<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sudah Tak Ada Lagi Wilayah Terisolasi di Purwakarta</title><description>Pemkab Purwakarta, Jawa Barat mengklaim, persoalan infrastruktrur khususnya jalan nyaris rampung 100 %.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/07/525/2113983/sudah-tak-ada-lagi-wilayah-terisolasi-di-purwakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/07/525/2113983/sudah-tak-ada-lagi-wilayah-terisolasi-di-purwakarta"/><item><title>Sudah Tak Ada Lagi Wilayah Terisolasi di Purwakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/07/525/2113983/sudah-tak-ada-lagi-wilayah-terisolasi-di-purwakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/07/525/2113983/sudah-tak-ada-lagi-wilayah-terisolasi-di-purwakarta</guid><pubDate>Senin 07 Oktober 2019 19:03 WIB</pubDate><dc:creator>Mulyana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/07/525/2113983/sudah-tak-ada-lagi-wilayah-terisolasi-di-purwakarta-KylLZbsEYr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/07/525/2113983/sudah-tak-ada-lagi-wilayah-terisolasi-di-purwakarta-KylLZbsEYr.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta, Jawa Barat mengklaim, saat ini persoalan infrastruktrur khususnya jalan milik kabupaten yang ada di wilayah tersebut nyaris rampung 100 %.

Data dari dinas terkait mencatat, dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer itu, hanya tinggal 28,135 kilometer saja yang dalam kondisi masih krikil. Selebihnya, justru sudah berlapis aspal dan beton.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Purwakarta, Buddy Supriyadi menuturkan, persentase pembangunan jalan di wilayah ini selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebelumnya, atau sebelum 2008 lalu, Purwakarta memiliki persentase ruas jalan mantap sebesar 62,2% atau sepanjang 447 Kilometer dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer.



&amp;ldquo;Persenate kemantapan jalan ini terus meningkat dari tahun ketahun. Hingga akhir 2018 kemarin, jalan mantap di wilayah kami mencapai 84,10 %,&amp;rdquo; ujar Buddy kepada Okezone, belum lama ini.

Pihaknya merinci, sampai saat ini dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer itu, sepanjang 556,079 kilometer merupakan kategori jalan berlapis aspal. Kemudian, jalan kategori beton mencapai 134,710 kilometer. Lalu, 28,135 kilometer masih dalam kondisi masih krikil.

&amp;ldquo;Jadi, sudah tak ada jalan tanah di wilayah kami. Adapun untuk yang krikil, itu masih dalam proses finishing,&amp;rdquo; jelas dia.



Dibagian lain, sama halnya dengan pemkab, Komando Distrik Militer (Kodim) 0619 Purwakarta pun mencatat, di wilayah ini hanya tinggal 10 titik saja jalan yang kondisinya belum ditingkatkan. Bahkan, dari hasil penelusuran institusi tersebut di kabupaten ini sudah tak ada lagi daerah yang terisolasi akibat keterbatasan infrastruktur.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0619 Purwakarta, Kapten Arm Amarudin menuturkan, dari hasil penelusurannya sampai saat ini sudah tak ada lagi wilayah yang terisolasi di Kabupaten Purwakarta. Karena, kata dia, nyaris selur jalan penghubung desa maupun kecamatan di wilayah ini telah dibangun jalan.

&amp;ldquo;Dari hasil pemetaan kami, kurang lebih ada 10 titik lagi yang belum  ditingkatkan. Dengan kata lain, jalan tersebut masih kondisi krikil dan  tinggal menunggu di beton saja,&amp;rdquo; ujar Amarudin.

Dia menjelaskan, salah satu jalur yang belum ditingkatkan ini,  semisal jalan penghubung yang ada di Kecamatan Bojong atau yang  perbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat. Di lokasi itu,  sebenarnya jalurnya sudah ada namun hanya tinggal pemantapannya saja.

Sejauh ini, kata dia, jajarannya kerap dilibatkan dalam percepatan  pembangunan di wilayah tersebut. Jadi, tak heran jika saat ini  jalan-jalan di kabupaten ini, sebagian besarnya sudah sangat memadai.  Salah satu keterlibatannya, yakni melalui beberapa program kolaborasi  dengan pemerintah daerah.

