<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kompolnas: Oknum Polantas yang Tendang Ojol Harus Ditindak</title><description>Poengky Indarti menyayangkan adanya peristiwa kekerasan yang dilakukan anggota polantas terhadap driver ojol</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/06/337/2113429/kompolnas-oknum-polantas-yang-tendang-ojol-harus-ditindak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/06/337/2113429/kompolnas-oknum-polantas-yang-tendang-ojol-harus-ditindak"/><item><title>Kompolnas: Oknum Polantas yang Tendang Ojol Harus Ditindak</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/06/337/2113429/kompolnas-oknum-polantas-yang-tendang-ojol-harus-ditindak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/06/337/2113429/kompolnas-oknum-polantas-yang-tendang-ojol-harus-ditindak</guid><pubDate>Minggu 06 Oktober 2019 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/06/337/2113429/kompolnas-oknum-polantas-yang-tendang-ojol-harus-ditindak-X1U0nr00Vy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral Kekerasan Oknum Polantas kepada Driver Ojol (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/06/337/2113429/kompolnas-oknum-polantas-yang-tendang-ojol-harus-ditindak-X1U0nr00Vy.jpg</image><title>Viral Kekerasan Oknum Polantas kepada Driver Ojol (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti menyayangkan adanya peristiwa kekerasan yang dilakukan anggota Satlantas Polresta Bogor Kota , Aipda R terhadap seorang driver ojol di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Ia meminta Kapolres Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser untuk menindak yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena telah memalukan institusi Korps Bhayangkara.
Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser meminta maaf atas peristiwa kekerasa yang dilakukan anggotanya terhadap seorang driver ojol di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat.
&quot;Saya sebagai pimpinan dan institusi meminta maaf atas tindakan anggota saya itu. Seharusnya dia bisa lebih sabar,&quot; kata Hendri, kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota, kemarin.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Ngegas mulu... &amp;#128560;&amp;lt;br&amp;gt;Pan dia juga punya anak bini Um! &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/izVLwbj0UO&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/izVLwbj0UO&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Raja Purwa (@R4jaPurwa) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/R4jaPurwa/status/1180419361514741760?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;October 5, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Baca Juga: Viral Polantas Tendang Driver Ojol saat Pengamanan Presiden di Bogor
Menurut dia, permintaan maaf dari Hendri dan Aipda R kepada pengemudi ojol itu tak lantas Aipda R bebas dari jeratan hukuman. Sebab, yang bersangkutan sudah bertindak melebihi batas kepada pelaku pelanggaran lalu lintas.
&amp;ldquo;Kalau soal hukuman, biar pimpinan yang menentukan. Yang penting tindakan anggota tersebut harus dievaluasi dengan cara pemeriksaan internal,&amp;rdquo; kata Poengky kepada Okezone, Minggu (6/10/2019).Meski begitu, ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi  pengendara dan setiap petugas kepolisian. Sehingga nantinya masyarakat  harus menaati tata tertib lalu lintas yang ada di jalanan.
&amp;ldquo;Termasuk patuh ketika polisi mengatur arus lalu lintas yang akan  dilewati Presiden. Di negara-negara lain pun akan ada aturan serupa jika  Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan VVIP lewat, dan bisa jadi  polantasnya lebih galak dari Polantas Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut dia, banyaknya orang yang melanggar tidak sebanding dengan  jumlah polisi lalu lintas. Oleh karena itu di masa penggunaan teknologi  maju ini, penting agar Kepolisian dan Pemerintah Daerah setempat  memaksimalkan penggunaan traffic controler yang dapat merekam para  pelanggar lalu lintas dan tegas melakukan tilang.
&amp;ldquo;Dengan disiplin berlalu lintas, akan membentuk watak manusia menjadi  lebih bertanggungjawab, sehingga dengan SDM yang bertanggungjawab maka  Indonesia akan menjadi negara yang semakin maju,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti menyayangkan adanya peristiwa kekerasan yang dilakukan anggota Satlantas Polresta Bogor Kota , Aipda R terhadap seorang driver ojol di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin.
Ia meminta Kapolres Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser untuk menindak yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku, karena telah memalukan institusi Korps Bhayangkara.
Sebelumnya, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser meminta maaf atas peristiwa kekerasa yang dilakukan anggotanya terhadap seorang driver ojol di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jawa Barat.
&quot;Saya sebagai pimpinan dan institusi meminta maaf atas tindakan anggota saya itu. Seharusnya dia bisa lebih sabar,&quot; kata Hendri, kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota, kemarin.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Ngegas mulu... &amp;#128560;&amp;lt;br&amp;gt;Pan dia juga punya anak bini Um! &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/izVLwbj0UO&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/izVLwbj0UO&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Raja Purwa (@R4jaPurwa) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/R4jaPurwa/status/1180419361514741760?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;October 5, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Baca Juga: Viral Polantas Tendang Driver Ojol saat Pengamanan Presiden di Bogor
Menurut dia, permintaan maaf dari Hendri dan Aipda R kepada pengemudi ojol itu tak lantas Aipda R bebas dari jeratan hukuman. Sebab, yang bersangkutan sudah bertindak melebihi batas kepada pelaku pelanggaran lalu lintas.
&amp;ldquo;Kalau soal hukuman, biar pimpinan yang menentukan. Yang penting tindakan anggota tersebut harus dievaluasi dengan cara pemeriksaan internal,&amp;rdquo; kata Poengky kepada Okezone, Minggu (6/10/2019).Meski begitu, ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi  pengendara dan setiap petugas kepolisian. Sehingga nantinya masyarakat  harus menaati tata tertib lalu lintas yang ada di jalanan.
&amp;ldquo;Termasuk patuh ketika polisi mengatur arus lalu lintas yang akan  dilewati Presiden. Di negara-negara lain pun akan ada aturan serupa jika  Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan VVIP lewat, dan bisa jadi  polantasnya lebih galak dari Polantas Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.
Menurut dia, banyaknya orang yang melanggar tidak sebanding dengan  jumlah polisi lalu lintas. Oleh karena itu di masa penggunaan teknologi  maju ini, penting agar Kepolisian dan Pemerintah Daerah setempat  memaksimalkan penggunaan traffic controler yang dapat merekam para  pelanggar lalu lintas dan tegas melakukan tilang.
&amp;ldquo;Dengan disiplin berlalu lintas, akan membentuk watak manusia menjadi  lebih bertanggungjawab, sehingga dengan SDM yang bertanggungjawab maka  Indonesia akan menjadi negara yang semakin maju,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
