<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buruh Minta Jokowi Susun Kabinet yang Bisa Dongkrak Perekonomian </title><description>Wasekjen KSPSI Arnod Sihite mengatakan, menteri yang bisa mendongkrak perekonomian penting untuk Jokowi di tengah pelambatan ekonomi global.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116861/buruh-minta-jokowi-susun-kabinet-yang-bisa-dongkrak-perekonomian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116861/buruh-minta-jokowi-susun-kabinet-yang-bisa-dongkrak-perekonomian"/><item><title>Buruh Minta Jokowi Susun Kabinet yang Bisa Dongkrak Perekonomian </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116861/buruh-minta-jokowi-susun-kabinet-yang-bisa-dongkrak-perekonomian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/14/337/2116861/buruh-minta-jokowi-susun-kabinet-yang-bisa-dongkrak-perekonomian</guid><pubDate>Senin 14 Oktober 2019 20:45 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/14/337/2116861/buruh-minta-jokowi-susun-kabinet-yang-bisa-dongkrak-perekonomian-E5ZyQuYrb1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-Maruf Amin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/14/337/2116861/buruh-minta-jokowi-susun-kabinet-yang-bisa-dongkrak-perekonomian-E5ZyQuYrb1.jpg</image><title>Jokowi-Maruf Amin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menyusun Kabinet Kerja jilid II dengan komposisi menteri yang mampu mendorong pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional.
Wasekjen KSPSI Arnod Sihite mengatakan, menteri yang bisa mendongkrak perekonomian penting untuk Jokowi di tengah pelambatan ekonomi global.
&quot;Dengan kondisi ekonomi global seperti saat ini maka tentu saja kami sangat berharap agar para menteri yang diangkat Pak Jokowi adalah mereka yang punya visi pembangunan ekonomi nasional. Tantangan kita ke depan ya di sektor ini,&quot; ujar Arnod dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (14/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Akui Bahas Peluang Koalisi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan
Menurut dia, kaum buruh butuh gebrakan dan inovasi para menteri di tengah situasi pelambatan ekonomi global. Pasalnya, saat ini banyak industri dalam negeri yang terkena imbas dari kondisi perekonomian global tersebut.

Ia menilai, kabinet baru harus memastikan program prioritas pembangunan SDM yang unggul di tengah 75% tingkat pendidikan masyarakat Indonesia adalah tamatan SD, SMP dan SMU yg masih banyak bekerja dgn padat karya yang harus dilindungi juga .
&quot;Nah, bagaimana agar SDM yang kita miliki ini mampu bersaing di era Industri 4.0 dengan berbagai tantangannya,&quot; kata Arnod.
Ia mengungkapkan, pemerintahan baru Jokowi-Amin harus memastikan agar SDM di sektor industri bukan saja unggul dan handa, namun juga memiliki skill keahlian sesuai kebutuhan industri.
&quot;Maka itu kami dorong pemerintah agar pendidikan vokasi harus digarap serius. Bukan hanya itu pemerintah juga harus menyiapkan sarana perasana balai latihan kerja agar kebutuhan industri dan usaha yang di inginkan bisa tercapai,&quot; lanjut dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Susunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin yang Beredar Dipastikan Hoaks
Arnod menerangkan, pemerintah melakukam sinkronisasi pelayanan kepada pekerja buruh oleh kementerian teknis seperti Menteri Tenaga Kerja, Menteri Industri, Menteri Perdagangan, Bappenas, BKPM dan bidang yang lain termasuk juga politik.

&quot;Karena kondisi politik yang stabil ikut berpengaruh penting menopang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sehingga wajar bila pelaku industri membutuhkan menteri yang bisa mengendalikan situasi politik dan keamanan nasional secara baik,&quot; ujar Arnod.

Ia menambahkan, perbaikan ekonomi nasional menjadi dorongan utama bagi pemerintahan baru. Sehingga, Jokowi merealisasikan keinginannya agar pertumbuhan ekonomi di atas 7%.

&quot;Sehingga tidak ada pilihan lain bagi Pak Jokowi agar memilih para pembantunya yang paham visi pengembangan ekonomi ini,&quot; ujar Arnod.</description><content:encoded>JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menyusun Kabinet Kerja jilid II dengan komposisi menteri yang mampu mendorong pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional.
Wasekjen KSPSI Arnod Sihite mengatakan, menteri yang bisa mendongkrak perekonomian penting untuk Jokowi di tengah pelambatan ekonomi global.
&quot;Dengan kondisi ekonomi global seperti saat ini maka tentu saja kami sangat berharap agar para menteri yang diangkat Pak Jokowi adalah mereka yang punya visi pembangunan ekonomi nasional. Tantangan kita ke depan ya di sektor ini,&quot; ujar Arnod dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (14/10/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Akui Bahas Peluang Koalisi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan
Menurut dia, kaum buruh butuh gebrakan dan inovasi para menteri di tengah situasi pelambatan ekonomi global. Pasalnya, saat ini banyak industri dalam negeri yang terkena imbas dari kondisi perekonomian global tersebut.

Ia menilai, kabinet baru harus memastikan program prioritas pembangunan SDM yang unggul di tengah 75% tingkat pendidikan masyarakat Indonesia adalah tamatan SD, SMP dan SMU yg masih banyak bekerja dgn padat karya yang harus dilindungi juga .
&quot;Nah, bagaimana agar SDM yang kita miliki ini mampu bersaing di era Industri 4.0 dengan berbagai tantangannya,&quot; kata Arnod.
Ia mengungkapkan, pemerintahan baru Jokowi-Amin harus memastikan agar SDM di sektor industri bukan saja unggul dan handa, namun juga memiliki skill keahlian sesuai kebutuhan industri.
&quot;Maka itu kami dorong pemerintah agar pendidikan vokasi harus digarap serius. Bukan hanya itu pemerintah juga harus menyiapkan sarana perasana balai latihan kerja agar kebutuhan industri dan usaha yang di inginkan bisa tercapai,&quot; lanjut dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Susunan Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin yang Beredar Dipastikan Hoaks
Arnod menerangkan, pemerintah melakukam sinkronisasi pelayanan kepada pekerja buruh oleh kementerian teknis seperti Menteri Tenaga Kerja, Menteri Industri, Menteri Perdagangan, Bappenas, BKPM dan bidang yang lain termasuk juga politik.

&quot;Karena kondisi politik yang stabil ikut berpengaruh penting menopang pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sehingga wajar bila pelaku industri membutuhkan menteri yang bisa mengendalikan situasi politik dan keamanan nasional secara baik,&quot; ujar Arnod.

Ia menambahkan, perbaikan ekonomi nasional menjadi dorongan utama bagi pemerintahan baru. Sehingga, Jokowi merealisasikan keinginannya agar pertumbuhan ekonomi di atas 7%.

&quot;Sehingga tidak ada pilihan lain bagi Pak Jokowi agar memilih para pembantunya yang paham visi pengembangan ekonomi ini,&quot; ujar Arnod.</content:encoded></item></channel></rss>
