<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NasDem: Pemerintah Butuh Oposisi yang Elegan! </title><description>Peluang Partai Gerindra masuk ke dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) semakin terbuka lebar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/12/337/2116088/nasdem-pemerintah-butuh-oposisi-yang-elegan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/12/337/2116088/nasdem-pemerintah-butuh-oposisi-yang-elegan"/><item><title>NasDem: Pemerintah Butuh Oposisi yang Elegan! </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/12/337/2116088/nasdem-pemerintah-butuh-oposisi-yang-elegan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/12/337/2116088/nasdem-pemerintah-butuh-oposisi-yang-elegan</guid><pubDate>Sabtu 12 Oktober 2019 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/12/337/2116088/nasdem-pemerintah-butuh-oposisi-yang-elegan-pyL47KoaAI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/12/337/2116088/nasdem-pemerintah-butuh-oposisi-yang-elegan-pyL47KoaAI.jpg</image><title>Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Peluang Partai Gerindra masuk ke dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) semakin terbuka lebar. Apalagi, Presiden Jokowi sendiri mengaku akan membuka peluang berkoalisi dengan Gerindra.
Merespons hal itu, Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menyatakan pastinya Presiden Jokowi akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan partai politik (parpol) koalisi, apakah akan membuka pintu bagi parpol lainnya untuk menjadi bagian.
&quot;Kemudian, apakah Gerindra masuk atau tidak, itu juga akan diputuskan oleh kawan-kawan koalisi secara bersama-sama,&quot; tutur Irma di diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk Peta Politik Usai &quot;Pesta&quot; Di Parlemen, di d'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jika Gerindra Masuk Kabinet, Surya Paloh Legawa Tak Dapat Jatah

Akan tetapi, menurut Irma alangkah baiknya di dalam sebuah pemerintah harus ada kubu oposisi elegan yang mengontrol melalui check and balance roda pemerintahan. &quot;Pemerintah butuh oposisi yang elegan,&quot; imbuh Irma.
&quot;Maka, kemudian NasDem selalu berpikir bahwa check and balance yang dilakukan oleh partai oposisi,&quot; tambahnya.
Meski begitu, Irma mengakui bisa atau tidaknya Gerindra bergabung ke dalam koalisi sejatinya adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Sehingga apa pun keputusan Presiden Jokowi, NasDem akan selalu mendukung.
&quot;NasDem selalu menyampaikan, NasDem mendukung Pak Jokowi itu tanpa syarat dan mahar,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Ketemu SBY &amp;amp; Prabowo, PKB Yakin Tak Bahas Kursi Menteri</description><content:encoded>JAKARTA - Peluang Partai Gerindra masuk ke dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) semakin terbuka lebar. Apalagi, Presiden Jokowi sendiri mengaku akan membuka peluang berkoalisi dengan Gerindra.
Merespons hal itu, Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago menyatakan pastinya Presiden Jokowi akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan partai politik (parpol) koalisi, apakah akan membuka pintu bagi parpol lainnya untuk menjadi bagian.
&quot;Kemudian, apakah Gerindra masuk atau tidak, itu juga akan diputuskan oleh kawan-kawan koalisi secara bersama-sama,&quot; tutur Irma di diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk Peta Politik Usai &quot;Pesta&quot; Di Parlemen, di d'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jika Gerindra Masuk Kabinet, Surya Paloh Legawa Tak Dapat Jatah

Akan tetapi, menurut Irma alangkah baiknya di dalam sebuah pemerintah harus ada kubu oposisi elegan yang mengontrol melalui check and balance roda pemerintahan. &quot;Pemerintah butuh oposisi yang elegan,&quot; imbuh Irma.
&quot;Maka, kemudian NasDem selalu berpikir bahwa check and balance yang dilakukan oleh partai oposisi,&quot; tambahnya.
Meski begitu, Irma mengakui bisa atau tidaknya Gerindra bergabung ke dalam koalisi sejatinya adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Sehingga apa pun keputusan Presiden Jokowi, NasDem akan selalu mendukung.
&quot;NasDem selalu menyampaikan, NasDem mendukung Pak Jokowi itu tanpa syarat dan mahar,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Ketemu SBY &amp;amp; Prabowo, PKB Yakin Tak Bahas Kursi Menteri</content:encoded></item></channel></rss>
