<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Istana Imbau Generasi Milenial Tak Mudah Termakan Hoaks</title><description>Ali Mochtar Ngabalin mengimbau kepada seluruh generasi milenial untuk tak mudah termakan informasi palsu atau hoaks</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117854/istana-imbau-generasi-milenial-tak-mudah-termakan-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117854/istana-imbau-generasi-milenial-tak-mudah-termakan-hoaks"/><item><title>Istana Imbau Generasi Milenial Tak Mudah Termakan Hoaks</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117854/istana-imbau-generasi-milenial-tak-mudah-termakan-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/16/337/2117854/istana-imbau-generasi-milenial-tak-mudah-termakan-hoaks</guid><pubDate>Rabu 16 Oktober 2019 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/16/337/2117854/istana-imbau-generasi-milenial-tak-mudah-termakan-hoaks-mcS3Q9ebAn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/16/337/2117854/istana-imbau-generasi-milenial-tak-mudah-termakan-hoaks-mcS3Q9ebAn.jpg</image><title>Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mengimbau kepada seluruh generasi milenial untuk tak mudah termakan informasi palsu atau hoaks khususnya di Media Sosial (Medsos).
&quot;Saya mau bilang ke generasu milenial, hati-hati dengan berita bohong, cek dan ricek,&quot; kata Ngabalin dalam acara FGD Polri di Hotel Cosmo Amaroossa, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).
Ngabalin menjelaskan, dewasa ini di dunia maya semakin banyak orang-orang tak bertanggung jawab yang sengaja memberikan informasi palsu untuk menyesatkan.
&quot;Bisa jadi itu berita bohong, kamu merusak orang lain, dan juga merusak diri sendiri,&quot; ujar Ngabalin.
Sementara itu, Pemerintah juga mengancam akan kenakan denda kepada pemain layanan over the top (OTT) yang tidak menanggulangi konten terorisme dan hoaks di platformnya masing-masing.

Baca Juga: Ngabalin: Alhamdulillah Kalau Prabowo Jadi Menhan Presiden Jokowi
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Samuel Abrijani Pangerapan menilai bahwa penyebaran konten terorisme dan hoaks belakangan ini semakin ramai di sejumlah media sosial.
Menurutnya, sampai saat ini sudah puluhan akun maupun konten yang telah diturunkan Pemerintah, karena akun maupun konten itu dikhawatirkan bisa memprovokasi masyarakat lain yang melihat.
&quot;Ya kalau pemain OTT itu tidak membantu kami menanggulangi itu, kami akan kenakan denda. Soalnya kan hari ini, konten hoaks dan terorisme itu semakin banyak di media sosial,&quot; kata dia dikesempatan yang sama.</description><content:encoded>JAKARTA - Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mengimbau kepada seluruh generasi milenial untuk tak mudah termakan informasi palsu atau hoaks khususnya di Media Sosial (Medsos).
&quot;Saya mau bilang ke generasu milenial, hati-hati dengan berita bohong, cek dan ricek,&quot; kata Ngabalin dalam acara FGD Polri di Hotel Cosmo Amaroossa, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).
Ngabalin menjelaskan, dewasa ini di dunia maya semakin banyak orang-orang tak bertanggung jawab yang sengaja memberikan informasi palsu untuk menyesatkan.
&quot;Bisa jadi itu berita bohong, kamu merusak orang lain, dan juga merusak diri sendiri,&quot; ujar Ngabalin.
Sementara itu, Pemerintah juga mengancam akan kenakan denda kepada pemain layanan over the top (OTT) yang tidak menanggulangi konten terorisme dan hoaks di platformnya masing-masing.

Baca Juga: Ngabalin: Alhamdulillah Kalau Prabowo Jadi Menhan Presiden Jokowi
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Samuel Abrijani Pangerapan menilai bahwa penyebaran konten terorisme dan hoaks belakangan ini semakin ramai di sejumlah media sosial.
Menurutnya, sampai saat ini sudah puluhan akun maupun konten yang telah diturunkan Pemerintah, karena akun maupun konten itu dikhawatirkan bisa memprovokasi masyarakat lain yang melihat.
&quot;Ya kalau pemain OTT itu tidak membantu kami menanggulangi itu, kami akan kenakan denda. Soalnya kan hari ini, konten hoaks dan terorisme itu semakin banyak di media sosial,&quot; kata dia dikesempatan yang sama.</content:encoded></item></channel></rss>
