<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kecelakaan Pesawat yang Tewaskan Sekjen PBB Mungkin Serangan Disengaja</title><description>Penyelidikan kecelakaan pesawat itu dibuka kembali dalam beberapa tahun terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/09/18/2114796/kecelakaan-pesawat-yang-tewaskan-sekjen-pbb-mungkin-serangan-disengaja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/09/18/2114796/kecelakaan-pesawat-yang-tewaskan-sekjen-pbb-mungkin-serangan-disengaja"/><item><title>Kecelakaan Pesawat yang Tewaskan Sekjen PBB Mungkin Serangan Disengaja</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/09/18/2114796/kecelakaan-pesawat-yang-tewaskan-sekjen-pbb-mungkin-serangan-disengaja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/09/18/2114796/kecelakaan-pesawat-yang-tewaskan-sekjen-pbb-mungkin-serangan-disengaja</guid><pubDate>Rabu 09 Oktober 2019 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/09/18/2114796/kecelakaan-pesawat-yang-tewaskan-sekjen-pbb-mungkin-serangan-disengaja-eVFXlSKdCz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Jenderal PBB kedua, Dag Hammarskjold. (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/09/18/2114796/kecelakaan-pesawat-yang-tewaskan-sekjen-pbb-mungkin-serangan-disengaja-eVFXlSKdCz.jpg</image><title>Sekretaris Jenderal PBB kedua, Dag Hammarskjold. (Foto: AP)</title></images><description>SEBUAH penyelidikan baru menyimpulkan bahwa kecelakaan pesawat misterius yang menewaskan mantan Sekjen PBB pada 1961, mungkin disebabkan oleh &quot;serangan eksternal&quot; yang disengaja.
Dag Hammarskjold terbang dengan misi perdamaian yang kontroversial ke Kongo yang dilanda perang ketika pesawat DC-6 miliknya jatuh di wilayah yang saat ini berada di modern Zambia. Insiden itu terjadi meskipun pesawat tersebut dalam kondisi sempurna dan memiliki awak yang berpengalaman.
BACA JUGA: Kecelakaan Pesawat Misterius Tewaskan Sekjen PBB
Inggris, AS, Afrika Selatan dan Rusia, yang semuanya memiliki pasukan resmi atau tidak resmi yang terlibat dalam konflik sipil di Kongo, dituduh menyembunyikan informasi tentang tragedi itu. Hal tersebut disampaikan dalam laporan terbaru setebal 95 halaman yang dirilis PBB mengenai tragedi tersebut.
Keempat negara itu, bersama dengan sejumlah kekuatan barat lainnya, memiliki kepentingan dalam perang tersebut. Perusahaan-perusahaan internasional besar berusaha untuk mendapatkan akses ke kekayaan mineral di kawasan konflik itu setelah Republik Demokratik Kongo, yang saat Itu bernama Zaire, memerdekakan diri dari Belgia setahun sebelumnya.

Ke negara itulah Hammarskjold, diplomat Swedia yang kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB terbang untuk menjalankan sebuah misi perdamaian.
&quot;Tampaknya masuk akal bahwa serangan eksternal atau ancaman mungkin menjadi penyebab kecelakaan itu, apakah dengan serangan langsung... atau dengan menyebabkan gangguan sementara pada pilot,&quot; demikian isi laporan yang disampaikan Mohamed Chande Othman, mantan ketua Mahkamah Agung Tanzania sebagaimana dilansir Independent, Rabu (9/10/2019).
Othman mengatakan bahwa penyelidikan itu dilakukan berdasarkan informasi baru, termasuk penjelasan tentang kemungkinan penyebab, foto-foto lokasi kecelakaan, penyadapan komunikasi yang relevan, peran kontrol lalu lintas udara dan informasi lebih lanjut tentang kapasitas militer berbagai pihak di wilayah tersebut.
&quot;Kehadiran paramiliter asing di area itu, termasuk pilot, dan personel intelijen,&quot; berarti serangan tidak dapat dikesampingkan, kata laporan itu.

