<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Dilantik, Anggota DPR Diminta Jeli agar Rakyat Adil-Makmur </title><description>Sebanyak 575 orang resmi dilantik sebagai anggota DPR RI pada Selasa 1 Oktober 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/01/337/2111719/pasca-dilantik-anggota-dpr-diminta-jeli-agar-rakyat-adil-makmur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/01/337/2111719/pasca-dilantik-anggota-dpr-diminta-jeli-agar-rakyat-adil-makmur"/><item><title>Pasca-Dilantik, Anggota DPR Diminta Jeli agar Rakyat Adil-Makmur </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/01/337/2111719/pasca-dilantik-anggota-dpr-diminta-jeli-agar-rakyat-adil-makmur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/01/337/2111719/pasca-dilantik-anggota-dpr-diminta-jeli-agar-rakyat-adil-makmur</guid><pubDate>Selasa 01 Oktober 2019 21:56 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/01/337/2111719/pasca-dilantik-anggota-dpr-diminta-jeli-agar-rakyat-adil-makmur-kInxhflPda.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelantikan Pimpinan DPR 2019-2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/01/337/2111719/pasca-dilantik-anggota-dpr-diminta-jeli-agar-rakyat-adil-makmur-kInxhflPda.jpg</image><title>Pelantikan Pimpinan DPR 2019-2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 575 orang resmi dilantik sebagai anggota DPR RI pada Selasa 1 Oktober 2019. Mereka akan mengabdi sebagai wakil rakyat selama lima tahun untuk periode&amp;nbsp; 2019-2024.
Ibnu Munzir, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Periode 2014-2019 menuturkan, mereka adalah pilihan rakyat Indonesia, merekalah yang akan menjadi mata dan mulut rakyat Indonesia selama lima tahun ke depan.
&quot;Melihat dengan jeli apa yang mesti pemerintah lakukan, kemudian bicara dengan terpola demi mencapai adagium adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita sama sama haturkan selamat bekerja,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Pimpinan DPR Periode 2019-2024 Resmi Dilantik
Menurut Ibnu, dengan pelantikan tersebut, maka amanah yang disematkan kepada dirinya sebagai wakil rakyat periode 2014-2019 berakhir. Ia menyampaikan permohonan maag dan terima kasih terhadap masyarakat Sulawesi Barat yang telah menitipkan amanah kepada dirinya.
&quot;Sejak 1992, saya secara formal berada di ruang politik sampai hari ini. Dari Makassar sampai ke Senayan. Tentu saja menggariskan banyak pembelajaran. Keterlibatan yang utuh pada Pansus Century, RUU Sumber Daya Air, RUU pemerintahan Daerah, RUU desa sampai menjadi inisiator pembentukan Sulawesi Barat dan beberapa kerja-kerja perundang-undangan memberi pahaman bahwa masih tersisa banyak hal yang mesti dituntaskan di negeri ini,&quot; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/01/58945/302369_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kapolri hingga Anies Baswedan Hadiri Pelantikan Anggota DPR&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ibnu menambahkan, dipercaya Partai Golkar sebagai wakil ketua fraksi plus wakil ketua Komisi V bukanlah sebuah beban kecil. Marwah partai harus dimunculkan  dalam menyoal persoalan publik di bidang pendidikan, agama dan tenaga kerja.
&quot;Sengkarut yang muncul di ranah itu begitu luas. Jumlah pengangguran, posisi umat yang gampang terbelah dan juga saudara-saudara kita yang kadang terzalimi oleh perusahaan atau negara lain adalah contoh mata rantai panjang yang masih butuh dituntaskan,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sah! 575 Anggota DPR Periode 2019-2024 Resmi Dilantik&amp;nbsp;
Menurut Ibnu, lima tahun sejatinya tak cukup, maka ini harus menjadi memo bagi yang dilantik hari ini untuk terus menyuarakan sampai pada titik seadil-adilnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun, tak itu saja, amanah Golkar sebagai korbid kepartaian adalah wilayah lain yang membutuhkan energi yang tak kecil untuk merawat keutuhan partai sebagai pilar bangun kebangsaan ini.



&quot;Dan 2019 sungguhlah tahun yang padat. Pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di helat dalam waktu yang sama. Dan Golkar mengetuk palu, menjadi bahagaian dari Jokowi. Bagi Golkar, Jokowi harus diberi kesempatan untuk mengutuhkan ikhtiar nawacita yang telah didengungkan selama 5 tahun. Sikap tegas ini disampaikan oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, di pelbagai kesempatan,&quot; ujarnya.



Baginya, hal tersebut sekaligus pesan untuk total menunjukkan Golkar sebagai mesin poltik modern yang harus memilah dengan cerdas antara pilihan mengurusi diri sendiri atau meletakkan kepentingan kepemimpinan nasional sebagai hal yang utama.



Pernyataan ketua umum Golkar sebagai simbol partai harus diterjemahkan oleh seluruh perangkat di sekitarnya. Hal itu menjadi alasan bagi dirinya menjalani roadshow panjang di sebahagian besar pulau Jawa, menemui para kiai sepuh sebagai pemuncak kultural di berbagai tempat sekaligus menepis begitu banyak hujatan.



&quot;Dan mendaraskan kembali ikhtiar kebangsaan yang diringkas dalam nawacita. Bagi saya, keberpihakan Golkar haruslah berjejak baik. Meski resikonya mengabaikan sosialisasi di daerah pemilihan,&quot; katanya.



&quot;Akhirnya saya harus istirahat sejenak, nama saya tak muncul di KPU. Tapi sungguh tak ada kekecewaan di situ,&quot; imbuhnya.




