<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas </title><description>Fahad diseret keluar dari kamarnya dan dipukuli di ruangan lain di asrama selama setidaknya empat jam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/10/18/2115051/gara-gara-kritik-pemerintah-mahasiswa-ini-dipukuli-berjam-jam-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/10/18/2115051/gara-gara-kritik-pemerintah-mahasiswa-ini-dipukuli-berjam-jam-hingga-tewas"/><item><title>Gara-Gara Kritik Pemerintah, Mahasiswa Ini Dipukuli Berjam-jam Hingga Tewas </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/10/18/2115051/gara-gara-kritik-pemerintah-mahasiswa-ini-dipukuli-berjam-jam-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/10/18/2115051/gara-gara-kritik-pemerintah-mahasiswa-ini-dipukuli-berjam-jam-hingga-tewas</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2019 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/10/18/2115051/gara-gara-kritik-pemerintah-mahasiswa-ini-dipukuli-berjam-jam-hingga-tewas-binJLvlKGo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Abrar Fahad. (Foto: Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/10/18/2115051/gara-gara-kritik-pemerintah-mahasiswa-ini-dipukuli-berjam-jam-hingga-tewas-binJLvlKGo.jpg</image><title>Abrar Fahad. (Foto: Facebook)</title></images><description>DHAKA - Seorang mahasiswa Bangladesh dibunuh di asramanya beberapa hari setelah mengkritik pemerintah lewat daring. Menurut keterangan saksi, mahasiswa itu dipukuli dan dianiaya selama berjam-jam sebelum dia meninggal dunia.
Beberapa mahasiswa di asrama mengatakan bahwa Abrar Fahad dibawa dari kamarnya pada Minggu, 6 Oktober sekira pukul 20.00 waktu setempat dan dipukuli selama setidaknya empat jam. Dokter yang melakukan otopsi pada jasad Fahad mengatakan mengonfirmasi kepada BBC bahwa tubuh mahasiswa berusia 21 tahun itu mengalami memar-memar yang parah.
BACA JUGA: Aksi Kekerasan Terkait Pemilu di Bangladesh Tewaskan 17 Orang
Fahad belajar di Universitas Teknik Bangladesh (Buet) di Dhaka.
Beberapa anggota Liga Chhatra Bangladesh (BCL), sayap pemuda dari Partai Liga Awami yang berkuasa, ditahan sehubungan dengan kematian Fahad. BCL telah banyak dituduh menggunakan penyiksaan dan pemerasan terhadap siswa.
Rekaman CCTV dari asrama Fahad menunjukkan beberapa pria membawa tubuh korban. Polisi menahan sembilan pria dari asrama, termasuk sedikitnya lima aktivis BCL.
Polisi mengatakan pada Selasa jumlah tersangka yang ditahan telah meningkat menjadi 13 orang, dan polisi masih mencari enam tersangka lainnya. Semua tersangka yang ditahan adalah mahasiswa Buet.
&quot;Ada banyak trauma benda tumpul di tubuhnya. Kami pikir dia meninggal karena serangan dengan benda tumpul,&quot; kata Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Dhaka Medical College, Dr. Sohel Mahmud sebagaimana dilansir BBC, Kamis (10/10/2019).
Wakil Komisaris Kepolisian Dhaka, Munstasirul Islam membenarkan bahwa mahasiswa tersebut telah dipukuli hingga mati.
Anggota BCL yang dikutip oleh media lokal mengatakan Fahad telah &quot;diinterogasi&quot; dan dipukuli karena diduga memiliki hubungan dengan partai Islam. Itu terjadi setelah dia menulis posting di media sosial mengkritik pemerintah atas kesepakatan berbagi air dengan India.

Mahasiswa Bangladesh University of Engineering menggelar protes setelah kematian Abrar Fahad. 
Dalam sebuah pernyataan, BCL mengatakan bahwa setelah melakukan investigasi, pihaknya telah mengusir 11 anggota divisi Buet mereka, demikian dilaporkan bdnews24.com.
Seorang siswa Buet yang tidak mau disebutkan namanya karena takut&amp;nbsp; menerima pembalasan mengatakan pada BBC bahwa mereka telah melihat Fahad hidup pada pukul 02:00 waktu setempat di sebuah ruangan tempat dia dipukuli.
&quot;Saya melihat Abrar di kamar 2005, dia masih hidup ... Dengan bantuan dari beberapa siswa junior saya membawa Abrar ke bawah. Dia masih hidup dan dia berkata, 'Tolong cepat bawa saya ke rumah sakit.'&quot;
Siswa lain yang tiba di tempat kejadian mengatakan beberapa siswa  telah berkumpul dengan asisten rektor asrama untuk mendesaknya untuk  mengambil tindakan, ketika anggota BCL mulai menggedor pintu, berusaha  untuk masuk.
Berita kematian Fahad menyebabkan protes di Dhaka dan kota-kota lain  pada Senin. Siswa di ibu kota meneriakkan slogan dan memblokir jalan.  Protes berlanjut pada Selasa dengan siswa di Buet menuntut hukuman mati  bagi mereka yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut.
