<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puluhan Babi Mati Terserang Virus Kolera, Warga Was-Was</title><description>Matinya puluhan ternak tersebut membuat masyarakat was-was</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/15/608/2117278/puluhan-babi-mati-terserang-virus-kolera-warga-was-was</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/15/608/2117278/puluhan-babi-mati-terserang-virus-kolera-warga-was-was"/><item><title>Puluhan Babi Mati Terserang Virus Kolera, Warga Was-Was</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/15/608/2117278/puluhan-babi-mati-terserang-virus-kolera-warga-was-was</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/15/608/2117278/puluhan-babi-mati-terserang-virus-kolera-warga-was-was</guid><pubDate>Selasa 15 Oktober 2019 18:17 WIB</pubDate><dc:creator>Robert Fernando H Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/15/608/2117278/puluhan-babi-mati-terserang-virus-kolera-warga-was-was-yqBQihsf8G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksinasi Babi di Taput (Foto: Okezone/Robert)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/15/608/2117278/puluhan-babi-mati-terserang-virus-kolera-warga-was-was-yqBQihsf8G.jpg</image><title>Vaksinasi Babi di Taput (Foto: Okezone/Robert)</title></images><description>TAPANULI UTARA - Puluhan ternak babi mati akhir September 2019, di beberapa Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, disebabkan terserang virus Hog Cholera atau kolera babi.

Matinya puluhan ternak tersebut membuat masyarakat was-was. Namun, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan meyakinkan bahwa virus tersebut tak menyerang manusia. Saat ini ternak yang belum tertular sudah diberikan vaksin Hog Cholera dan ternak yang tertular sudah diobati.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Taput, Sondang E Y Pasaribu menerangkan, ternak terserang atau tertular virus Hog Cholera, terjadi akhir September 2019, di Kecamatan Siatas Barita, Kecamatan Tarutung, Kecamatan Sipahutar dan Kecamatan Pangaribuan.



&amp;ldquo;Untuk mencengah virus Hog Cholera mewabah dan menyebabkan kerugian bagi peternak yang umumnya tersebar di 15 Kecamatan se-Taput, kita tetap siaga dengan melaksanakan vaksinasi ternak di seluruh Kecamatan di daerah ini. Virus Hog Cholera tidak menyerang manusia. Namun ternak yang mati harus dikubur, agar bangkai ternak tidak menimbulkan penyakit lain bagi manusia,&amp;rdquo; ungkap Sondang E Y Pasaribu kepada Okezone, Selasa (15/10/2019).

Sondang E Y Pasaribu menjelaskan, gejala ternak tertular virus Hog Cholera, yakni demam, menggigil, kotoran mengeras, kurang nafsu makan dan sekitar telinga berwarna merah kebiruan. Dampaknya menyebabkan kematian, apabila tidak segera ditangan atau diobati.

Berdasarkan laporan petugas Kecamatan Siatas Barita, sebut Sondang E Y Pasaribu, ternak yang mati akibat tertular Hog Cholera sekitar 52 ekor. Upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Taput melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, yaitu melakukan vaksinasi ke ternak yang belum tertular (pencegahan), melakukan pengobatan kepada ternak yang sudah tertular.

Kemudian, sambung Sondang E Y Pasaribu, melakukan penyuluhan atau  sosialisasi kepada masyarakat untuk melaksanakan sanitasi dan desinfeksi  kandang. Tidak memotong ternak yang tertular, untuk tidak membawa atau  mendatangkan ternak dari daerah tertular dan mengubur ternak yang mati  atau tidak membuang ke sungai.

&amp;ldquo;Kita telah membuat Surat Edaran Bupati ke seluruh Camat dan Kepala  Desa/Lurah dan Majelis Gereja, untuk mengantisipasi penularan yang lebih  luas dan segera menginformasikan ke petugas Peternakan, apabila  disinyalir ada penularan virus pada ternak,&amp;rdquo;ujar Sondang S E Pasaribu.

Kepada masyarakat peternak, imbuh Sondang E Y Pasaribu, agar tidak  mendatangkan ternak dari daerah tertular (dari luar daerah).  Melaksanakan sanitasi dan desinfeksi (dengan desinfektan) kandang  ternak. Tindakan tersebut diharapkan dapat memutus rantai virus yang  menyerang ternak.

