<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Periksa Direktur Angkasa Pura Propertindo Terkait Suap Proyek Antar BUMN</title><description>Ia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System. </description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/07/337/2113722/kpk-periksa-direktur-angkasa-pura-propertindo-terkait-suap-proyek-antar-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/07/337/2113722/kpk-periksa-direktur-angkasa-pura-propertindo-terkait-suap-proyek-antar-bumn"/><item><title>KPK Periksa Direktur Angkasa Pura Propertindo Terkait Suap Proyek Antar BUMN</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/07/337/2113722/kpk-periksa-direktur-angkasa-pura-propertindo-terkait-suap-proyek-antar-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/07/337/2113722/kpk-periksa-direktur-angkasa-pura-propertindo-terkait-suap-proyek-antar-bumn</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2019 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/07/337/2113722/kpk-periksa-direktur-angkasa-pura-propertindo-terkait-suap-proyek-antar-bumn-pMnqtuf95u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gedung KPK. (Foto : Dok Okezone.com/Puteranegara Batubara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/07/337/2113722/kpk-periksa-direktur-angkasa-pura-propertindo-terkait-suap-proyek-antar-bumn-pMnqtuf95u.jpg</image><title>Gedung KPK. (Foto : Dok Okezone.com/Puteranegara Batubara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Direktur PT&amp;lrm; Angkasa Pura Propertindo (APP), Wisnu Rahardjo, dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Dia dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.
Wisnu akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) antardua perusahaan BUMN, yaitu PT Angkasa Pura dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI).
&quot;Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DMP (Dirut PT INTI, Darman Mappangara-red),&quot; kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (7/10/2019).

Selain Wisnu Rahardja, KPK memanggil Operation Service Procurement Senior Officer PT Angkasa Pura II, Rusmalia. Rusmalia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan Darman Mappangara.
Belum diketahui apa yang akan digali tim penyidik terhadap keduanya. Diduga, pemeriksaan terhadap keduanya untuk mendalami konstruksi perkara &amp;lrm;serta aliran suap terkait proyek antar-BUMN ini.
Darman Mappangara (DMP) merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo ini.
Penetapan tersangka terhadap Darman Mappangara dilakukan setelah KPK mencermati serta mengantongi fakta-fakta yang berkembang dalam proses penyidikan untuk tersangka sebelumnya. KP&amp;lrm;K menemukan dugaan keterlibatan pihak lain yakni, Dirut PT INTI.Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan dua orang tersangka  terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan BHS tahun 2019. &amp;lrm;Dua  tersangka tersebut ialah Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II,  Andra Y Agussalam dan staf PT INTI, Taswin Nur.&amp;lrm;&amp;lrm;

Darman diduga bersama-sama dengan stafnya, Taswin Nur menyuap  Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam  (AYA).&amp;lrm;Suap itu diberikan agar PT INTI mendapatkan proyek dari PT  Angkasa Pura.

Baca Juga : KPK Cegah Dirut PT INTI Bepergian ke Luar Negeri
Uang suap disalurkan Taswin Nur dan Darman ke Andra Y Agussalam.  Kemudian, Andra membantu mengawal agar sejumlah proyek di PT Angaksa  Pura dapat dikerjakan PT INTI. (erh)

Baca Juga : PT INTI Hormati KPK Tetapkan Dirutnya Tersangka Suap</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Direktur PT&amp;lrm; Angkasa Pura Propertindo (APP), Wisnu Rahardjo, dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Dia dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.
Wisnu akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) antardua perusahaan BUMN, yaitu PT Angkasa Pura dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI).
&quot;Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DMP (Dirut PT INTI, Darman Mappangara-red),&quot; kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (7/10/2019).

Selain Wisnu Rahardja, KPK memanggil Operation Service Procurement Senior Officer PT Angkasa Pura II, Rusmalia. Rusmalia juga akan diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan Darman Mappangara.
Belum diketahui apa yang akan digali tim penyidik terhadap keduanya. Diduga, pemeriksaan terhadap keduanya untuk mendalami konstruksi perkara &amp;lrm;serta aliran suap terkait proyek antar-BUMN ini.
Darman Mappangara (DMP) merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo ini.
Penetapan tersangka terhadap Darman Mappangara dilakukan setelah KPK mencermati serta mengantongi fakta-fakta yang berkembang dalam proses penyidikan untuk tersangka sebelumnya. KP&amp;lrm;K menemukan dugaan keterlibatan pihak lain yakni, Dirut PT INTI.Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan dua orang tersangka  terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan BHS tahun 2019. &amp;lrm;Dua  tersangka tersebut ialah Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II,  Andra Y Agussalam dan staf PT INTI, Taswin Nur.&amp;lrm;&amp;lrm;

Darman diduga bersama-sama dengan stafnya, Taswin Nur menyuap  Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam  (AYA).&amp;lrm;Suap itu diberikan agar PT INTI mendapatkan proyek dari PT  Angkasa Pura.

Baca Juga : KPK Cegah Dirut PT INTI Bepergian ke Luar Negeri
Uang suap disalurkan Taswin Nur dan Darman ke Andra Y Agussalam.  Kemudian, Andra membantu mengawal agar sejumlah proyek di PT Angaksa  Pura dapat dikerjakan PT INTI. (erh)

Baca Juga : PT INTI Hormati KPK Tetapkan Dirutnya Tersangka Suap</content:encoded></item></channel></rss>
