<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prihatin dengan Turbulensi Sosial Politik, Alumni IMM Gelar Silaturahmi Nasional</title><description>Menurut Armyn, situasi kebangsaan yang belakangan ini penuh turbulensi mendorong Fokal IMM untuk mengambil peran dan tanggung jawab.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117740/prihatin-dengan-turbulensi-sosial-politik-alumni-imm-gelar-silaturahmi-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117740/prihatin-dengan-turbulensi-sosial-politik-alumni-imm-gelar-silaturahmi-nasional"/><item><title>Prihatin dengan Turbulensi Sosial Politik, Alumni IMM Gelar Silaturahmi Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117740/prihatin-dengan-turbulensi-sosial-politik-alumni-imm-gelar-silaturahmi-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117740/prihatin-dengan-turbulensi-sosial-politik-alumni-imm-gelar-silaturahmi-nasional</guid><pubDate>Rabu 16 Oktober 2019 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/16/337/2117740/prihatin-dengan-turbulensi-sosial-politik-alumni-imm-gelar-silaturahmi-nasional-xA4YOru5IJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Kornas Fokal IMM, Armyn Gultom. (Foto : Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/16/337/2117740/prihatin-dengan-turbulensi-sosial-politik-alumni-imm-gelar-silaturahmi-nasional-xA4YOru5IJ.jpg</image><title>Ketua Umum Kornas Fokal IMM, Armyn Gultom. (Foto : Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, pada 18-19 Oktober 2019. Silatnas yang rencananya dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadji Effendi itu akan dihadiri pengurus Kornas, tokoh alumni, dan 31 Korwil se-Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Kornas Fokal IMM, Armyn Gultom, usai memimpin rapat persiapan Silatnas di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Selasa (15/10 2019) malam.

Menurut Armyn, situasi kebangsaan yang belakangan ini penuh turbulensi mendorong Fokal IMM sebagai entitas anak bangsa mengambil peran dan tanggung jawab.

&quot;Kami meyakini dinamika politik saat Pilpres lalu yang sarat dengan pesan berbau SARA, kerusuhan 21-22 Mei, serta belakangan kita simak juga terjadi di Papua, merebaknya radikalisme, serta unjuk rasa isu KPK yang juga membawa korban jiwa di Kendari, bukanlah sesuatu yang bisa kita pandang remeh,&quot; ucap Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Armyn Gultom menyebut, semua fraktal tersebut mesti ditelaah dan dibincangkan secara mendalam, agar bisa disikapi secara tepat. &quot;Alumni IMM dengan beragam latar belakang keilmuan ingin berkontribusi, memberi masukan pada pemerintah sekaligus menyusun langkah yang dapat dilakukan sendiri karena persoalan bangsa adalah soal bersama dan semua elemen bangsa patut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing,&quot; ujar pengurus PP Muhammadiyah ini.

&quot;Alumni IMM jumlahnya jutaan, mengingat basisnya tersebar tidak hanya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, tapi juga di perguruan tinggi negeri dan Islam negeri, serta swasta lainnya, sehingga memiliki potensi luar biasa dalam melakukan pencerahan dan agenda kontributif lainnya bagi bangsa,&quot; tutur Armyn.

Terkait pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang akan digelar 20 Oktober, Armin mengingatkan agar demokrasi mesti dijaga tidak hanya pada pelaksanaan prosedur demokrasi semata, tetapi juga membangun budaya demokrasinya.

&quot;Pasangan Jokowi-Ma'ruf merupakan hasil pemilu yang sah, sehingga pelantikannya adalah keniscayaan konstitusional, sehingga tiap keinginan menghalanginya adalah tindakan antidemokrasi, anti-Pancasila. Sebagai elemen sivil society, Fokal IMM akan menjadi mitra kritis pemerintah, mendukung tiap langkah pemerintah yang memberi faedah maksimal bagi kemajuan bangsa, serta memberi masukan pada aspek yang dibutuhkan,&quot; tuturnya.


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Hotel Grand Sahid, Jakarta, pada 18-19 Oktober 2019. Silatnas yang rencananya dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadji Effendi itu akan dihadiri pengurus Kornas, tokoh alumni, dan 31 Korwil se-Indonesia.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Kornas Fokal IMM, Armyn Gultom, usai memimpin rapat persiapan Silatnas di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Selasa (15/10 2019) malam.

Menurut Armyn, situasi kebangsaan yang belakangan ini penuh turbulensi mendorong Fokal IMM sebagai entitas anak bangsa mengambil peran dan tanggung jawab.

&quot;Kami meyakini dinamika politik saat Pilpres lalu yang sarat dengan pesan berbau SARA, kerusuhan 21-22 Mei, serta belakangan kita simak juga terjadi di Papua, merebaknya radikalisme, serta unjuk rasa isu KPK yang juga membawa korban jiwa di Kendari, bukanlah sesuatu yang bisa kita pandang remeh,&quot; ucap Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Armyn Gultom menyebut, semua fraktal tersebut mesti ditelaah dan dibincangkan secara mendalam, agar bisa disikapi secara tepat. &quot;Alumni IMM dengan beragam latar belakang keilmuan ingin berkontribusi, memberi masukan pada pemerintah sekaligus menyusun langkah yang dapat dilakukan sendiri karena persoalan bangsa adalah soal bersama dan semua elemen bangsa patut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing,&quot; ujar pengurus PP Muhammadiyah ini.

&quot;Alumni IMM jumlahnya jutaan, mengingat basisnya tersebar tidak hanya di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, tapi juga di perguruan tinggi negeri dan Islam negeri, serta swasta lainnya, sehingga memiliki potensi luar biasa dalam melakukan pencerahan dan agenda kontributif lainnya bagi bangsa,&quot; tutur Armyn.

Terkait pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang akan digelar 20 Oktober, Armin mengingatkan agar demokrasi mesti dijaga tidak hanya pada pelaksanaan prosedur demokrasi semata, tetapi juga membangun budaya demokrasinya.

&quot;Pasangan Jokowi-Ma'ruf merupakan hasil pemilu yang sah, sehingga pelantikannya adalah keniscayaan konstitusional, sehingga tiap keinginan menghalanginya adalah tindakan antidemokrasi, anti-Pancasila. Sebagai elemen sivil society, Fokal IMM akan menjadi mitra kritis pemerintah, mendukung tiap langkah pemerintah yang memberi faedah maksimal bagi kemajuan bangsa, serta memberi masukan pada aspek yang dibutuhkan,&quot; tuturnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
