<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Akui Bahas Peluang Koalisi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan</title><description>Jokowi bertemu dengan Zulkifli Hasan di Istana Negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116740/jokowi-akui-bahas-peluang-koalisi-dengan-ketum-pan-zulkifli-hasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116740/jokowi-akui-bahas-peluang-koalisi-dengan-ketum-pan-zulkifli-hasan"/><item><title>Jokowi Akui Bahas Peluang Koalisi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116740/jokowi-akui-bahas-peluang-koalisi-dengan-ketum-pan-zulkifli-hasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116740/jokowi-akui-bahas-peluang-koalisi-dengan-ketum-pan-zulkifli-hasan</guid><pubDate>Senin 14 Oktober 2019 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/14/337/2116740/jokowi-akui-bahas-peluang-koalisi-dengan-ketum-pan-zulkifli-hasan-5HyfsUQfcN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/14/337/2116740/jokowi-akui-bahas-peluang-koalisi-dengan-ketum-pan-zulkifli-hasan-5HyfsUQfcN.jpg</image><title>Jokowi bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui telah mengajak Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk bergabung menjadi partai koalisi yang mendukung Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal itu disampaikannya usai bertemu dengan pria yang akrab disapa Zulhas itu di Istana Merdeka.
Namun Jokowi mengakui pertemuan empat mata dengan Zulhas belum menghasilkan kesepakatan apapun. Apalagi sampai ke pembagian kursi menteri di Kabinet Kerja jilid II.
&quot;Ya ada (pembahasan soal koalisi), tapi belum sampai final, belum rampung,&quot; ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10/2019).
Sebelum bertemu Zulhas, Jokowi sudah terlebih dulu bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan itu, Jokowi mengungkapkan bahwa ingin bertanya ke partai-partai yang saat ini berada di luar pemerintahan mengenai visi mereka dalam melihat tantangan Indonesia ke depan.

&quot;Visi mereka terhadap tantangan-tantangan ke depan ini seperti apa, baik di dalam negeri dan tantangan eksternal,&quot; imbuhnya.
Jokowi juga sempat membahas persoalan maraknya radikalisme di Tanah Air. Terutama pasca-penyerangan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto oleh teroris di Pandeglang, Banten.
&quot;Dalam negeri radikalisme seperti apa, setelah misalnya kejadian yang menimpa Pak Wiranto kemarin,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui telah mengajak Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk bergabung menjadi partai koalisi yang mendukung Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal itu disampaikannya usai bertemu dengan pria yang akrab disapa Zulhas itu di Istana Merdeka.
Namun Jokowi mengakui pertemuan empat mata dengan Zulhas belum menghasilkan kesepakatan apapun. Apalagi sampai ke pembagian kursi menteri di Kabinet Kerja jilid II.
&quot;Ya ada (pembahasan soal koalisi), tapi belum sampai final, belum rampung,&quot; ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/10/2019).
Sebelum bertemu Zulhas, Jokowi sudah terlebih dulu bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan itu, Jokowi mengungkapkan bahwa ingin bertanya ke partai-partai yang saat ini berada di luar pemerintahan mengenai visi mereka dalam melihat tantangan Indonesia ke depan.

&quot;Visi mereka terhadap tantangan-tantangan ke depan ini seperti apa, baik di dalam negeri dan tantangan eksternal,&quot; imbuhnya.
Jokowi juga sempat membahas persoalan maraknya radikalisme di Tanah Air. Terutama pasca-penyerangan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto oleh teroris di Pandeglang, Banten.
&quot;Dalam negeri radikalisme seperti apa, setelah misalnya kejadian yang menimpa Pak Wiranto kemarin,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
