<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Jokowi: Jangan Anarkis!   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar mahasiswa yang kembali turun ke jalan guna menggelar demonstrasi untuk tidak anarkis.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2111020/mahasiswa-kembali-turun-ke-jalan-jokowi-jangan-anarkis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2111020/mahasiswa-kembali-turun-ke-jalan-jokowi-jangan-anarkis"/><item><title> Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Jokowi: Jangan Anarkis!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2111020/mahasiswa-kembali-turun-ke-jalan-jokowi-jangan-anarkis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2111020/mahasiswa-kembali-turun-ke-jalan-jokowi-jangan-anarkis</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2111020/mahasiswa-kembali-turun-ke-jalan-jokowi-jangan-anarkis-apH6eOSmKF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2111020/mahasiswa-kembali-turun-ke-jalan-jokowi-jangan-anarkis-apH6eOSmKF.jpg</image><title>Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar mahasiswa yang kembali turun ke jalan guna menggelar demonstrasi untuk tidak anarkis. Mahasiswa dari berbagai kelompok itu menggelar aksi demonstrasi menolak UU KPK dan sejumlah RUU yang menuai polemik di masyarakat.
&amp;nbsp;Baca juga: Anies ke Pengunjuk Rasa: Hindari Perusakan, Sampaikan Aspirasi dengan Cara Baik
Kepala Negara memastikan, bahwa konstitusi negara menjamin setiap warga negaranya untuk menyampaikan kebebasan berpendapat.

&quot;(Demo) nggak apa-apa. Konstitusi kita kan mmberikan kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Yang paling penting jangan rusuh, jangan anarkis. Sehingga menimbulkan kerugian,&quot; ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Wiranto: Menggagalkan Pelantikan DPR Berarti Melawan Konstitusi
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, bahwa para demonstran juga jangan sampai merusak fasilitas umum. Pemerintah, sambung dia, pasti mendengar aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa tersebut.

&quot;Jangan sampai ada yang merusak fasilitas-fasilitas umum dan yang paling penting itu. Kita mendengar kok. Sangat mendengar bukan mendengar, tapi sangat mendengar,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar mahasiswa yang kembali turun ke jalan guna menggelar demonstrasi untuk tidak anarkis. Mahasiswa dari berbagai kelompok itu menggelar aksi demonstrasi menolak UU KPK dan sejumlah RUU yang menuai polemik di masyarakat.
&amp;nbsp;Baca juga: Anies ke Pengunjuk Rasa: Hindari Perusakan, Sampaikan Aspirasi dengan Cara Baik
Kepala Negara memastikan, bahwa konstitusi negara menjamin setiap warga negaranya untuk menyampaikan kebebasan berpendapat.

&quot;(Demo) nggak apa-apa. Konstitusi kita kan mmberikan kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Yang paling penting jangan rusuh, jangan anarkis. Sehingga menimbulkan kerugian,&quot; ujar Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Wiranto: Menggagalkan Pelantikan DPR Berarti Melawan Konstitusi
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, bahwa para demonstran juga jangan sampai merusak fasilitas umum. Pemerintah, sambung dia, pasti mendengar aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa tersebut.

&quot;Jangan sampai ada yang merusak fasilitas-fasilitas umum dan yang paling penting itu. Kita mendengar kok. Sangat mendengar bukan mendengar, tapi sangat mendengar,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
