<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Dipercaya Akan Utamakan Stabilitas Keamanan Negara </title><description>Jokowi akan mengurusi masalah-masalah yang tengah bergejolak saat ini, daripada menyelesaikan nama-nama menteri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110856/jokowi-dipercaya-akan-utamakan-stabilitas-keamanan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110856/jokowi-dipercaya-akan-utamakan-stabilitas-keamanan-negara"/><item><title>Jokowi Dipercaya Akan Utamakan Stabilitas Keamanan Negara </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110856/jokowi-dipercaya-akan-utamakan-stabilitas-keamanan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110856/jokowi-dipercaya-akan-utamakan-stabilitas-keamanan-negara</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2110856/jokowi-dipercaya-akan-utamakan-stabilitas-keamanan-negara-vFS4zziSCK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2110856/jokowi-dipercaya-akan-utamakan-stabilitas-keamanan-negara-vFS4zziSCK.jpg</image><title>Jokowi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini lebih memikirkan bagaimana keamanan dirinya dan negara dibandingkan menyusun kabinet mendatang.&amp;nbsp;
Sebab itu, Ujang meyakini Jokowi akan mengurusi masalah-masalah yang tengah bergejolak saat ini, daripada menyelesaikan nama-nama yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II.
&quot;Nah ini sebenarnya, yang sedang diurus oleh Jokowi sekarang ini, nanti kabinet belakangan ketika ini sudah selesai,&quot; ujar Ujang kepada Okezone, Minggu (29/9/2019).

Baca Juga:&amp;nbsp;NasDem : Jokowi Sudah Terima Nama Calon Menteri dari Parpol Koalisi
Pasalnya, menurut Ujang, masalah-masalah yang kini dihadapi membuat Jokowi berada di posisi terjepit, seperti salah satunya adalah penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.
&quot;Sekarang posisinya maju mundur ini. Maju kena, mundur kena. Artinya kalau dia tidak mengeluarkan Perppu gitu kan, dia akan dikecewakan dan akan dibenci oleh mahasiswa, dan rakyat Indonesia,&quot; tuturnya.
&quot;Dan itu bisa menggoyangkan sendi-sendi kekuasaannya. Kalau dia mengeluarkan Perppu, dia akan dibenci oleh partai politik pendukungnya. Jadi dilema,&quot; lanjut Ujang.
Sekadar diketahui, Jokowi dan Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang. Setelah itu, mereka akan mengumunkan nama-nama kabinetnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini lebih memikirkan bagaimana keamanan dirinya dan negara dibandingkan menyusun kabinet mendatang.&amp;nbsp;
Sebab itu, Ujang meyakini Jokowi akan mengurusi masalah-masalah yang tengah bergejolak saat ini, daripada menyelesaikan nama-nama yang akan mengisi Kabinet Kerja Jilid II.
&quot;Nah ini sebenarnya, yang sedang diurus oleh Jokowi sekarang ini, nanti kabinet belakangan ketika ini sudah selesai,&quot; ujar Ujang kepada Okezone, Minggu (29/9/2019).

Baca Juga:&amp;nbsp;NasDem : Jokowi Sudah Terima Nama Calon Menteri dari Parpol Koalisi
Pasalnya, menurut Ujang, masalah-masalah yang kini dihadapi membuat Jokowi berada di posisi terjepit, seperti salah satunya adalah penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK.
&quot;Sekarang posisinya maju mundur ini. Maju kena, mundur kena. Artinya kalau dia tidak mengeluarkan Perppu gitu kan, dia akan dikecewakan dan akan dibenci oleh mahasiswa, dan rakyat Indonesia,&quot; tuturnya.
&quot;Dan itu bisa menggoyangkan sendi-sendi kekuasaannya. Kalau dia mengeluarkan Perppu, dia akan dibenci oleh partai politik pendukungnya. Jadi dilema,&quot; lanjut Ujang.
Sekadar diketahui, Jokowi dan Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang. Setelah itu, mereka akan mengumunkan nama-nama kabinetnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
