<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asap Karhutla Kembali Pekat, Warga Jambi Keluhkan Hidung Panas &amp; Mata Perih</title><description>Kembalinya asap tebal ini dipastikan karena meningkatnya jumlah titik api akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Jambi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116624/asap-karhutla-kembali-pekat-warga-jambi-keluhkan-hidung-panas-mata-perih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116624/asap-karhutla-kembali-pekat-warga-jambi-keluhkan-hidung-panas-mata-perih"/><item><title>Asap Karhutla Kembali Pekat, Warga Jambi Keluhkan Hidung Panas &amp; Mata Perih</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116624/asap-karhutla-kembali-pekat-warga-jambi-keluhkan-hidung-panas-mata-perih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116624/asap-karhutla-kembali-pekat-warga-jambi-keluhkan-hidung-panas-mata-perih</guid><pubDate>Senin 14 Oktober 2019 13:55 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/14/337/2116624/asap-karhutla-kembali-pekat-warga-jambi-keluhkan-hidung-panas-mata-perih-S0sKGOXdJ6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabut asap pekat di Jambi. (Foto: Nanang F/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/14/337/2116624/asap-karhutla-kembali-pekat-warga-jambi-keluhkan-hidung-panas-mata-perih-S0sKGOXdJ6.jpg</image><title>Kabut asap pekat di Jambi. (Foto: Nanang F/Okezone)</title></images><description>MERANGIN - Hampir sepekan kabut asap mulai menipis pasca-hujan. Namun hari ini, Senin (14/10/2019), asap kembali pekat hingga warga banyak mengurangi aktivitas di luar rumah.
Kembalinya asap tebal ini dipastikan karena meningkatnya jumlah titik api akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Jambi.
Sebenarnya titik api di Kabupaten Merangin tak terlalu banyak, namun asap pekat tersebut berasal dari kabupaten tetangga
Dampak asap dikeluhkan Dina, warga Pamenang, dia mengatakan asap sudah mulai tebal sejak kemarin, Minggu 13 Oktober 2019.

&quot;Kelihatan peningkatannya dari kemarin, namun hari ini sangat pekat. Saya di dalam rumah saja sudah merasakan hidung panas, bahkan jika mengendarai motor mata rasanya perih,&quot; keluh Dina.
Hal senada diungkapkan Ronal yang berharap Pemerintah &quot;Saya tidak tahu di mana ada kebakaran, kalau di tempat kami tidak ada kebakaran hutan maupun lahan, namun asap pekat sejak kemarin sudah kami rasakan. Kami berharap Pemerintah segera mengatasinya, terutama membuat hujan buatan,&amp;rdquo; ucapnya.
</description><content:encoded>MERANGIN - Hampir sepekan kabut asap mulai menipis pasca-hujan. Namun hari ini, Senin (14/10/2019), asap kembali pekat hingga warga banyak mengurangi aktivitas di luar rumah.
Kembalinya asap tebal ini dipastikan karena meningkatnya jumlah titik api akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Jambi.
Sebenarnya titik api di Kabupaten Merangin tak terlalu banyak, namun asap pekat tersebut berasal dari kabupaten tetangga
Dampak asap dikeluhkan Dina, warga Pamenang, dia mengatakan asap sudah mulai tebal sejak kemarin, Minggu 13 Oktober 2019.

&quot;Kelihatan peningkatannya dari kemarin, namun hari ini sangat pekat. Saya di dalam rumah saja sudah merasakan hidung panas, bahkan jika mengendarai motor mata rasanya perih,&quot; keluh Dina.
Hal senada diungkapkan Ronal yang berharap Pemerintah &quot;Saya tidak tahu di mana ada kebakaran, kalau di tempat kami tidak ada kebakaran hutan maupun lahan, namun asap pekat sejak kemarin sudah kami rasakan. Kami berharap Pemerintah segera mengatasinya, terutama membuat hujan buatan,&amp;rdquo; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
