<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wiranto Dibidik Teroris karena Berperan Bentengi Indonesia dari Radikalisme</title><description>Menko Polhukam Wiranto memang sudah menjadi incaran para teroris dalam melakukan aksi amaliyah di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/11/337/2115575/wiranto-dibidik-teroris-karena-berperan-bentengi-indonesia-dari-radikalisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/11/337/2115575/wiranto-dibidik-teroris-karena-berperan-bentengi-indonesia-dari-radikalisme"/><item><title>Wiranto Dibidik Teroris karena Berperan Bentengi Indonesia dari Radikalisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/11/337/2115575/wiranto-dibidik-teroris-karena-berperan-bentengi-indonesia-dari-radikalisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/11/337/2115575/wiranto-dibidik-teroris-karena-berperan-bentengi-indonesia-dari-radikalisme</guid><pubDate>Jum'at 11 Oktober 2019 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/11/337/2115575/wiranto-dibidik-teroris-karena-berperan-bentengi-indonesia-dari-radikalisme-RcDgkcvftC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam, Wiranto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/11/337/2115575/wiranto-dibidik-teroris-karena-berperan-bentengi-indonesia-dari-radikalisme-RcDgkcvftC.jpg</image><title>Menko Polhukam, Wiranto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat terorisme, Zaki Mubarak mensinyalir Menko Polhukam Wiranto memang sudah menjadi incaran para teroris dalam melakukan aksi amaliyah di Indonesia. Sebab, perannya dinilai sebagai tokoh penting yang membentengi Indonesia dari paham radikalisme.
&quot;Memang tidak secara langsung, tapi posisinya sebagai Menko Polhukam dianggap sebagai benteng. Jadi, siapa saja yang berperan penting dalam aspek keamanan itu diincar,&quot; kata Zaki kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Selain itu, kata dia, mantan Panglima ABRI itu juga dianggap sebagai aktor intelektual pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sehingga, kelompok teroris menilai Wiranto itu anti Islam karena membubarkan HTI tanpa proses pengadilan.
&quot;Sehingga muncul pandangan kalau Pak Wiranto anti-Islam. Jadi (ini) akumulasi,&quot; tuturnya.
Ia menjelaskan, para tokoh lainnya yang bisa jadi turut dibidik teroris adalah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.
&quot;Itu muncul dari persidangan teroris dan pengakuan teroris saat ditangkap,&quot; kata dia.
Sebelumnya, Wiranto diserang teroris seusai kunjungan ke Universitas Mathlaul Anwar, Menes, Pandeglang, Banten untuk meresmikan gedung baru. Pelakunya, Syafril Alamsyah alias Abu Rara, dan istrinya berinisial FA.

Ia menilai Abu Rara itu terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD). Sebab, lokasi penyerangannya terjadi di Banten, yang merupakan salah satu basis terkuat JAD di Indonesia.
&quot;Jadi Banten salah satu titik konsentrasi kelompok jihad. Sering dijadikan tempat konsolidasi. Jadi kemungkinan besar pelakunya kelompok-kelompok JAD,&quot; ujar Zaki.
Saat ini Wiranto sedang menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto setelah menjalani operasi akibat mendapatkan dua luka tusuk di bagian perutnya. Senjata tajam yang digunakan pelaku, pisau sejenis kunai. Dalam peristiwa itu, Kapolsek Menes, Kompol Daryanto dan ajudan Wiranto, Fuad Sauki juga terluka karena berusaha menghalangi aksi pelaku.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat terorisme, Zaki Mubarak mensinyalir Menko Polhukam Wiranto memang sudah menjadi incaran para teroris dalam melakukan aksi amaliyah di Indonesia. Sebab, perannya dinilai sebagai tokoh penting yang membentengi Indonesia dari paham radikalisme.
&quot;Memang tidak secara langsung, tapi posisinya sebagai Menko Polhukam dianggap sebagai benteng. Jadi, siapa saja yang berperan penting dalam aspek keamanan itu diincar,&quot; kata Zaki kepada wartawan di Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Selain itu, kata dia, mantan Panglima ABRI itu juga dianggap sebagai aktor intelektual pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sehingga, kelompok teroris menilai Wiranto itu anti Islam karena membubarkan HTI tanpa proses pengadilan.
&quot;Sehingga muncul pandangan kalau Pak Wiranto anti-Islam. Jadi (ini) akumulasi,&quot; tuturnya.
Ia menjelaskan, para tokoh lainnya yang bisa jadi turut dibidik teroris adalah Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu.
&quot;Itu muncul dari persidangan teroris dan pengakuan teroris saat ditangkap,&quot; kata dia.
Sebelumnya, Wiranto diserang teroris seusai kunjungan ke Universitas Mathlaul Anwar, Menes, Pandeglang, Banten untuk meresmikan gedung baru. Pelakunya, Syafril Alamsyah alias Abu Rara, dan istrinya berinisial FA.

Ia menilai Abu Rara itu terafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD). Sebab, lokasi penyerangannya terjadi di Banten, yang merupakan salah satu basis terkuat JAD di Indonesia.
&quot;Jadi Banten salah satu titik konsentrasi kelompok jihad. Sering dijadikan tempat konsolidasi. Jadi kemungkinan besar pelakunya kelompok-kelompok JAD,&quot; ujar Zaki.
Saat ini Wiranto sedang menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto setelah menjalani operasi akibat mendapatkan dua luka tusuk di bagian perutnya. Senjata tajam yang digunakan pelaku, pisau sejenis kunai. Dalam peristiwa itu, Kapolsek Menes, Kompol Daryanto dan ajudan Wiranto, Fuad Sauki juga terluka karena berusaha menghalangi aksi pelaku.</content:encoded></item></channel></rss>
