<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Situs Bersejarah, Proyek Tol Solo-Yogya Baru Dikerjakan Awal 2020</title><description>Proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta baru dikerjakan pada awal 2020 karena menghindari banyak situs bersejarah dan mata air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/04/512/2112782/banyak-situs-bersejarah-proyek-tol-solo-yogya-baru-dikerjakan-awal-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/04/512/2112782/banyak-situs-bersejarah-proyek-tol-solo-yogya-baru-dikerjakan-awal-2020"/><item><title>Banyak Situs Bersejarah, Proyek Tol Solo-Yogya Baru Dikerjakan Awal 2020</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/04/512/2112782/banyak-situs-bersejarah-proyek-tol-solo-yogya-baru-dikerjakan-awal-2020</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/04/512/2112782/banyak-situs-bersejarah-proyek-tol-solo-yogya-baru-dikerjakan-awal-2020</guid><pubDate>Jum'at 04 Oktober 2019 10:58 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/04/512/2112782/banyak-situs-bersejarah-proyek-tol-solo-yogya-baru-dikerjakan-awal-2020-B2vOvNxuU7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi jalan tol. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/04/512/2112782/banyak-situs-bersejarah-proyek-tol-solo-yogya-baru-dikerjakan-awal-2020-B2vOvNxuU7.jpg</image><title>Ilustrasi jalan tol. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>SOLO &amp;ndash; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tinggal menunggu usulan penetapan lokasi Jalan Tol Solo&amp;ndash;Yogyakarta. Proyek ini ditargetkan bisa dimulai pada awal 2020.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono saat&amp;nbsp;jadi pembicara dalam acara Trakindo Construction Day yang digelar di Solo, kemarin.
Menurut Hanung, salah satu hal yang menjadi kendala dalam penentuan lokasi proyek ini di antaranya ruas jalan tol harus menghindari lokasi yang banyak situs bersejarahnya dan titik mata air. Seperti menggeser rencana ruas Jalan Tol Solo-Yogya yang berdekatan dengan sumber mata air.
Baca juga:    Ragukan Tol Jogja-Solo, Sultan Jogja HB X: Saya Tak Mau Rakyat Susah&amp;nbsp;
 
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Klaten meminta agar tol yang bakal dibangun di antara Umbul Geneng dan Umbul Lanang di Kecamatan Kebonarum tersebut bisa digeser.
&quot;DED sudah ini masih proses penentuan lokasi. Meski ada pergeseran diantaranya tidak melewati mata air,&quot; papar Hanung.&amp;nbsp;
Baca juga:   Tol Bawen-Yogyakarta Dibangun Sepanjang 10 Km&amp;nbsp;
 
Ia mengatakan, kemudian ada satu hal yang menarik dan unik terkait kearifan lokal suatu wilayah. Ada satu desa yang tidak mau pindah, yaitu di Candisari Magelang dan ada satu yang unik.
&quot;Pak kalau lewat sini satu desa tinggal tujuh KK. Nanti desa saya hilang. Jadi ini juga kita  hormati kearifan lokal mereka,&quot; jelasnya.Kendala lain dalam pengembangan infrastruktur salah satunya adalah pembebasan lahan yang  memiliki proses lumayan panjang.
Baca juga:   Apa Kabar Proyek Jalan Tol Bawen-Yogyakarta-Solo?&amp;nbsp;
 
&quot;Karena penentuan harga juga dari appraisal dan tergantung dari situasi dan kondisi wilayah,&quot; imbuhnya.
Pemerintah Jawa Tengah memiliki target agar konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah bisa segera tersambung baik dengan Yogyakarta juga dengan wilayah lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Tengah. (han)
Baca juga:   Sultan HB X Sepakati Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo-Semarang&amp;nbsp;</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tinggal menunggu usulan penetapan lokasi Jalan Tol Solo&amp;ndash;Yogyakarta. Proyek ini ditargetkan bisa dimulai pada awal 2020.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono saat&amp;nbsp;jadi pembicara dalam acara Trakindo Construction Day yang digelar di Solo, kemarin.
Menurut Hanung, salah satu hal yang menjadi kendala dalam penentuan lokasi proyek ini di antaranya ruas jalan tol harus menghindari lokasi yang banyak situs bersejarahnya dan titik mata air. Seperti menggeser rencana ruas Jalan Tol Solo-Yogya yang berdekatan dengan sumber mata air.
Baca juga:    Ragukan Tol Jogja-Solo, Sultan Jogja HB X: Saya Tak Mau Rakyat Susah&amp;nbsp;
 
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Klaten meminta agar tol yang bakal dibangun di antara Umbul Geneng dan Umbul Lanang di Kecamatan Kebonarum tersebut bisa digeser.
&quot;DED sudah ini masih proses penentuan lokasi. Meski ada pergeseran diantaranya tidak melewati mata air,&quot; papar Hanung.&amp;nbsp;
Baca juga:   Tol Bawen-Yogyakarta Dibangun Sepanjang 10 Km&amp;nbsp;
 
Ia mengatakan, kemudian ada satu hal yang menarik dan unik terkait kearifan lokal suatu wilayah. Ada satu desa yang tidak mau pindah, yaitu di Candisari Magelang dan ada satu yang unik.
&quot;Pak kalau lewat sini satu desa tinggal tujuh KK. Nanti desa saya hilang. Jadi ini juga kita  hormati kearifan lokal mereka,&quot; jelasnya.Kendala lain dalam pengembangan infrastruktur salah satunya adalah pembebasan lahan yang  memiliki proses lumayan panjang.
Baca juga:   Apa Kabar Proyek Jalan Tol Bawen-Yogyakarta-Solo?&amp;nbsp;
 
&quot;Karena penentuan harga juga dari appraisal dan tergantung dari situasi dan kondisi wilayah,&quot; imbuhnya.
Pemerintah Jawa Tengah memiliki target agar konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah bisa segera tersambung baik dengan Yogyakarta juga dengan wilayah lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Jawa Tengah. (han)
Baca juga:   Sultan HB X Sepakati Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo-Semarang&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
