<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendukung Jokowi Usul Pelantikan Presiden 19 Oktober 2019</title><description>Kami mengusulkan kepada Presiden Jokowi soal pelantikan 19 Oktober 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110999/pendukung-jokowi-usul-pelantikan-presiden-19-oktober-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110999/pendukung-jokowi-usul-pelantikan-presiden-19-oktober-2019"/><item><title>Pendukung Jokowi Usul Pelantikan Presiden 19 Oktober 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110999/pendukung-jokowi-usul-pelantikan-presiden-19-oktober-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2110999/pendukung-jokowi-usul-pelantikan-presiden-19-oktober-2019</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 13:49 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2110999/pendukung-jokowi-usul-pelantikan-presiden-19-oktober-2019-StPIlSaUQA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi ketika di Asahan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2110999/pendukung-jokowi-usul-pelantikan-presiden-19-oktober-2019-StPIlSaUQA.jpg</image><title>Jokowi ketika di Asahan</title></images><description>JAKARTA - Sebagai pendukung Joko Widodo atau Jokowi, DPP Ormas Projo meminta KPU menyetujui usulan pemajuan waktu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 satu hari dari jadwal semula 20 Oktober menjadi 19 Oktober 2019.

&quot;Kami mengusulkan kepada Presiden Jokowi soal pelantikan 19 Oktober 2019. Beliau senyum-senyum saja. Kita semua memahami bahwa Presiden Jokowi adalah sosok yang taat aturan dan konstitusi. Kami  berharap dan yakin  KPU cukup bijak dalam hal ini,&quot; kata Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, Senin (30/9/2019).



Budi Arie mengatakan penjadwalan rangkaian pemilu hingga pelantikan dibuat oleh KPU untuk memastikan agenda kenegaraan dan pemerintahan berjalan lancar.

Projo berpendapat pelantikan pada 19 Oktober 2019 tak akan mengganggu agenda-agenda di atas. Efektifitas pemerintahan berikut keputusannya bisa diatur agar tak menyalahi undang-undang dan konstitusi. &quot;Jika jadwalnya mundur baru masalah. Ada masalah vacum of power dan pasti menimbulkan masalah ketata negaraan,&quot; ujar Budi.

&quot;Tanggal 19 Oktober 2019 jatuh pada hari Sabtu. Keluarga Indonesia sedang santai. Kami yakin jutaan rakyat akan mengawal pelantikan Presiden. Kami memaknainya sebagai merayakan mandat rakyat. Tidak hura-hura,  tapi tetap penuh sukacita, kedamaian dan optimisme,  &quot; ujar mantan aktivis 98 ini.

Baca Juga : Panglima TNI Pimpin Apel Pengamanan Pelantikan Presiden

Jika dilangsungkan pada hari Minggu, dia beralasan ada masyarakat yang ingin menjalankan ibadah dan beristirahat. &quot;Tidak ada alasan politis apapun dengan usulan ini. Hanya pertimbangan  kepraktisan masyarakat saja,&quot; ujarnya.

Menurut Budi Arie, pada hari itu masyarakat biasanya istirahat dan olahraga untuk menyiapkan fisik untuk esok  hari yaitu Senin. &quot;Ada car free day juga pada hari Minggu,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebagai pendukung Joko Widodo atau Jokowi, DPP Ormas Projo meminta KPU menyetujui usulan pemajuan waktu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024 satu hari dari jadwal semula 20 Oktober menjadi 19 Oktober 2019.

&quot;Kami mengusulkan kepada Presiden Jokowi soal pelantikan 19 Oktober 2019. Beliau senyum-senyum saja. Kita semua memahami bahwa Presiden Jokowi adalah sosok yang taat aturan dan konstitusi. Kami  berharap dan yakin  KPU cukup bijak dalam hal ini,&quot; kata Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi, Senin (30/9/2019).



Budi Arie mengatakan penjadwalan rangkaian pemilu hingga pelantikan dibuat oleh KPU untuk memastikan agenda kenegaraan dan pemerintahan berjalan lancar.

Projo berpendapat pelantikan pada 19 Oktober 2019 tak akan mengganggu agenda-agenda di atas. Efektifitas pemerintahan berikut keputusannya bisa diatur agar tak menyalahi undang-undang dan konstitusi. &quot;Jika jadwalnya mundur baru masalah. Ada masalah vacum of power dan pasti menimbulkan masalah ketata negaraan,&quot; ujar Budi.

&quot;Tanggal 19 Oktober 2019 jatuh pada hari Sabtu. Keluarga Indonesia sedang santai. Kami yakin jutaan rakyat akan mengawal pelantikan Presiden. Kami memaknainya sebagai merayakan mandat rakyat. Tidak hura-hura,  tapi tetap penuh sukacita, kedamaian dan optimisme,  &quot; ujar mantan aktivis 98 ini.

Baca Juga : Panglima TNI Pimpin Apel Pengamanan Pelantikan Presiden

Jika dilangsungkan pada hari Minggu, dia beralasan ada masyarakat yang ingin menjalankan ibadah dan beristirahat. &quot;Tidak ada alasan politis apapun dengan usulan ini. Hanya pertimbangan  kepraktisan masyarakat saja,&quot; ujarnya.

Menurut Budi Arie, pada hari itu masyarakat biasanya istirahat dan olahraga untuk menyiapkan fisik untuk esok  hari yaitu Senin. &quot;Ada car free day juga pada hari Minggu,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
