<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Tiga Tuntutan Buruh yang Menggelar Demo di DPR</title><description>Massa buruh menyuarakan tiga tuntutan utama dalam unjuk rasa hari ini di DPR dan Istana Negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/02/337/2111855/ini-tiga-tuntutan-buruh-yang-menggelar-demo-di-dpr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/02/337/2111855/ini-tiga-tuntutan-buruh-yang-menggelar-demo-di-dpr"/><item><title>Ini Tiga Tuntutan Buruh yang Menggelar Demo di DPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/02/337/2111855/ini-tiga-tuntutan-buruh-yang-menggelar-demo-di-dpr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/02/337/2111855/ini-tiga-tuntutan-buruh-yang-menggelar-demo-di-dpr</guid><pubDate>Rabu 02 Oktober 2019 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/02/337/2111855/ini-tiga-tuntutan-buruh-yang-menggelar-demo-di-dpr-yOBFPBMsPi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi demo buruh. (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/02/337/2111855/ini-tiga-tuntutan-buruh-yang-menggelar-demo-di-dpr-yOBFPBMsPi.jpg</image><title>Ilustrasi demo buruh. (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada hari ini menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan; dan Istana Negara, Jakarta Pusat. Rencananya aksi tersebut diikuti sebanyak 50.000 orang.
Baca juga:   Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar DPR saat Demo Buruh&amp;nbsp;
 
Dalam aksi ini, massa buruh menyuarakan tiga tuntutan utama, yakni:
1. Menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
2. Menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.
3. Tolak upah murah/cabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

Guna mengamankan aksi massa buruh ini, sebanyak 8.000 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dikerahkan melakukan pengamanan.
&quot;Polri 6.000 dan untuk TNI 2.000-an serta Pamdal DPR sekitar 100 personel,&quot; kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Okezone, di Jakarta, Rabu (2/10/2019).
Baca juga:   Demo Buruh di Surabaya, 3.000 Personel Pengamanan Dikerahkan&amp;nbsp;
 
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan Satuan Lalu Lintas juga menyiapkan pengalihan arus di sekitar Gedung DPR.
&quot;Ada rekayasa lalu lintas, sifatnya situasional,&quot; ujar Argo ketika dikonfirmasi secara terpisah. (han)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada hari ini menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan; dan Istana Negara, Jakarta Pusat. Rencananya aksi tersebut diikuti sebanyak 50.000 orang.
Baca juga:   Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar DPR saat Demo Buruh&amp;nbsp;
 
Dalam aksi ini, massa buruh menyuarakan tiga tuntutan utama, yakni:
1. Menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.
2. Menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.
3. Tolak upah murah/cabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

Guna mengamankan aksi massa buruh ini, sebanyak 8.000 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dikerahkan melakukan pengamanan.
&quot;Polri 6.000 dan untuk TNI 2.000-an serta Pamdal DPR sekitar 100 personel,&quot; kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Okezone, di Jakarta, Rabu (2/10/2019).
Baca juga:   Demo Buruh di Surabaya, 3.000 Personel Pengamanan Dikerahkan&amp;nbsp;
 
Sementara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan Satuan Lalu Lintas juga menyiapkan pengalihan arus di sekitar Gedung DPR.
&quot;Ada rekayasa lalu lintas, sifatnya situasional,&quot; ujar Argo ketika dikonfirmasi secara terpisah. (han)</content:encoded></item></channel></rss>
