<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tembok Bekas Coretan Umpatan di Sekitar Gedung DPR Mulai Dicat Ulang</title><description>Sejumlah mahasiswa dan pelajar beramai-ramai mengecat kembali dinding di sekitar Gedung DPR yang dicoret-coret pengunjuk rasa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/04/337/2113057/tembok-bekas-coretan-umpatan-di-sekitar-gedung-dpr-mulai-dicat-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/04/337/2113057/tembok-bekas-coretan-umpatan-di-sekitar-gedung-dpr-mulai-dicat-ulang"/><item><title>Tembok Bekas Coretan Umpatan di Sekitar Gedung DPR Mulai Dicat Ulang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/04/337/2113057/tembok-bekas-coretan-umpatan-di-sekitar-gedung-dpr-mulai-dicat-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/04/337/2113057/tembok-bekas-coretan-umpatan-di-sekitar-gedung-dpr-mulai-dicat-ulang</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2019 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/04/337/2113057/tembok-bekas-coretan-umpatan-di-sekitar-gedung-dpr-mulai-dicat-ulang-Og31ukZSUH.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/04/337/2113057/tembok-bekas-coretan-umpatan-di-sekitar-gedung-dpr-mulai-dicat-ulang-Og31ukZSUH.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sejumlah mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam kelompok Antivis Milenial (Z) beramai-ramai membersihkan dan mengecat kembali dinding dan tembok di sekitar Gedung DPR yang dicoret-coret massa pengunjuk rasa.

Mulanya dinding tersebut penuh dengan corat coret umpatan kepada wakil rakyat dan pemerintah akibat dicoret oleh beberapa demonstran saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Salah satu inisiator kegiatan itu, Arief Rosyid mengatakan bahwa aksi itu muncul sebagai bentuk tanggung jawab moral mereka setelah sempat mengotori fasilitas umum usai mengikuti aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

&quot;Kami dari aktivis milenial dan kawan-kawan pelajar dari SMA dan SMK se-derajat mengapresiasi bahwa budaya demokrasi anak-anak muda tetap subur dan berkembang, baik aktivis yang turun kejalan maupun yang meramaikan dunia maya,&quot; kata Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (4/10/2019).



Ia mengapresiasi aksi penyampaian pendapat itu. Namun, dirinya menyayangkan adanya unjuk rasa itu berujung kepada kericuhan.

&quot;Setelah aksi demo kemarin kami melihat banyak coret-coretan dinding, maka dari itu kami dari aktivis milenial dan Aktivi(Z) bersama-sama membuat kegiatan ngecat bareng pasca demo, agar terlihat lebih rapih,&quot; ucap Arief.

Salah satu peserta aksi yang juga Presiden Forum OSIS DKI Jakarta,  Alvinaldy Fitrah, menegaskan bahwa pelajar tidak salah ketika ikut  terlibat dalam aksi penyampaian pendapat. Dia menilai, gerakan pelajar  itu sebuah kemajuan dan bentuk kepedulian akan demokrasi.

&quot;Pelajar tidak dapat disalahkan, yang perlu dilakukan adalah bersama  menyiapkan wadah untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi dan keresahannya  dalam melihat isu-isu politik di Indonesia sesuai dengan ranahnya  sebagai pelajar,&quot; kata Alvinaldy.

Seperti diketahui, gelombang demonstrasi penolakan terhadap sejumlah  RUU bermasalah seperti RUU KPK dan RKUHP terus bergulir mulai dari  tanggal 23 dan 24 September 2019 oleh mahasiswa di depan gedung DPR RI.  Puncaknya, mahasiswa harus berhadapan dengan aparat ketika terjadi  kerusuhan.

Selanjutnya, aksi dilakukan oleh ribuan pelajar SMK, STM, dan SMA  se-Jabodetabek dengan mengusung tuntutan yang sama dengan mahasiswa  namun aksi mereka juga harus berahir dengan kerusuhan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sejumlah mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam kelompok Antivis Milenial (Z) beramai-ramai membersihkan dan mengecat kembali dinding dan tembok di sekitar Gedung DPR yang dicoret-coret massa pengunjuk rasa.

Mulanya dinding tersebut penuh dengan corat coret umpatan kepada wakil rakyat dan pemerintah akibat dicoret oleh beberapa demonstran saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Salah satu inisiator kegiatan itu, Arief Rosyid mengatakan bahwa aksi itu muncul sebagai bentuk tanggung jawab moral mereka setelah sempat mengotori fasilitas umum usai mengikuti aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

&quot;Kami dari aktivis milenial dan kawan-kawan pelajar dari SMA dan SMK se-derajat mengapresiasi bahwa budaya demokrasi anak-anak muda tetap subur dan berkembang, baik aktivis yang turun kejalan maupun yang meramaikan dunia maya,&quot; kata Arief dalam keterangan tertulis, Jumat (4/10/2019).



Ia mengapresiasi aksi penyampaian pendapat itu. Namun, dirinya menyayangkan adanya unjuk rasa itu berujung kepada kericuhan.

&quot;Setelah aksi demo kemarin kami melihat banyak coret-coretan dinding, maka dari itu kami dari aktivis milenial dan Aktivi(Z) bersama-sama membuat kegiatan ngecat bareng pasca demo, agar terlihat lebih rapih,&quot; ucap Arief.

Salah satu peserta aksi yang juga Presiden Forum OSIS DKI Jakarta,  Alvinaldy Fitrah, menegaskan bahwa pelajar tidak salah ketika ikut  terlibat dalam aksi penyampaian pendapat. Dia menilai, gerakan pelajar  itu sebuah kemajuan dan bentuk kepedulian akan demokrasi.

&quot;Pelajar tidak dapat disalahkan, yang perlu dilakukan adalah bersama  menyiapkan wadah untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi dan keresahannya  dalam melihat isu-isu politik di Indonesia sesuai dengan ranahnya  sebagai pelajar,&quot; kata Alvinaldy.

Seperti diketahui, gelombang demonstrasi penolakan terhadap sejumlah  RUU bermasalah seperti RUU KPK dan RKUHP terus bergulir mulai dari  tanggal 23 dan 24 September 2019 oleh mahasiswa di depan gedung DPR RI.  Puncaknya, mahasiswa harus berhadapan dengan aparat ketika terjadi  kerusuhan.

Selanjutnya, aksi dilakukan oleh ribuan pelajar SMK, STM, dan SMA  se-Jabodetabek dengan mengusung tuntutan yang sama dengan mahasiswa  namun aksi mereka juga harus berahir dengan kerusuhan.
</content:encoded></item></channel></rss>