Politik, sambung Ibnu adalah seni memilih. Seni yang sejatinya meretas kekecilan hati juga kesumat. Seni yang menumbuhkan senantiasa pengharapan. Dengan tidak terpilih dirinya tak perlu berkecil hati, karena ladang pengabdian begitu luas di negeri ini.







&quot;Kepada segenap tim, kawan dan saudara-saudaraku di Sulbar, Anda memang tak sempat melahirkan seorang legislator di Senayan, tapi Anda dengan nyata melahirkan Presiden. Kemenangan telak Jokowi di Sulbar adalah bahagian dari kemenangan Jokowi secara total. Dan bagi saya, bagi ketua umum Airlangga Hartanto dan bagi Golkar, itu kemenangan besar kami dengan nyata,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 575 orang resmi dilantik sebagai anggota DPR RI pada Selasa 1 Oktober 2019. Mereka akan mengabdi sebagai wakil rakyat selama lima tahun untuk periode&amp;nbsp; 2019-2024.
Ibnu Munzir, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Periode 2014-2019 menuturkan, mereka adalah pilihan rakyat Indonesia, merekalah yang akan menjadi mata dan mulut rakyat Indonesia selama lima tahun ke depan.
&quot;Melihat dengan jeli apa yang mesti pemerintah lakukan, kemudian bicara dengan terpola demi mencapai adagium adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari kita sama sama haturkan selamat bekerja,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Pimpinan DPR Periode 2019-2024 Resmi Dilantik
Menurut Ibnu, dengan pelantikan tersebut, maka amanah yang disematkan kepada dirinya sebagai wakil rakyat periode 2014-2019 berakhir. Ia menyampaikan permohonan maag dan terima kasih terhadap masyarakat Sulawesi Barat yang telah menitipkan amanah kepada dirinya.
&quot;Sejak 1992, saya secara formal berada di ruang politik sampai hari ini. Dari Makassar sampai ke Senayan. Tentu saja menggariskan banyak pembelajaran. Keterlibatan yang utuh pada Pansus Century, RUU Sumber Daya Air, RUU pemerintahan Daerah, RUU desa sampai menjadi inisiator pembentukan Sulawesi Barat dan beberapa kerja-kerja perundang-undangan memberi pahaman bahwa masih tersisa banyak hal yang mesti dituntaskan di negeri ini,&quot; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/01/58945/302369_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kapolri hingga Anies Baswedan Hadiri Pelantikan Anggota DPR&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ibnu menambahkan, dipercaya Partai Golkar sebagai wakil ketua fraksi plus wakil ketua Komisi V bukanlah sebuah beban kecil. Marwah partai harus dimunculkan  dalam menyoal persoalan publik di bidang pendidikan, agama dan tenaga kerja.
&quot;Sengkarut yang muncul di ranah itu begitu luas. Jumlah pengangguran, posisi umat yang gampang terbelah dan juga saudara-saudara kita yang kadang terzalimi oleh perusahaan atau negara lain adalah contoh mata rantai panjang yang masih butuh dituntaskan,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sah! 575 Anggota DPR Periode 2019-2024 Resmi Dilantik&amp;nbsp;
Menurut Ibnu, lima tahun sejatinya tak cukup, maka ini harus menjadi memo bagi yang dilantik hari ini untuk terus menyuarakan sampai pada titik seadil-adilnya bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun, tak itu saja, amanah Golkar sebagai korbid kepartaian adalah wilayah lain yang membutuhkan energi yang tak kecil untuk merawat keutuhan partai sebagai pilar bangun kebangsaan ini.



&quot;Dan 2019 sungguhlah tahun yang padat. Pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di helat dalam waktu yang sama. Dan Golkar mengetuk palu, menjadi bahagaian dari Jokowi. Bagi Golkar, Jokowi harus diberi kesempatan untuk mengutuhkan ikhtiar nawacita yang telah didengungkan selama 5 tahun. Sikap tegas ini disampaikan oleh Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, di pelbagai kesempatan,&quot; ujarnya.



Baginya, hal tersebut sekaligus pesan untuk total menunjukkan Golkar sebagai mesin poltik modern yang harus memilah dengan cerdas antara pilihan mengurusi diri sendiri atau meletakkan kepentingan kepemimpinan nasional sebagai hal yang utama.



Pernyataan ketua umum Golkar sebagai simbol partai harus diterjemahkan oleh seluruh perangkat di sekitarnya. Hal itu menjadi alasan bagi dirinya menjalani roadshow panjang di sebahagian besar pulau Jawa, menemui para kiai sepuh sebagai pemuncak kultural di berbagai tempat sekaligus menepis begitu banyak hujatan.



&quot;Dan mendaraskan kembali ikhtiar kebangsaan yang diringkas dalam nawacita. Bagi saya, keberpihakan Golkar haruslah berjejak baik. Meski resikonya mengabaikan sosialisasi di daerah pemilihan,&quot; katanya.



&quot;Akhirnya saya harus istirahat sejenak, nama saya tak muncul di KPU. Tapi sungguh tak ada kekecewaan di situ,&quot; imbuhnya.




Politik, sambung Ibnu adalah seni memilih. Seni yang sejatinya meretas kekecilan hati juga kesumat. Seni yang menumbuhkan senantiasa pengharapan. Dengan tidak terpilih dirinya tak perlu berkecil hati, karena ladang pengabdian begitu luas di negeri ini.







&quot;Kepada segenap tim, kawan dan saudara-saudaraku di Sulbar, Anda memang tak sempat melahirkan seorang legislator di Senayan, tapi Anda dengan nyata melahirkan Presiden. Kemenangan telak Jokowi di Sulbar adalah bahagian dari kemenangan Jokowi secara total. Dan bagi saya, bagi ketua umum Airlangga Hartanto dan bagi Golkar, itu kemenangan besar kami dengan nyata,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