&amp;ldquo;Virus Hog Cholera pertama sekali merebak di Eropa. Sebelumnya wabah  Hog Cholera terjadi di Medan, menyebar ke Kabupaten Dairi, Kabupaten  Humbang Hasundutan dan selanjutnya ke Kabupaten Taput,&amp;rdquo; pungkas Sondang E  Y Pasaribu.

Pihak Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten  Taput melakukan pemberian vaksinasi Hog Cholera pada ternak.
</description><content:encoded>TAPANULI UTARA - Puluhan ternak babi mati akhir September 2019, di beberapa Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, disebabkan terserang virus Hog Cholera atau kolera babi.

Matinya puluhan ternak tersebut membuat masyarakat was-was. Namun, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan meyakinkan bahwa virus tersebut tak menyerang manusia. Saat ini ternak yang belum tertular sudah diberikan vaksin Hog Cholera dan ternak yang tertular sudah diobati.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Taput, Sondang E Y Pasaribu menerangkan, ternak terserang atau tertular virus Hog Cholera, terjadi akhir September 2019, di Kecamatan Siatas Barita, Kecamatan Tarutung, Kecamatan Sipahutar dan Kecamatan Pangaribuan.



&amp;ldquo;Untuk mencengah virus Hog Cholera mewabah dan menyebabkan kerugian bagi peternak yang umumnya tersebar di 15 Kecamatan se-Taput, kita tetap siaga dengan melaksanakan vaksinasi ternak di seluruh Kecamatan di daerah ini. Virus Hog Cholera tidak menyerang manusia. Namun ternak yang mati harus dikubur, agar bangkai ternak tidak menimbulkan penyakit lain bagi manusia,&amp;rdquo; ungkap Sondang E Y Pasaribu kepada Okezone, Selasa (15/10/2019).

Sondang E Y Pasaribu menjelaskan, gejala ternak tertular virus Hog Cholera, yakni demam, menggigil, kotoran mengeras, kurang nafsu makan dan sekitar telinga berwarna merah kebiruan. Dampaknya menyebabkan kematian, apabila tidak segera ditangan atau diobati.

Berdasarkan laporan petugas Kecamatan Siatas Barita, sebut Sondang E Y Pasaribu, ternak yang mati akibat tertular Hog Cholera sekitar 52 ekor. Upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Taput melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, yaitu melakukan vaksinasi ke ternak yang belum tertular (pencegahan), melakukan pengobatan kepada ternak yang sudah tertular.

Kemudian, sambung Sondang E Y Pasaribu, melakukan penyuluhan atau  sosialisasi kepada masyarakat untuk melaksanakan sanitasi dan desinfeksi  kandang. Tidak memotong ternak yang tertular, untuk tidak membawa atau  mendatangkan ternak dari daerah tertular dan mengubur ternak yang mati  atau tidak membuang ke sungai.

&amp;ldquo;Kita telah membuat Surat Edaran Bupati ke seluruh Camat dan Kepala  Desa/Lurah dan Majelis Gereja, untuk mengantisipasi penularan yang lebih  luas dan segera menginformasikan ke petugas Peternakan, apabila  disinyalir ada penularan virus pada ternak,&amp;rdquo;ujar Sondang S E Pasaribu.

Kepada masyarakat peternak, imbuh Sondang E Y Pasaribu, agar tidak  mendatangkan ternak dari daerah tertular (dari luar daerah).  Melaksanakan sanitasi dan desinfeksi (dengan desinfektan) kandang  ternak. Tindakan tersebut diharapkan dapat memutus rantai virus yang  menyerang ternak.

&amp;ldquo;Virus Hog Cholera pertama sekali merebak di Eropa. Sebelumnya wabah  Hog Cholera terjadi di Medan, menyebar ke Kabupaten Dairi, Kabupaten  Humbang Hasundutan dan selanjutnya ke Kabupaten Taput,&amp;rdquo; pungkas Sondang E  Y Pasaribu.

Pihak Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten  Taput melakukan pemberian vaksinasi Hog Cholera pada ternak.
</content:encoded></item></channel></rss>
