<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Dramatis Warga Sampang Selamatkan Diri dari Amukan Massa di Wamena</title><description>Kisah dramatis dibagikan pengungsi Wamena asal Sampang, Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/03/337/2112202/kisah-dramatis-warga-sampang-selamatkan-diri-dari-amukan-massa-di-wamena</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/03/337/2112202/kisah-dramatis-warga-sampang-selamatkan-diri-dari-amukan-massa-di-wamena"/><item><title>Kisah Dramatis Warga Sampang Selamatkan Diri dari Amukan Massa di Wamena</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/03/337/2112202/kisah-dramatis-warga-sampang-selamatkan-diri-dari-amukan-massa-di-wamena</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/03/337/2112202/kisah-dramatis-warga-sampang-selamatkan-diri-dari-amukan-massa-di-wamena</guid><pubDate>Kamis 03 Oktober 2019 03:13 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/03/337/2112202/kisah-dramatis-warga-sampang-selamatkan-diri-dari-amukan-massa-di-wamena-M6DdrmeNAc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tiba di Lanud Abdul Rachman Saleh, Pengungsi Asal Sampang Bernama Salim Menceritakan Caranya Menyelamatkan Diri saat Kerusuhan di Wamena, Papua (foto: Okezone/Avirista M)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/03/337/2112202/kisah-dramatis-warga-sampang-selamatkan-diri-dari-amukan-massa-di-wamena-M6DdrmeNAc.jpg</image><title>Tiba di Lanud Abdul Rachman Saleh, Pengungsi Asal Sampang Bernama Salim Menceritakan Caranya Menyelamatkan Diri saat Kerusuhan di Wamena, Papua (foto: Okezone/Avirista M)</title></images><description>MALANG - Kisah dramatis dibagikan pengungsi Wamena asal Sampang, Jawa Timur. Pria bernama Salim ini menuturkan berhasil selamat dari pembakaran massa setelah menjebol bagian rumahnya.

&quot;Jadi waktu itu rumah lantai 1 sudah mulai terbakar. Di depan sudah ada puluhan orang. Saat itu juga saya langsung ke lantai 2 dan tidak berpikir menyelamatkan barang - barang. Saya lalu ke belakang rumah di lantai 1 dan menjebol triplek,&quot; ujar Salim saat ditemui Okezone di Lanud Abdul Rachman Saleh, Rabu (2/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Setop Pakai Istilah Orang Asli Papua dan Pendatang, Kita Bersaudara!&amp;nbsp;
Saat keluar rumah itulah, ia diselamatkan oleh 3 anggota TNI yang membawanya ke Kodim Wamena bersama ribuan warga pendatang lainnya.
&amp;nbsp;
Di sepanjang jalan dari rumahnya menuju lokasi evakuasi, ia melihat betapa mengerikannya kondisi Wamena. Mayat bergelimpangan di mana - mana, rumah, ruko, hingga kendaraan bermotor habis dibakar massa.

&quot;Sudah parah dan mengerikan sekali. Di Wamena mereka dibunuh dan dibakar ramai - ramai. Dibacok terus dibakar hidup - hidup, sungguh mengerikan,&quot; kisahnya.

Salim mengungkapkan mayoritas korban berasal warga pendatang, sedangkan yang melakukan yakni warga asli Wamena.

&quot;Yang dicari itu ya perantau. Itu semua dibabat habis, rumah yang ketahuan milik perantau jadi amukan penduduk sana, dibakar habis semua,&quot; jelasnya.

Bahkan Salim menjadi saksi bagaimana istri dan anak tetangganya asal Toraja, Sulawesi Utara, meregang nyawa. &quot;Korbannya salah satu tetangga saya, dia dari Toraja. Rumahnya dibakar habis, yang selamat hanya dia, sedangkan istri dan anaknya meninggal dibakar bersama rumahnya,&quot; kisahnya.

