<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak di Bawah Umur Jadi Korban Kasus Pengantin Pesanan ke China</title><description>Ada tiga perempuan di bawah umur, masing-masing berusia 14,15, dan 16 tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/10/18/2115219/anak-di-bawah-umur-jadi-korban-kasus-pengantin-pesanan-ke-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/10/18/2115219/anak-di-bawah-umur-jadi-korban-kasus-pengantin-pesanan-ke-china"/><item><title>Anak di Bawah Umur Jadi Korban Kasus Pengantin Pesanan ke China</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/10/18/2115219/anak-di-bawah-umur-jadi-korban-kasus-pengantin-pesanan-ke-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/10/18/2115219/anak-di-bawah-umur-jadi-korban-kasus-pengantin-pesanan-ke-china</guid><pubDate>Kamis 10 Oktober 2019 15:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/10/18/2115219/anak-di-bawah-umur-jadi-korban-kasus-pengantin-pesanan-ke-china-ovdjfWvJQV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Foto/Shutter Stock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/10/18/2115219/anak-di-bawah-umur-jadi-korban-kasus-pengantin-pesanan-ke-china-ovdjfWvJQV.jpg</image><title>Ilustrasi Foto/Shutter Stock</title></images><description>JAKARTA - Beberapa perempuan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pengantin pesanan ternyata merupakan anak di bawah umur, yang menjadikan kasus itu merupakan sebuah tindak kejahatan serius.
Hal itu diungkapkan oleh wakil duta besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China (RRC) Listyowati Kamis, (10/10/2019).
Menurut dia, sedikitnya ada tiga perempuan di bawah umur, masing-masing berusia 14,15, dan 16 tahun yang berhasil diselamatkan dari kasus pengantin pesanan di China.

Pejabat Protokol dan Konsuler KBRI Beijing, Ichsan Firdaus menambahkan bahwa Provinsi Henan dan Hebei menjadi dua wilayah di mana kasus pengantin pesanan banyak terjadi, terutama karena kedua wilayah itu memiliki populasi yang cukup besar.
&quot;Di Cina itu ada dua (wilayah) yang kita catat, Provinsi Henan dan Hebei, karena memang jumlah populasinya banyak, jadi mereka mencari pengantin untuk menikah,&quot; jelas Ichsan menjawab pertanyaan wartawan usai kegiatan diskusi penanggulangan kasus pengantin pesananan di Menteng, Jakarta Pusat.
Lebih lanjut, Ichsan mengatakan bahwa pengantin pesananan dianggap sebagai bisnis yang menggiurkan bagi para pelakunya. Para pemesan di China dilaporkan membayar hingga Rp300-Rp400 juta untuk seorang pengantin dari Indonesia.
&quot;Bisa dibayangkan bahwa mereka berusaha merekrut sebanyak mungkin (pengantin) tanpa memedulikan (pernikahan) akan berhasil atau tidak.
&quot;Jika berhasil, ya syukur, tetapi jika tidak, kita yang kesulitan, karena mereka (para pelaku) kan lepas tangan,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa perempuan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pengantin pesanan ternyata merupakan anak di bawah umur, yang menjadikan kasus itu merupakan sebuah tindak kejahatan serius.
Hal itu diungkapkan oleh wakil duta besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China (RRC) Listyowati Kamis, (10/10/2019).
Menurut dia, sedikitnya ada tiga perempuan di bawah umur, masing-masing berusia 14,15, dan 16 tahun yang berhasil diselamatkan dari kasus pengantin pesanan di China.

Pejabat Protokol dan Konsuler KBRI Beijing, Ichsan Firdaus menambahkan bahwa Provinsi Henan dan Hebei menjadi dua wilayah di mana kasus pengantin pesanan banyak terjadi, terutama karena kedua wilayah itu memiliki populasi yang cukup besar.
&quot;Di Cina itu ada dua (wilayah) yang kita catat, Provinsi Henan dan Hebei, karena memang jumlah populasinya banyak, jadi mereka mencari pengantin untuk menikah,&quot; jelas Ichsan menjawab pertanyaan wartawan usai kegiatan diskusi penanggulangan kasus pengantin pesananan di Menteng, Jakarta Pusat.
Lebih lanjut, Ichsan mengatakan bahwa pengantin pesananan dianggap sebagai bisnis yang menggiurkan bagi para pelakunya. Para pemesan di China dilaporkan membayar hingga Rp300-Rp400 juta untuk seorang pengantin dari Indonesia.
&quot;Bisa dibayangkan bahwa mereka berusaha merekrut sebanyak mungkin (pengantin) tanpa memedulikan (pernikahan) akan berhasil atau tidak.
&quot;Jika berhasil, ya syukur, tetapi jika tidak, kita yang kesulitan, karena mereka (para pelaku) kan lepas tangan,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
