<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Juru Parkir Tewas saat Demo di DPR karena Sesak Napas </title><description>Argo mengatakan, jika dilihat sepintas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/04/337/2112868/polisi-juru-parkir-tewas-saat-demo-di-dpr-karena-sesak-napas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/04/337/2112868/polisi-juru-parkir-tewas-saat-demo-di-dpr-karena-sesak-napas"/><item><title>Polisi: Juru Parkir Tewas saat Demo di DPR karena Sesak Napas </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/04/337/2112868/polisi-juru-parkir-tewas-saat-demo-di-dpr-karena-sesak-napas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/04/337/2112868/polisi-juru-parkir-tewas-saat-demo-di-dpr-karena-sesak-napas</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2019 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/04/337/2112868/polisi-juru-parkir-tewas-saat-demo-di-dpr-karena-sesak-napas-wQ8oZC1h5T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/04/337/2112868/polisi-juru-parkir-tewas-saat-demo-di-dpr-karena-sesak-napas-wQ8oZC1h5T.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Seorang juru parkir, Maulana Suryadi meninggal dunia. Kabar yang beredar menyebutkan Maulana diduga menjadi korban penganiayaan saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, pada 25 September 2019.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, jika dilihat sepintas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal itu juga telah disaksikan ibu korban.
&quot;Ibu kandung almarhum atas nama Maspupah datang ke Rumah Sakit Polri melihat jenazah anaknya untuk dibawa pulang. Ibu kandung melihat sendiri jenazah anaknya, dan melihat tidak ada tanda-tanda kekerasan apa pun,&quot; katanya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;KPAI: Pemda Tak Optimal Cegah Pelajar Ikut Demo di DPR&amp;nbsp;
Saat polisi menawarkan untuk diautopsi, ibu kandung korban menolak. Namun, sesuai dengan hasil visum, ibu korban mengakui kalau anaknya memang memiliki riwayat sesak napas.
&quot;Kemudian, ibu kandung tidak mau di autopsi karena memang anaknya mempunyai riwayat sesak napas. Ada pernyataan di tandatangani di atas meterai 6000,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edi Purnomo menerangkan, penyebab kematian Maulana memang diduga karena sesak napas. Hal itu berdasarkan hasil visum yang telah diberikan ke penyidik.
&quot;Tidak ada (tanda kekerasan pada tubuh korban). Iya (karena sesak napas). Hasil visumnya sudah sama penyidik,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Keluarga Faisal Amir Akan Lapor ke Bareskrim Polri Terkait Dugaan Kekerasan saat Demo</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang juru parkir, Maulana Suryadi meninggal dunia. Kabar yang beredar menyebutkan Maulana diduga menjadi korban penganiayaan saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, pada 25 September 2019.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, jika dilihat sepintas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal itu juga telah disaksikan ibu korban.
&quot;Ibu kandung almarhum atas nama Maspupah datang ke Rumah Sakit Polri melihat jenazah anaknya untuk dibawa pulang. Ibu kandung melihat sendiri jenazah anaknya, dan melihat tidak ada tanda-tanda kekerasan apa pun,&quot; katanya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (4/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;KPAI: Pemda Tak Optimal Cegah Pelajar Ikut Demo di DPR&amp;nbsp;
Saat polisi menawarkan untuk diautopsi, ibu kandung korban menolak. Namun, sesuai dengan hasil visum, ibu korban mengakui kalau anaknya memang memiliki riwayat sesak napas.
&quot;Kemudian, ibu kandung tidak mau di autopsi karena memang anaknya mempunyai riwayat sesak napas. Ada pernyataan di tandatangani di atas meterai 6000,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edi Purnomo menerangkan, penyebab kematian Maulana memang diduga karena sesak napas. Hal itu berdasarkan hasil visum yang telah diberikan ke penyidik.
&quot;Tidak ada (tanda kekerasan pada tubuh korban). Iya (karena sesak napas). Hasil visumnya sudah sama penyidik,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Keluarga Faisal Amir Akan Lapor ke Bareskrim Polri Terkait Dugaan Kekerasan saat Demo</content:encoded></item></channel></rss>