Di 2019 ini, jajarannya juga kembali dilibatkan, yakni melalui  program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Tahun ini, merupakan  program TMMD yang ke 106. Adapun keterlibatannya kali ini, yaitu jalan  penghubung antara Desa Cisaat, Kecamatan Campaka dengan Desa  Ciparungsari, Kecamatan Cibatu. Dalam program ini, ada sepanjang 650  meter yang diperbaiki.

&amp;ldquo;Untuk TMMD ke 106 ini sudah dimulai sejak 2 Oktober kemarin,&amp;rdquo; pungkasnya
</description><content:encoded>PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta, Jawa Barat mengklaim, saat ini persoalan infrastruktrur khususnya jalan milik kabupaten yang ada di wilayah tersebut nyaris rampung 100 %.

Data dari dinas terkait mencatat, dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer itu, hanya tinggal 28,135 kilometer saja yang dalam kondisi masih krikil. Selebihnya, justru sudah berlapis aspal dan beton.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Purwakarta, Buddy Supriyadi menuturkan, persentase pembangunan jalan di wilayah ini selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebelumnya, atau sebelum 2008 lalu, Purwakarta memiliki persentase ruas jalan mantap sebesar 62,2% atau sepanjang 447 Kilometer dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer.



&amp;ldquo;Persenate kemantapan jalan ini terus meningkat dari tahun ketahun. Hingga akhir 2018 kemarin, jalan mantap di wilayah kami mencapai 84,10 %,&amp;rdquo; ujar Buddy kepada Okezone, belum lama ini.

Pihaknya merinci, sampai saat ini dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 728,94 kilometer itu, sepanjang 556,079 kilometer merupakan kategori jalan berlapis aspal. Kemudian, jalan kategori beton mencapai 134,710 kilometer. Lalu, 28,135 kilometer masih dalam kondisi masih krikil.

&amp;ldquo;Jadi, sudah tak ada jalan tanah di wilayah kami. Adapun untuk yang krikil, itu masih dalam proses finishing,&amp;rdquo; jelas dia.



Dibagian lain, sama halnya dengan pemkab, Komando Distrik Militer (Kodim) 0619 Purwakarta pun mencatat, di wilayah ini hanya tinggal 10 titik saja jalan yang kondisinya belum ditingkatkan. Bahkan, dari hasil penelusuran institusi tersebut di kabupaten ini sudah tak ada lagi daerah yang terisolasi akibat keterbatasan infrastruktur.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0619 Purwakarta, Kapten Arm Amarudin menuturkan, dari hasil penelusurannya sampai saat ini sudah tak ada lagi wilayah yang terisolasi di Kabupaten Purwakarta. Karena, kata dia, nyaris selur jalan penghubung desa maupun kecamatan di wilayah ini telah dibangun jalan.

&amp;ldquo;Dari hasil pemetaan kami, kurang lebih ada 10 titik lagi yang belum  ditingkatkan. Dengan kata lain, jalan tersebut masih kondisi krikil dan  tinggal menunggu di beton saja,&amp;rdquo; ujar Amarudin.

Dia menjelaskan, salah satu jalur yang belum ditingkatkan ini,  semisal jalan penghubung yang ada di Kecamatan Bojong atau yang  perbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung Barat. Di lokasi itu,  sebenarnya jalurnya sudah ada namun hanya tinggal pemantapannya saja.

Sejauh ini, kata dia, jajarannya kerap dilibatkan dalam percepatan  pembangunan di wilayah tersebut. Jadi, tak heran jika saat ini  jalan-jalan di kabupaten ini, sebagian besarnya sudah sangat memadai.  Salah satu keterlibatannya, yakni melalui beberapa program kolaborasi  dengan pemerintah daerah.

Di 2019 ini, jajarannya juga kembali dilibatkan, yakni melalui  program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Tahun ini, merupakan  program TMMD yang ke 106. Adapun keterlibatannya kali ini, yaitu jalan  penghubung antara Desa Cisaat, Kecamatan Campaka dengan Desa  Ciparungsari, Kecamatan Cibatu. Dalam program ini, ada sepanjang 650  meter yang diperbaiki.

&amp;ldquo;Untuk TMMD ke 106 ini sudah dimulai sejak 2 Oktober kemarin,&amp;rdquo; pungkasnya
</content:encoded></item></channel></rss>
