<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi : Kita Telah Meletakkan Pembangunan Indonesia Sentris</title><description>Kita juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesia sentris bukan Jawa sentris.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/03/337/2112441/jokowi-kita-telah-meletakkan-pembangunan-indonesia-sentris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/03/337/2112441/jokowi-kita-telah-meletakkan-pembangunan-indonesia-sentris"/><item><title>Jokowi : Kita Telah Meletakkan Pembangunan Indonesia Sentris</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/03/337/2112441/jokowi-kita-telah-meletakkan-pembangunan-indonesia-sentris</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/03/337/2112441/jokowi-kita-telah-meletakkan-pembangunan-indonesia-sentris</guid><pubDate>Kamis 03 Oktober 2019 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/03/337/2112441/jokowi-kita-telah-meletakkan-pembangunan-indonesia-sentris-9g9ISDcw6s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/03/337/2112441/jokowi-kita-telah-meletakkan-pembangunan-indonesia-sentris-9g9ISDcw6s.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kepada para menteri dan kepala lembaga negara di Kabinet Kerja Jilid I bahwa pemerintah telah meletakkan pembangunan Indonesia sentris dan bukan Jawa sentris.

&quot;Kita juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesia sentris bukan Jawa sentris dalam melakukan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur,&quot; ujar Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna untuk mengevaluasi pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan persiapan implementasi APBN Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10/2019).



Kepala Negara menekankan pemerintah juga telah memulai reformasi struktural  namun memang belum besar-besaran. Sehingga, ia berharap, lima tahun ke depan pemerintah akan melakukan reformasi struktural secara besar-besaran.

&quot;Dalam rangka meningkatkan daya saing memangkas banyak aturan prosedur yang menghambat dan berbelit-belit yang kita punyai saat ini,&quot; jelasnya.

Ia pun menerangkan pemerintah juga akan melakukan reformasi program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan terutama kepada masyarakat

&quot;40 persen terbawah juga telah kita lakukan. Kita melihat dalam 5 tahun ini penguatan di bidang monitoring di bidang pengendalian eksekusinya di lapangan juga kita lakukan dengan baik dan perencanaan dalam implementasi dan dalam eksekusi,&quot; terang Jokowi.

Baca Juga : Pimpin Sidang Kabinet Terakhir, Jokowi : Terima Kasih Semua Menteri &amp;amp; Kepala Lembaga

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu melihat banyak hal yang telah berjalan. Sebab itu, ia menerangkan kehandalan proses eksekusi dan efektivitas proses delivery harus menjadi penekanan dalam rancangan RPJM tahun 2020-2024.

&quot;Dan terakhir untuk persiapan implementasi APBN tahun depan 2020 ini ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa 2020 program tahun pertama pada periode pembangunan RPJM 2020-2024 yang kita fokuskan kepada pembangunan SDM,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kepada para menteri dan kepala lembaga negara di Kabinet Kerja Jilid I bahwa pemerintah telah meletakkan pembangunan Indonesia sentris dan bukan Jawa sentris.

&quot;Kita juga telah meletakkan fondasi bagi pembangunan Indonesia sentris bukan Jawa sentris dalam melakukan percepatan pembangunan di bidang infrastruktur,&quot; ujar Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna untuk mengevaluasi pelaksanaan RPJMN 2014-2019 dan persiapan implementasi APBN Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10/2019).



Kepala Negara menekankan pemerintah juga telah memulai reformasi struktural  namun memang belum besar-besaran. Sehingga, ia berharap, lima tahun ke depan pemerintah akan melakukan reformasi struktural secara besar-besaran.

&quot;Dalam rangka meningkatkan daya saing memangkas banyak aturan prosedur yang menghambat dan berbelit-belit yang kita punyai saat ini,&quot; jelasnya.

Ia pun menerangkan pemerintah juga akan melakukan reformasi program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan terutama kepada masyarakat

&quot;40 persen terbawah juga telah kita lakukan. Kita melihat dalam 5 tahun ini penguatan di bidang monitoring di bidang pengendalian eksekusinya di lapangan juga kita lakukan dengan baik dan perencanaan dalam implementasi dan dalam eksekusi,&quot; terang Jokowi.

Baca Juga : Pimpin Sidang Kabinet Terakhir, Jokowi : Terima Kasih Semua Menteri &amp;amp; Kepala Lembaga

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu melihat banyak hal yang telah berjalan. Sebab itu, ia menerangkan kehandalan proses eksekusi dan efektivitas proses delivery harus menjadi penekanan dalam rancangan RPJM tahun 2020-2024.

&quot;Dan terakhir untuk persiapan implementasi APBN tahun depan 2020 ini ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa 2020 program tahun pertama pada periode pembangunan RPJM 2020-2024 yang kita fokuskan kepada pembangunan SDM,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