BACA JUGA: Laporkan Pelecehan Seksual, Siswi Bangladesh Dibakar Hidup-Hidup Atas Perintah kepala Sekolah
Mantan siswa dan anggota staf pengajar juga bergabung dengan  demonstrasi di kampus Buet. Pembunuhan itu mengejutkan Bangladesh dan  menyoroti budaya kekerasan di universitas negeri.
&quot;Ini benar-benar tidak dapat diterima bahwa seorang siswa akan mati  karena penyiksaan di aula perumahan,&quot; kata AKM Masud, presiden Asosiasi  Guru Buet, sebagaimana dikutip bdnews24.com.
&quot;Kematian Abrar Fahad telah membuktikan kegagalan total pihak berwenang untuk memastikan keamanan para siswa.&quot;</description><content:encoded>DHAKA - Seorang mahasiswa Bangladesh dibunuh di asramanya beberapa hari setelah mengkritik pemerintah lewat daring. Menurut keterangan saksi, mahasiswa itu dipukuli dan dianiaya selama berjam-jam sebelum dia meninggal dunia.
Beberapa mahasiswa di asrama mengatakan bahwa Abrar Fahad dibawa dari kamarnya pada Minggu, 6 Oktober sekira pukul 20.00 waktu setempat dan dipukuli selama setidaknya empat jam. Dokter yang melakukan otopsi pada jasad Fahad mengatakan mengonfirmasi kepada BBC bahwa tubuh mahasiswa berusia 21 tahun itu mengalami memar-memar yang parah.
BACA JUGA: Aksi Kekerasan Terkait Pemilu di Bangladesh Tewaskan 17 Orang
Fahad belajar di Universitas Teknik Bangladesh (Buet) di Dhaka.
Beberapa anggota Liga Chhatra Bangladesh (BCL), sayap pemuda dari Partai Liga Awami yang berkuasa, ditahan sehubungan dengan kematian Fahad. BCL telah banyak dituduh menggunakan penyiksaan dan pemerasan terhadap siswa.
Rekaman CCTV dari asrama Fahad menunjukkan beberapa pria membawa tubuh korban. Polisi menahan sembilan pria dari asrama, termasuk sedikitnya lima aktivis BCL.
Polisi mengatakan pada Selasa jumlah tersangka yang ditahan telah meningkat menjadi 13 orang, dan polisi masih mencari enam tersangka lainnya. Semua tersangka yang ditahan adalah mahasiswa Buet.
&quot;Ada banyak trauma benda tumpul di tubuhnya. Kami pikir dia meninggal karena serangan dengan benda tumpul,&quot; kata Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Dhaka Medical College, Dr. Sohel Mahmud sebagaimana dilansir BBC, Kamis (10/10/2019).
Wakil Komisaris Kepolisian Dhaka, Munstasirul Islam membenarkan bahwa mahasiswa tersebut telah dipukuli hingga mati.
Anggota BCL yang dikutip oleh media lokal mengatakan Fahad telah &quot;diinterogasi&quot; dan dipukuli karena diduga memiliki hubungan dengan partai Islam. Itu terjadi setelah dia menulis posting di media sosial mengkritik pemerintah atas kesepakatan berbagi air dengan India.

Mahasiswa Bangladesh University of Engineering menggelar protes setelah kematian Abrar Fahad. 
Dalam sebuah pernyataan, BCL mengatakan bahwa setelah melakukan investigasi, pihaknya telah mengusir 11 anggota divisi Buet mereka, demikian dilaporkan bdnews24.com.
Seorang siswa Buet yang tidak mau disebutkan namanya karena takut&amp;nbsp; menerima pembalasan mengatakan pada BBC bahwa mereka telah melihat Fahad hidup pada pukul 02:00 waktu setempat di sebuah ruangan tempat dia dipukuli.
&quot;Saya melihat Abrar di kamar 2005, dia masih hidup ... Dengan bantuan dari beberapa siswa junior saya membawa Abrar ke bawah. Dia masih hidup dan dia berkata, 'Tolong cepat bawa saya ke rumah sakit.'&quot;
Siswa lain yang tiba di tempat kejadian mengatakan beberapa siswa  telah berkumpul dengan asisten rektor asrama untuk mendesaknya untuk  mengambil tindakan, ketika anggota BCL mulai menggedor pintu, berusaha  untuk masuk.
Berita kematian Fahad menyebabkan protes di Dhaka dan kota-kota lain  pada Senin. Siswa di ibu kota meneriakkan slogan dan memblokir jalan.  Protes berlanjut pada Selasa dengan siswa di Buet menuntut hukuman mati  bagi mereka yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut.
BACA JUGA: Laporkan Pelecehan Seksual, Siswi Bangladesh Dibakar Hidup-Hidup Atas Perintah kepala Sekolah
Mantan siswa dan anggota staf pengajar juga bergabung dengan  demonstrasi di kampus Buet. Pembunuhan itu mengejutkan Bangladesh dan  menyoroti budaya kekerasan di universitas negeri.
&quot;Ini benar-benar tidak dapat diterima bahwa seorang siswa akan mati  karena penyiksaan di aula perumahan,&quot; kata AKM Masud, presiden Asosiasi  Guru Buet, sebagaimana dikutip bdnews24.com.
&quot;Kematian Abrar Fahad telah membuktikan kegagalan total pihak berwenang untuk memastikan keamanan para siswa.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