Salim menjadi bagian dari 120 orang pengungsi Wamena asal Jawa Timur yang dipulangkan menggunakan pesawat hercules milik TNI AU.Rabu siang tadi 120 orang pengungsi Wamena dari berbagai kota di Jawa Timur dikembalikan ke daerah masing - masing, seperti Malang, Blitar, Pasuruan, Sampang, hingga Lumajang. Di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang para pengungsi disambut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Para pengungsi tiba dengan kondisi seadanya, beberapa pakaian mereka tampak lusuh. Barang bawaan yang dibawa pun seadanya yang bisa diselamatkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Damailah Wamena, agar Kami Bisa Kembali
&amp;nbsp;
Satu per satu pengungsi disalami oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bahkan Khofifah langsung menggendong salah seorang anak dari pengungsi sambil menyalami para pengungsi.

&quot;Jadi sebetulnya sudah 3 hari yang lalu tiap hari ada yang datang. Kita ingin memberikan perlindungan evakuasi kepada terutama warga Jatim, didalam rombingan ini tidak semua warga Jatim, tetapi bahwa mereka siapapun harus mendapatkan perlindungan keamanan,&quot; tutur Khofifah.</description><content:encoded>MALANG - Kisah dramatis dibagikan pengungsi Wamena asal Sampang, Jawa Timur. Pria bernama Salim ini menuturkan berhasil selamat dari pembakaran massa setelah menjebol bagian rumahnya.

&quot;Jadi waktu itu rumah lantai 1 sudah mulai terbakar. Di depan sudah ada puluhan orang. Saat itu juga saya langsung ke lantai 2 dan tidak berpikir menyelamatkan barang - barang. Saya lalu ke belakang rumah di lantai 1 dan menjebol triplek,&quot; ujar Salim saat ditemui Okezone di Lanud Abdul Rachman Saleh, Rabu (2/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Setop Pakai Istilah Orang Asli Papua dan Pendatang, Kita Bersaudara!&amp;nbsp;
Saat keluar rumah itulah, ia diselamatkan oleh 3 anggota TNI yang membawanya ke Kodim Wamena bersama ribuan warga pendatang lainnya.
&amp;nbsp;
Di sepanjang jalan dari rumahnya menuju lokasi evakuasi, ia melihat betapa mengerikannya kondisi Wamena. Mayat bergelimpangan di mana - mana, rumah, ruko, hingga kendaraan bermotor habis dibakar massa.

&quot;Sudah parah dan mengerikan sekali. Di Wamena mereka dibunuh dan dibakar ramai - ramai. Dibacok terus dibakar hidup - hidup, sungguh mengerikan,&quot; kisahnya.

Salim mengungkapkan mayoritas korban berasal warga pendatang, sedangkan yang melakukan yakni warga asli Wamena.

&quot;Yang dicari itu ya perantau. Itu semua dibabat habis, rumah yang ketahuan milik perantau jadi amukan penduduk sana, dibakar habis semua,&quot; jelasnya.

Bahkan Salim menjadi saksi bagaimana istri dan anak tetangganya asal Toraja, Sulawesi Utara, meregang nyawa. &quot;Korbannya salah satu tetangga saya, dia dari Toraja. Rumahnya dibakar habis, yang selamat hanya dia, sedangkan istri dan anaknya meninggal dibakar bersama rumahnya,&quot; kisahnya.

Salim menjadi bagian dari 120 orang pengungsi Wamena asal Jawa Timur yang dipulangkan menggunakan pesawat hercules milik TNI AU.Rabu siang tadi 120 orang pengungsi Wamena dari berbagai kota di Jawa Timur dikembalikan ke daerah masing - masing, seperti Malang, Blitar, Pasuruan, Sampang, hingga Lumajang. Di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang para pengungsi disambut oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Para pengungsi tiba dengan kondisi seadanya, beberapa pakaian mereka tampak lusuh. Barang bawaan yang dibawa pun seadanya yang bisa diselamatkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Damailah Wamena, agar Kami Bisa Kembali
&amp;nbsp;
Satu per satu pengungsi disalami oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bahkan Khofifah langsung menggendong salah seorang anak dari pengungsi sambil menyalami para pengungsi.

&quot;Jadi sebetulnya sudah 3 hari yang lalu tiap hari ada yang datang. Kita ingin memberikan perlindungan evakuasi kepada terutama warga Jatim, didalam rombingan ini tidak semua warga Jatim, tetapi bahwa mereka siapapun harus mendapatkan perlindungan keamanan,&quot; tutur Khofifah.</content:encoded></item></channel></rss>
