Ditemukan, Diduga untuk Ritual Kesuburan</title><description>Para peneliti percaya itu adalah situs pengorbanan bagian dari Zaman Perunggu, antara 1800 dan 500 SM.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/29/18/2110485/batu-penis-dari-zaman-perunggu-ditemukan-diduga-untuk-ritual-kesuburan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/29/18/2110485/batu-penis-dari-zaman-perunggu-ditemukan-diduga-untuk-ritual-kesuburan"/><item><title>Batu Penis dari Zaman Perunggu Ditemukan, Diduga untuk Ritual Kesuburan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/29/18/2110485/batu-penis-dari-zaman-perunggu-ditemukan-diduga-untuk-ritual-kesuburan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/29/18/2110485/batu-penis-dari-zaman-perunggu-ditemukan-diduga-untuk-ritual-kesuburan</guid><pubDate>Minggu 29 September 2019 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/28/18/2110485/batu-penis-dari-zaman-perunggu-ditemukan-diduga-untuk-ritual-kesuburan-ZoqFsk3p9o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Batu penis di Swedia. (Foto: The Archeologist/Daily Mail)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/28/18/2110485/batu-penis-dari-zaman-perunggu-ditemukan-diduga-untuk-ritual-kesuburan-ZoqFsk3p9o.jpg</image><title>Batu penis di Swedia. (Foto: The Archeologist/Daily Mail)</title></images><description>ROLLSBO - Sebuah penis batu ditemukan oleh para arkeolog di Swedia yang percaya batu itu digunakan untuk ritual kesuburan pengorbanan.
Batu berukuran 21 inci yang ditemukan selama penggalian di Rollsbo dekat Gothenburg.
Awalnya dianggap sebagai kuburan Zaman Perunggu tetapi sekarang telah dikaitkan dengan kultus kesuburan.
&amp;ldquo;Ini memiliki bentuk lingga yang berbeda. Saya berpikir ketika saya menemukan bahwa &amp;lsquo;Ya Tuhan, itu tidak mungkin benar&amp;rsquo;,&quot; kata Arisolog Gisela &amp;Auml;ngeby mengatakan kepada koran lokal G&amp;ouml;teborgs-Posten via Daily Mail, Sabtu (28/9/2019).
&quot;Saya menunjukkan gambar itu kepada kolega dan tidak ada diskusi, bentuk batu itu seperti penis,&quot; lanjut dia.

Batu lingga sering muncul selama penggalian tetapi jarang menemukan batu yang menyerupai penis.
Selain lingga batu, para arkeolog menemukan tulang binatang.

Para peneliti percaya itu adalah situs pengorbanan bagian dari Zaman Perunggu, antara 1800 dan 500 SM.
&quot;Saya percaya bahwa sehubungan dengan ereksi, itu digunakan untuk mempersembahkan korban, misalnya dalam kerangka pemujaan kesuburan,&quot; kata Gisella.
Hebatnya, para arkeolog percaya batu itu mungkin memiliki bentuknya secara alami sebelum kemudian disempurnakan.</description><content:encoded>ROLLSBO - Sebuah penis batu ditemukan oleh para arkeolog di Swedia yang percaya batu itu digunakan untuk ritual kesuburan pengorbanan.
Batu berukuran 21 inci yang ditemukan selama penggalian di Rollsbo dekat Gothenburg.
Awalnya dianggap sebagai kuburan Zaman Perunggu tetapi sekarang telah dikaitkan dengan kultus kesuburan.
&amp;ldquo;Ini memiliki bentuk lingga yang berbeda. Saya berpikir ketika saya menemukan bahwa &amp;lsquo;Ya Tuhan, itu tidak mungkin benar&amp;rsquo;,&quot; kata Arisolog Gisela &amp;Auml;ngeby mengatakan kepada koran lokal G&amp;ouml;teborgs-Posten via Daily Mail, Sabtu (28/9/2019).
&quot;Saya menunjukkan gambar itu kepada kolega dan tidak ada diskusi, bentuk batu itu seperti penis,&quot; lanjut dia.

Batu lingga sering muncul selama penggalian tetapi jarang menemukan batu yang menyerupai penis.
Selain lingga batu, para arkeolog menemukan tulang binatang.

Para peneliti percaya itu adalah situs pengorbanan bagian dari Zaman Perunggu, antara 1800 dan 500 SM.
&quot;Saya percaya bahwa sehubungan dengan ereksi, itu digunakan untuk mempersembahkan korban, misalnya dalam kerangka pemujaan kesuburan,&quot; kata Gisella.
Hebatnya, para arkeolog percaya batu itu mungkin memiliki bentuknya secara alami sebelum kemudian disempurnakan.</content:encoded></item></channel></rss>
