<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK: Kemajuan Suatu Negara Diukur dari Bagaimana Menolong Masyarakat</title><description>Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan inovasi adalah tanda majunya sebuah bangsa dan memiliki nilai harga yang paling mahal.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117675/jk-kemajuan-suatu-negara-diukur-dari-bagaimana-menolong-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117675/jk-kemajuan-suatu-negara-diukur-dari-bagaimana-menolong-masyarakat"/><item><title>JK: Kemajuan Suatu Negara Diukur dari Bagaimana Menolong Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117675/jk-kemajuan-suatu-negara-diukur-dari-bagaimana-menolong-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117675/jk-kemajuan-suatu-negara-diukur-dari-bagaimana-menolong-masyarakat</guid><pubDate>Rabu 16 Oktober 2019 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/16/337/2117675/jk-kemajuan-suatu-negara-diukur-dari-bagaimana-menolong-masyarakat-oTi4YpFTZI.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/16/337/2117675/jk-kemajuan-suatu-negara-diukur-dari-bagaimana-menolong-masyarakat-oTi4YpFTZI.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan inovasi adalah tanda majunya sebuah bangsa dan  memiliki nilai harga yang paling mahal.

Kalla menekankan, lahirnya inovasi bersumber dari inisiatif, pengetahuan, serta pengetahuan teknologi. Inovasi diciptakan untuk mempermudah urusan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup setiap individu, meningkatkan ekonomi warga bahkan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: JK Ingatkan Pentingnya Check and Balances dalam Pemerintahan

&quot;Sebuah kemajuan negara diukur pada berapa nilai yang bertambah. Memerlukan suatu kebaikan, bagaimana menolong masyarakat,&quot; ungkap Jusuf Kalla dalam pemberian penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan olek Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tahun 2019.

Hadir dalam acara ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Direktur Operasional Taspen Ermanza, para pimpinan lembaga dan pemerintah daerah lainnya serta pejabat dari berbagai instansi pemerintah.



Penghargaan KIPP sendiri diberikan kepada kepala instansi pemerintah, baik kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penyerahan penghargaan diserahkan oleh Wapres Jusuf Kalla, didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menerima dua penghargaan yakni inovasi pelayanan publik Proper dan Sipongi yang merupakan dua inovasi dari KLHK diantara Top 45 inovasi terbaik.

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan  Lingkungan atau Proper dan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian  Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web atau Sipongi adalah dua inovasi  pelayanan dari 45 Inovasi Pelayanan Publik terbaik tahun 2019 dengan  menyisihkan 3.156 pendaftar dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik  (KIPP).

Selain dua inovasi di atas, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SLVK)  juga meraih penghargaan sebagai inovasi yang ikut dilombakan di tingkat  internasional yaitu pada kompetisi United Nation Public Service Award  2019.



Sipongi  yang dikembangkan oleh Ditjen Pengelolaan Perubahan Iklim  (PPI) KLHK, merupakan hasil pemikiran terkait efektivitas pengolahan dan  pengumpulan data yang dahulu dilakukan secara manual menjadi  terotomatisasi dengan sumber datanya, yaitu dari Terra Aqua (NASA),  Terra Aqua (LAPAN), SNPP (LAPAN) dan NOAA (ASMC) serta data cuaca dari  BMKG.

Data dalam Sipongi lebih akurat karena mengandung informasi tentang  lokasi hingga tingkat desa beserta status lahannya. Datanya juga  diselaraskan setiap 30 menit, sehingga data hotspot yang dihasilkan  aktual. Aplikasi Sipongi disebut sangat bermanfaat bagi tim pemadam  karhutla untuk mengetahui lokasi kebakaran secara cepat, sehingga  tindakan pemadaman dini dapat dilakukan sebelum kebakaran tersebut  menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan.

Rujukan Dunia

Sipongi berbasis web memiliki dual interface, yaitu internal   interface dan public interface. Internal interface dapat diakses dengan   menggunakan privilage berjenjang dengan tujuan untuk sistem komando   cepat dari pimpinan kepada personel di lapangan.