Namun, meski penyelidikan dikatakan telah membuat kemajuan,  Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan &quot; pekerjaan itu  akan perlu dilanjutkan dengan urgensi baru, dengan tujuan untuk  menetapkan kebenaran dari peristiwa tragis tersebut&quot;.
BACA JUGA: PBB Diminta Buka Penyelidikan Baru Terkait Kematian Sekjennya
Dia mengatakan bahwa 14 negara telah diminta untuk menunjuk personel  independen untuk melakukan tinjauan internal yang komprehensif terhadap  arsip intelijen, keamanan dan pertahanan sebagai bagian dari  penyelidikan.
Dia mengatakan bahwa sebagian besar negara telah memenuhi permintaan  tersebut tetapi Inggris, AS, Afrika Selatan dan Rusia semuanya gagal  memberikan tanggapan &quot;substantif&quot; untuk pertanyaan tentang  dokumen-dokumen utama dan kemungkinan bukti yang mungkin mereka pegang.</description><content:encoded>SEBUAH penyelidikan baru menyimpulkan bahwa kecelakaan pesawat misterius yang menewaskan mantan Sekjen PBB pada 1961, mungkin disebabkan oleh &quot;serangan eksternal&quot; yang disengaja.
Dag Hammarskjold terbang dengan misi perdamaian yang kontroversial ke Kongo yang dilanda perang ketika pesawat DC-6 miliknya jatuh di wilayah yang saat ini berada di modern Zambia. Insiden itu terjadi meskipun pesawat tersebut dalam kondisi sempurna dan memiliki awak yang berpengalaman.
BACA JUGA: Kecelakaan Pesawat Misterius Tewaskan Sekjen PBB
Inggris, AS, Afrika Selatan dan Rusia, yang semuanya memiliki pasukan resmi atau tidak resmi yang terlibat dalam konflik sipil di Kongo, dituduh menyembunyikan informasi tentang tragedi itu. Hal tersebut disampaikan dalam laporan terbaru setebal 95 halaman yang dirilis PBB mengenai tragedi tersebut.
Keempat negara itu, bersama dengan sejumlah kekuatan barat lainnya, memiliki kepentingan dalam perang tersebut. Perusahaan-perusahaan internasional besar berusaha untuk mendapatkan akses ke kekayaan mineral di kawasan konflik itu setelah Republik Demokratik Kongo, yang saat Itu bernama Zaire, memerdekakan diri dari Belgia setahun sebelumnya.

Ke negara itulah Hammarskjold, diplomat Swedia yang kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB terbang untuk menjalankan sebuah misi perdamaian.
&quot;Tampaknya masuk akal bahwa serangan eksternal atau ancaman mungkin menjadi penyebab kecelakaan itu, apakah dengan serangan langsung... atau dengan menyebabkan gangguan sementara pada pilot,&quot; demikian isi laporan yang disampaikan Mohamed Chande Othman, mantan ketua Mahkamah Agung Tanzania sebagaimana dilansir Independent, Rabu (9/10/2019).
Othman mengatakan bahwa penyelidikan itu dilakukan berdasarkan informasi baru, termasuk penjelasan tentang kemungkinan penyebab, foto-foto lokasi kecelakaan, penyadapan komunikasi yang relevan, peran kontrol lalu lintas udara dan informasi lebih lanjut tentang kapasitas militer berbagai pihak di wilayah tersebut.
&quot;Kehadiran paramiliter asing di area itu, termasuk pilot, dan personel intelijen,&quot; berarti serangan tidak dapat dikesampingkan, kata laporan itu.

Namun, meski penyelidikan dikatakan telah membuat kemajuan,  Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan &quot; pekerjaan itu  akan perlu dilanjutkan dengan urgensi baru, dengan tujuan untuk  menetapkan kebenaran dari peristiwa tragis tersebut&quot;.
BACA JUGA: PBB Diminta Buka Penyelidikan Baru Terkait Kematian Sekjennya
Dia mengatakan bahwa 14 negara telah diminta untuk menunjuk personel  independen untuk melakukan tinjauan internal yang komprehensif terhadap  arsip intelijen, keamanan dan pertahanan sebagai bagian dari  penyelidikan.
Dia mengatakan bahwa sebagian besar negara telah memenuhi permintaan  tersebut tetapi Inggris, AS, Afrika Selatan dan Rusia semuanya gagal  memberikan tanggapan &quot;substantif&quot; untuk pertanyaan tentang  dokumen-dokumen utama dan kemungkinan bukti yang mungkin mereka pegang.</content:encoded></item></channel></rss>
