<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Gelar Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Kerusuhan di Wamena</title><description>Kegiatan ini digelar untuk menghilangkan traumatik kerusuhan pada anak-anak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110864/polisi-gelar-trauma-healing-untuk-anak-anak-korban-kerusuhan-di-wamena</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110864/polisi-gelar-trauma-healing-untuk-anak-anak-korban-kerusuhan-di-wamena"/><item><title>Polisi Gelar Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Kerusuhan di Wamena</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110864/polisi-gelar-trauma-healing-untuk-anak-anak-korban-kerusuhan-di-wamena</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110864/polisi-gelar-trauma-healing-untuk-anak-anak-korban-kerusuhan-di-wamena</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 08:23 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2110864/polisi-gelar-trauma-healing-untuk-anak-anak-korban-kerusuhan-di-wamena-WYGiNDgVbJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polwan berikan trauma healing kepada anak-anak korban kerusuhan Wamena. (Ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2110864/polisi-gelar-trauma-healing-untuk-anak-anak-korban-kerusuhan-di-wamena-WYGiNDgVbJ.jpg</image><title>Polwan berikan trauma healing kepada anak-anak korban kerusuhan Wamena. (Ist) </title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jajaran Polda Papua menggelar kegiatan pemulihan psikologi atau trauma healing kepada anak-anak yang menjadi korban dalam kerusuhan yang sempat terjadi di Wamena, Papua, beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal menyatakan, trauma healing tersebut dilakukan khusus untuk anak-anak yang berada di pengungsian. Tujuannya, kata Kamal, untuk menghilangkan traumatik terkait kerusuhan itu.
&quot;Tujuan trauma healing yang kami laksanakan ini untuk mengurangi traumatis para anak-anak pascakejadian kerusuhan pada 23 September 2019 di Kabupaten Jayawijaya Wamena,&quot; kata Kamal dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jakarta, Senin (30/9/2019).



Kamal menjelaskan, harapan dilakukan pemulihan psikologi ini agar anak-anak dapat kembali bersekolah dan semangat untuk  menikmati keadaan lingkungan sekitarnya dengan bermain tanpa ada rasa takut dengan kejadian yang sudah terjadi.
&quot;Selain menghibur anak-anak di tempat pengungsian Kodim 1702 Wamena, kegiatan trauma healing juga dilakukan di beberapa titik pengungsian lainya yang ada di Kota Wamena,&quot; ucap Kamal.

Baca Juga : Situasi Terkendali, TNI-Polri Jamin Keamanan di Wamena Papua

Sebelumnya, Polri menyebutkan sebanyak 26 orang meninggal dunia akibat kerusuhan di Kota Wamena, Jayawijaya, Papua, pada Senin, 23 September 2019.
Dalam hal ini, ke-26 orang tersebut terdiri atas 22 warga pendatang dan 4 lainnya penduduk asli Papua. Mereka meninggal akibat luka bacok dan akibat terbakar dalam rumahnya yang dibakar atau runtuh karena dibakar.

Baca Juga : Polri: Perusuh Demo Bukan Orang Wamena, Justru Mereka Lindungi Pendatang

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jajaran Polda Papua menggelar kegiatan pemulihan psikologi atau trauma healing kepada anak-anak yang menjadi korban dalam kerusuhan yang sempat terjadi di Wamena, Papua, beberapa waktu lalu.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal menyatakan, trauma healing tersebut dilakukan khusus untuk anak-anak yang berada di pengungsian. Tujuannya, kata Kamal, untuk menghilangkan traumatik terkait kerusuhan itu.
&quot;Tujuan trauma healing yang kami laksanakan ini untuk mengurangi traumatis para anak-anak pascakejadian kerusuhan pada 23 September 2019 di Kabupaten Jayawijaya Wamena,&quot; kata Kamal dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jakarta, Senin (30/9/2019).



Kamal menjelaskan, harapan dilakukan pemulihan psikologi ini agar anak-anak dapat kembali bersekolah dan semangat untuk  menikmati keadaan lingkungan sekitarnya dengan bermain tanpa ada rasa takut dengan kejadian yang sudah terjadi.
&quot;Selain menghibur anak-anak di tempat pengungsian Kodim 1702 Wamena, kegiatan trauma healing juga dilakukan di beberapa titik pengungsian lainya yang ada di Kota Wamena,&quot; ucap Kamal.

Baca Juga : Situasi Terkendali, TNI-Polri Jamin Keamanan di Wamena Papua

Sebelumnya, Polri menyebutkan sebanyak 26 orang meninggal dunia akibat kerusuhan di Kota Wamena, Jayawijaya, Papua, pada Senin, 23 September 2019.
Dalam hal ini, ke-26 orang tersebut terdiri atas 22 warga pendatang dan 4 lainnya penduduk asli Papua. Mereka meninggal akibat luka bacok dan akibat terbakar dalam rumahnya yang dibakar atau runtuh karena dibakar.

Baca Juga : Polri: Perusuh Demo Bukan Orang Wamena, Justru Mereka Lindungi Pendatang

</content:encoded></item></channel></rss>