Sedangkan public interface dapat diakses secara terbuka oleh   masyarakat secara luas di seluruh Indonesia. Dengan sistem ini   memungkinkan masyarakat membuat pelaporan dan berdiskusi tentang   kebakaran hutan dan lahan melalui akses call centre maupun jaringan   media sosial yang mendukung seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

Website Sipongi dapat diakses setiap saat dialamat:   http://sipongi.menlhk.go.id. Sipongi telah menjadi rujukan dunia dalam   pengembangan sistem pengendalian Karhutla terutama oleh negara-negara   pemilik lahan gambut.
Negara-negara di dunia dapat mempelajari sistem pengendalian karhutla   Indonesia termasuk didalamnya terkait sistem SIPONGI melalui Pusat   Riset Internasional Gambut Tropis di Indonesia yang terletak di Bogor.

Sementara itu sistem Proper yang dikembangkan oleh Ditjen   Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, merupakan   sistem penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Saat ini Proper dikembangkan dan telah mengadopsi perubahan paradigma   dalam penilaiannya, yaitu dengan pengembangan kriteria yang mengukur   kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan dalam penerapan sistem   manajemen lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi, pemanfaatan   limbah B3 dan Non B3, efisiensi air, penurunan beban pencemaran air,   pemeliharaan dan peningkatan keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan   masyarakat.

Proper juga melakukan inovasi dan perbaikan terus menerus secara   internal. Salah satunya adalah aplikasi Simpel. Sistem ini memudahkan   perusahaan dalam membuat pelaporan, mengurangi biaya cetak dan antar   laporan.

Kemudian, untuk mengurangi dampak ke lingkungan dan memastikan upaya   perbaikan yang perlu dilakukan maka PROPER menerapkan konsep Life Cycle   Assessment (LCA).
Melalui LCA perusahaan wajib menghitung dampak lingkungan yang   ditimbulkannya mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, sampai   produk tersebut ditingkat konsumen dan bahkan pada saat produk  tersebut  harus dibuang ke lingkungan.

Proper telah berjalan dan diterima dengan baik di dalam negeri maupun   luar negeri. Di berbagai daerah Proper  diadopsi dengan nama Properda.   Di tingkat nasional, Proper digunakan oleh Otoritas Jasa Keuangan  untuk  menilai risiko pemberian kredit perbankan, dan pada tingkat  dunia,  China, India, dan Ghana mengadopsi Proper sebagai instrumen  pelaksanaan  penaatan.

World Bank pada tahun 2011 dalam terbitan Research Working Paper World Bank menyatakan Proper merupakan Pionir di Asia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan inovasi adalah tanda majunya sebuah bangsa dan  memiliki nilai harga yang paling mahal.

Kalla menekankan, lahirnya inovasi bersumber dari inisiatif, pengetahuan, serta pengetahuan teknologi. Inovasi diciptakan untuk mempermudah urusan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup setiap individu, meningkatkan ekonomi warga bahkan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: JK Ingatkan Pentingnya Check and Balances dalam Pemerintahan

&quot;Sebuah kemajuan negara diukur pada berapa nilai yang bertambah. Memerlukan suatu kebaikan, bagaimana menolong masyarakat,&quot; ungkap Jusuf Kalla dalam pemberian penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan olek Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tahun 2019.

Hadir dalam acara ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Direktur Operasional Taspen Ermanza, para pimpinan lembaga dan pemerintah daerah lainnya serta pejabat dari berbagai instansi pemerintah.



Penghargaan KIPP sendiri diberikan kepada kepala instansi pemerintah, baik kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penyerahan penghargaan diserahkan oleh Wapres Jusuf Kalla, didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menerima dua penghargaan yakni inovasi pelayanan publik Proper dan Sipongi yang merupakan dua inovasi dari KLHK diantara Top 45 inovasi terbaik.

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan  Lingkungan atau Proper dan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian  Kebakaran Hutan dan Lahan Berbasis Web atau Sipongi adalah dua inovasi  pelayanan dari 45 Inovasi Pelayanan Publik terbaik tahun 2019 dengan  menyisihkan 3.156 pendaftar dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik  (KIPP).

