<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Didiagnosa Ginjal Bocor, Anak Keluarga Miskin di Jambi Butuh Pertolongan   </title><description>Sungguh malang nasib yang dialami M Husin (17), warga Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin, Jambi Ini.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/14/340/2116700/didiagnosa-ginjal-bocor-anak-keluarga-miskin-di-jambi-butuh-pertolongan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/14/340/2116700/didiagnosa-ginjal-bocor-anak-keluarga-miskin-di-jambi-butuh-pertolongan"/><item><title>Didiagnosa Ginjal Bocor, Anak Keluarga Miskin di Jambi Butuh Pertolongan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/14/340/2116700/didiagnosa-ginjal-bocor-anak-keluarga-miskin-di-jambi-butuh-pertolongan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/14/340/2116700/didiagnosa-ginjal-bocor-anak-keluarga-miskin-di-jambi-butuh-pertolongan</guid><pubDate>Senin 14 Oktober 2019 16:08 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/14/340/2116700/didiagnosa-ginjal-bocor-anak-keluarga-miskin-di-jambi-butuh-pertolongan-KS4HEGuOWO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Husin bersama nenek di rumah sakit (foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/14/340/2116700/didiagnosa-ginjal-bocor-anak-keluarga-miskin-di-jambi-butuh-pertolongan-KS4HEGuOWO.jpg</image><title>Husin bersama nenek di rumah sakit (foto: ist)</title></images><description>
MERANGIN - Sungguh malang nasib yang dialami M Husin (17), warga Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin, Jambi Ini. Betapa tidak, di usianya yang masih muda, anak dari keluarga tidak mampu ini didiagnosa menderita penyakit ginjal bocor.

Korban saat ini harus diasuh neneknya, karena ditinggal orang tuanya sejak umur 3 tahun.
&amp;nbsp;Baca juga: Akses Jalan Sulit, Pasien di Polman Ditandu 15 Kilometer Menuju
Kholil (32) salah satu kerabat korban mengatakan, korban mengidap penyakit tersebut semenjak umur tiga tahun, dan semenjak empat tahun ini kondisi korban semakin parah.

&quot;Awalnya semenjak umur tiga tahun dia lumpuh tidak bisa berjalan, dan parahnya ini semenjak empat tahun terakhir,&quot; ujar Kholil, Senin (14/10/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: JK: Kemiskinan Tak Bisa Ditanggulangi Hanya dengan Subsidi
Kemudian Kholil juga mengatakan, beberapa hari lalu, korban sempat dibawa ke RSUD, namun saat itu keluarga memutuskan agar korban dibawa pulang, karena tidak ada biaya untuk berobat.

&quot;Dokter memerintahkan untuk cuci darah, tapi karena tidak ada biaya, kami bawa pulang lagi,&quot; katanya.

Saat ini kondisi korban semakin parah, dan sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk membantu korban. Bahkan hingga saat ini, korban mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Merangin.
</description><content:encoded>
MERANGIN - Sungguh malang nasib yang dialami M Husin (17), warga Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin, Jambi Ini. Betapa tidak, di usianya yang masih muda, anak dari keluarga tidak mampu ini didiagnosa menderita penyakit ginjal bocor.

Korban saat ini harus diasuh neneknya, karena ditinggal orang tuanya sejak umur 3 tahun.
&amp;nbsp;Baca juga: Akses Jalan Sulit, Pasien di Polman Ditandu 15 Kilometer Menuju
Kholil (32) salah satu kerabat korban mengatakan, korban mengidap penyakit tersebut semenjak umur tiga tahun, dan semenjak empat tahun ini kondisi korban semakin parah.

&quot;Awalnya semenjak umur tiga tahun dia lumpuh tidak bisa berjalan, dan parahnya ini semenjak empat tahun terakhir,&quot; ujar Kholil, Senin (14/10/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: JK: Kemiskinan Tak Bisa Ditanggulangi Hanya dengan Subsidi
Kemudian Kholil juga mengatakan, beberapa hari lalu, korban sempat dibawa ke RSUD, namun saat itu keluarga memutuskan agar korban dibawa pulang, karena tidak ada biaya untuk berobat.

&quot;Dokter memerintahkan untuk cuci darah, tapi karena tidak ada biaya, kami bawa pulang lagi,&quot; katanya.

Saat ini kondisi korban semakin parah, dan sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk membantu korban. Bahkan hingga saat ini, korban mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten Merangin.
</content:encoded></item></channel></rss>
