<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demo Tolak RKUHP &amp; UU KPK Dinilai Aneh oleh Wiranto</title><description>Wiranto menganggap demonstrasi massa menolak sejumlah RUU kontroversial sangat aneh</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2111023/demo-tolak-rkuhp-uu-kpk-dinilai-aneh-oleh-wiranto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2111023/demo-tolak-rkuhp-uu-kpk-dinilai-aneh-oleh-wiranto"/><item><title>Demo Tolak RKUHP &amp; UU KPK Dinilai Aneh oleh Wiranto</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2111023/demo-tolak-rkuhp-uu-kpk-dinilai-aneh-oleh-wiranto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/30/337/2111023/demo-tolak-rkuhp-uu-kpk-dinilai-aneh-oleh-wiranto</guid><pubDate>Senin 30 September 2019 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2111023/demo-tolak-rkuhp-uu-kpk-dinilai-aneh-oleh-wiranto-YhEvP0OiAY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiranto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/30/337/2111023/demo-tolak-rkuhp-uu-kpk-dinilai-aneh-oleh-wiranto-YhEvP0OiAY.jpg</image><title>Wiranto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menganggap demonstrasi massa menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) kontroversial sangat aneh. Sebabnya, saat ini sudah ada jalur penyelesaian tetapi massa disebut masih terus berdemo.
&quot;Kita juga masih menghadapi demonstrasi yang menolak UU KPK maupun RKUHP. Ini memang agak aneh, sudah ada jalur komunikasi, sudah ada jalur penyelesaian tapi mengapa masih ada demonstrasi yg mengedepankan penolakan masalah itu,&quot; ucapnya di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

Baca Juga: Wiranto: Menggagalkan Pelantikan DPR Berarti Melawan Konstitusi
Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ini menegaskan akan menyelesaikan persoalan itu bersama-sama. Dia juga mengimbau agar elemen masyarakat dapat menolak jika ada ajakan untuk melawan konstitusi.
&quot;Kami juga mengajak masyarakat untuk memahami masalah ini karena adik-adik mahasiswa, pelajar, buruh tani, karyawan, tukang ojek, paramadis, masyarakat agamis, untuk bersama menolak dan tidak terpengaruh oleh ajakan untuk melawan konstitusi,&quot; jelas Wiranto.Sekadar informasi, sejumlah elemen masyarakat yang dimotori mahasiswa  kembali berdemo di gedung DPR/MPR dan di sekitar Istana Negara hari  ini. Bertajuk #ReformasiDikorupsi, massa menolak sejumlah RUU dan UU  kontroversial.
Beleid yang ditolak itu mencakup UU KPK hasil  revisi, RUU Pemasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan, RKUHP, RUU Pertambangan  Minerba, dan lain sebagainya. Massa juga menuntut pemerintah dan DPR  membatalkan pimpinan KPK yang bermasalah.
Kemudian massa juga  menolak TNI-Polri menduduki jabatan sipil, menghentikan praktik  militerisme di Papua, hentikan kriminalisasi aktivis, menghentikan  kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mempidanakan pelakunya, serta  tuntaskan pelanggaran HAM dan pulihkan hak korban.
Sebelumnya,  demonstrasi terkait isu ini juga massif terjadi di beberapa kota di  Indonesia. Bahkan beberapa nyawa melayang akibat ditembak oleh oknum  yang hingga kini masih misterius.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menganggap demonstrasi massa menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) kontroversial sangat aneh. Sebabnya, saat ini sudah ada jalur penyelesaian tetapi massa disebut masih terus berdemo.
&quot;Kita juga masih menghadapi demonstrasi yang menolak UU KPK maupun RKUHP. Ini memang agak aneh, sudah ada jalur komunikasi, sudah ada jalur penyelesaian tapi mengapa masih ada demonstrasi yg mengedepankan penolakan masalah itu,&quot; ucapnya di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/9/2019).

Baca Juga: Wiranto: Menggagalkan Pelantikan DPR Berarti Melawan Konstitusi
Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ini menegaskan akan menyelesaikan persoalan itu bersama-sama. Dia juga mengimbau agar elemen masyarakat dapat menolak jika ada ajakan untuk melawan konstitusi.
&quot;Kami juga mengajak masyarakat untuk memahami masalah ini karena adik-adik mahasiswa, pelajar, buruh tani, karyawan, tukang ojek, paramadis, masyarakat agamis, untuk bersama menolak dan tidak terpengaruh oleh ajakan untuk melawan konstitusi,&quot; jelas Wiranto.Sekadar informasi, sejumlah elemen masyarakat yang dimotori mahasiswa  kembali berdemo di gedung DPR/MPR dan di sekitar Istana Negara hari  ini. Bertajuk #ReformasiDikorupsi, massa menolak sejumlah RUU dan UU  kontroversial.
Beleid yang ditolak itu mencakup UU KPK hasil  revisi, RUU Pemasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan, RKUHP, RUU Pertambangan  Minerba, dan lain sebagainya. Massa juga menuntut pemerintah dan DPR  membatalkan pimpinan KPK yang bermasalah.
Kemudian massa juga  menolak TNI-Polri menduduki jabatan sipil, menghentikan praktik  militerisme di Papua, hentikan kriminalisasi aktivis, menghentikan  kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mempidanakan pelakunya, serta  tuntaskan pelanggaran HAM dan pulihkan hak korban.
Sebelumnya,  demonstrasi terkait isu ini juga massif terjadi di beberapa kota di  Indonesia. Bahkan beberapa nyawa melayang akibat ditembak oleh oknum  yang hingga kini masih misterius.</content:encoded></item></channel></rss>