Selain dua inovasi di atas, Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SLVK)  juga meraih penghargaan sebagai inovasi yang ikut dilombakan di tingkat  internasional yaitu pada kompetisi United Nation Public Service Award  2019.



Sipongi  yang dikembangkan oleh Ditjen Pengelolaan Perubahan Iklim  (PPI) KLHK, merupakan hasil pemikiran terkait efektivitas pengolahan dan  pengumpulan data yang dahulu dilakukan secara manual menjadi  terotomatisasi dengan sumber datanya, yaitu dari Terra Aqua (NASA),  Terra Aqua (LAPAN), SNPP (LAPAN) dan NOAA (ASMC) serta data cuaca dari  BMKG.

Data dalam Sipongi lebih akurat karena mengandung informasi tentang  lokasi hingga tingkat desa beserta status lahannya. Datanya juga  diselaraskan setiap 30 menit, sehingga data hotspot yang dihasilkan  aktual. Aplikasi Sipongi disebut sangat bermanfaat bagi tim pemadam  karhutla untuk mengetahui lokasi kebakaran secara cepat, sehingga  tindakan pemadaman dini dapat dilakukan sebelum kebakaran tersebut  menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan.

Rujukan Dunia

Sipongi berbasis web memiliki dual interface, yaitu internal   interface dan public interface. Internal interface dapat diakses dengan   menggunakan privilage berjenjang dengan tujuan untuk sistem komando   cepat dari pimpinan kepada personel di lapangan.

Sedangkan public interface dapat diakses secara terbuka oleh   masyarakat secara luas di seluruh Indonesia. Dengan sistem ini   memungkinkan masyarakat membuat pelaporan dan berdiskusi tentang   kebakaran hutan dan lahan melalui akses call centre maupun jaringan   media sosial yang mendukung seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

Website Sipongi dapat diakses setiap saat dialamat:   http://sipongi.menlhk.go.id. Sipongi telah menjadi rujukan dunia dalam   pengembangan sistem pengendalian Karhutla terutama oleh negara-negara   pemilik lahan gambut.
Negara-negara di dunia dapat mempelajari sistem pengendalian karhutla   Indonesia termasuk didalamnya terkait sistem SIPONGI melalui Pusat   Riset Internasional Gambut Tropis di Indonesia yang terletak di Bogor.

Sementara itu sistem Proper yang dikembangkan oleh Ditjen   Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, merupakan   sistem penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Saat ini Proper dikembangkan dan telah mengadopsi perubahan paradigma   dalam penilaiannya, yaitu dengan pengembangan kriteria yang mengukur   kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan dalam penerapan sistem   manajemen lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi, pemanfaatan   limbah B3 dan Non B3, efisiensi air, penurunan beban pencemaran air,   pemeliharaan dan peningkatan keanekaragaman hayati, dan pemberdayaan   masyarakat.

Proper juga melakukan inovasi dan perbaikan terus menerus secara   internal. Salah satunya adalah aplikasi Simpel. Sistem ini memudahkan   perusahaan dalam membuat pelaporan, mengurangi biaya cetak dan antar   laporan.

Kemudian, untuk mengurangi dampak ke lingkungan dan memastikan upaya   perbaikan yang perlu dilakukan maka PROPER menerapkan konsep Life Cycle   Assessment (LCA).
Melalui LCA perusahaan wajib menghitung dampak lingkungan yang   ditimbulkannya mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, sampai   produk tersebut ditingkat konsumen dan bahkan pada saat produk  tersebut  harus dibuang ke lingkungan.

Proper telah berjalan dan diterima dengan baik di dalam negeri maupun   luar negeri. Di berbagai daerah Proper  diadopsi dengan nama Properda.   Di tingkat nasional, Proper digunakan oleh Otoritas Jasa Keuangan  untuk  menilai risiko pemberian kredit perbankan, dan pada tingkat  dunia,  China, India, dan Ghana mengadopsi Proper sebagai instrumen  pelaksanaan  penaatan.

World Bank pada tahun 2011 dalam terbitan Research Working Paper World Bank menyatakan Proper merupakan Pionir di Asia.

</content:encoded></item></channel></rss>
