<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Perlu Minta Pertimbangan KPK, BPK &amp; PPATK dalam Memilih Menterinya</title><description>Menurut Cak Nanto, Jokowi sebagai pemimpin perlu memeriksa integritas para calon menterinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/08/337/2114483/jokowi-perlu-minta-pertimbangan-kpk-bpk-ppatk-dalam-memilih-menterinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/08/337/2114483/jokowi-perlu-minta-pertimbangan-kpk-bpk-ppatk-dalam-memilih-menterinya"/><item><title>Jokowi Perlu Minta Pertimbangan KPK, BPK &amp; PPATK dalam Memilih Menterinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/08/337/2114483/jokowi-perlu-minta-pertimbangan-kpk-bpk-ppatk-dalam-memilih-menterinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/08/337/2114483/jokowi-perlu-minta-pertimbangan-kpk-bpk-ppatk-dalam-memilih-menterinya</guid><pubDate>Selasa 08 Oktober 2019 20:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/08/337/2114483/jokowi-perlu-minta-pertimbangan-kpk-bpk-ppatk-dalam-memilih-menterinya-yRsZR5RBhy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joko Widodo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/08/337/2114483/jokowi-perlu-minta-pertimbangan-kpk-bpk-ppatk-dalam-memilih-menterinya-yRsZR5RBhy.jpg</image><title>Joko Widodo</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pertimbangan PPATK, KPK, dan BPK sebelum menentukan menteri di Kabinet Kerja jilid II mendatang.

&quot;Saya kira wajib itu mendengarkan masukan dari lembaga itu. Biar Pak Jokowi tidak terjebak oleh perilaku masa lalu (sosok menteri yang akan dipilih),&quot; ujar pria yang karib disapa Cak Nanto itu dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih 'Jokowi di Pusaran Minta Ini Minta Itu', Selasa (8/10/2019).

Menurut Cak Nanto, Jokowi sebagai pemimpin perlu memeriksa integritas para calon menterinya. Ia pun menilai pendapat dari KPK, BPK, dan PPATK sebagai kepastian dari integritas para calon menteri tersebut.



&quot;Integritas dapat dinilai dari situ. Meminta masukan itu menjadi sebuah penting,&quot; jelasnya.

Sementara itu, politikus PDIP Kapitra Ampera menilai Jokowi tidak perlu melibatkan lembaga penegak hukum untuk memilih para menterinya.

&quot;Jangan mencampuradukkan pemilihan kabinet dengan penegakan hukum,&quot; kata Kapitra.

Kapitra membeberkan pada periode pertama Jokowi sudah melibatkan KPK dalam menjaring para menterinya namun tetap saja ada menteri Jokowi yang terjerat dugaan korupsi di lembaga antirasuah.

&quot;Jadi bukan itu sebenarnya jadi barometer,&quot; tutur dia.


</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pertimbangan PPATK, KPK, dan BPK sebelum menentukan menteri di Kabinet Kerja jilid II mendatang.

&quot;Saya kira wajib itu mendengarkan masukan dari lembaga itu. Biar Pak Jokowi tidak terjebak oleh perilaku masa lalu (sosok menteri yang akan dipilih),&quot; ujar pria yang karib disapa Cak Nanto itu dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih 'Jokowi di Pusaran Minta Ini Minta Itu', Selasa (8/10/2019).

Menurut Cak Nanto, Jokowi sebagai pemimpin perlu memeriksa integritas para calon menterinya. Ia pun menilai pendapat dari KPK, BPK, dan PPATK sebagai kepastian dari integritas para calon menteri tersebut.



&quot;Integritas dapat dinilai dari situ. Meminta masukan itu menjadi sebuah penting,&quot; jelasnya.

Sementara itu, politikus PDIP Kapitra Ampera menilai Jokowi tidak perlu melibatkan lembaga penegak hukum untuk memilih para menterinya.

&quot;Jangan mencampuradukkan pemilihan kabinet dengan penegakan hukum,&quot; kata Kapitra.

Kapitra membeberkan pada periode pertama Jokowi sudah melibatkan KPK dalam menjaring para menterinya namun tetap saja ada menteri Jokowi yang terjerat dugaan korupsi di lembaga antirasuah.

&quot;Jadi bukan itu sebenarnya jadi barometer,&quot; tutur dia.


</content:encoded></item></channel></rss>
