<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Dituduh Jadikan Masjid Sasaran Meriam Air dalam Demonstrasi Hong Kong</title><description>Tindakan polisi itu mendapat kecaman dari berbagai pihak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/21/18/2119545/polisi-dituduh-jadikan-masjid-sasaran-meriam-air-dalam-demonstrasi-hong-kong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/21/18/2119545/polisi-dituduh-jadikan-masjid-sasaran-meriam-air-dalam-demonstrasi-hong-kong"/><item><title>Polisi Dituduh Jadikan Masjid Sasaran Meriam Air dalam Demonstrasi Hong Kong</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/21/18/2119545/polisi-dituduh-jadikan-masjid-sasaran-meriam-air-dalam-demonstrasi-hong-kong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/21/18/2119545/polisi-dituduh-jadikan-masjid-sasaran-meriam-air-dalam-demonstrasi-hong-kong</guid><pubDate>Senin 21 Oktober 2019 09:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/21/18/2119545/polisi-dituduh-jadikan-masjid-sasaran-meriam-air-dalam-demonstrasi-hong-kong-Jtyk2XWreQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keadaan bagian depan Masjid Kowloon setelah terkena tembakan meriam air polisi dalam demonstrasi, 20 Oktober 2019. (Foto: Hong Kong Free Press/Telegram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/21/18/2119545/polisi-dituduh-jadikan-masjid-sasaran-meriam-air-dalam-demonstrasi-hong-kong-Jtyk2XWreQ.jpg</image><title>Keadaan bagian depan Masjid Kowloon setelah terkena tembakan meriam air polisi dalam demonstrasi, 20 Oktober 2019. (Foto: Hong Kong Free Press/Telegram)</title></images><description>HONG KONG &amp;ndash; Kepolisian Hong Kong mendapat kecaman setelah diduga dengan sengaja menjadikan sebuah masjid besar di daerah Sim Sha Tsui sebagai target tembakan meriam air. Masyarakat Hong Kong bekerja sama melakukan pembersihan setelah masjid tersebut ternoda akibat cat biru yang ditembakkan dari truk kontrol massa kepolisian.
Diwartakan Hong Kong Free Press, pada Minggu sekira pukul 16:00 waktu setempat, pintu masuk Masjid dan Islamic Center Kowloon, masjid terbesar di Hong Kong, disiram dengan cairan berwarna ketika para petugas berusaha membersihkan area itu dari para demonstran pro-demokrasi yang menuju ke utara.
BACA JUGA: Amnesty International Sebut Polisi Hong Kong Lakukan Penyiksaan saat Tangani Protes
Beberapa wartawan, pengamat dan anggota parlemen dari Partai Sipil, Jeremy Tam turut terkena tembakan tembakan cat biru itu.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/joACKcQZ0Mo&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Video: YouTube/Hong Kong Free Press
&amp;ldquo;Saya pikir polisi sengaja menargetkan kami. Tidak ada pengunjuk rasa di sekitar sebelumnya,&quot; kata Phillip Khan, seorang pengusaha Muslim setempat yang turut menjadi salah satu korban dalam insiden itu. &quot;Apakah mereka akan menembakkan benda semacam ini di gedung pemerintah?&quot;
Khan mengatakan kepada wartawan bahwa insiden itu merupakan penghinaan terhadap Islam. Dia menambahkan &quot;Apakah mereka tidak tahu apa artinya penghargaan terhadap agama? Bukankah Hukum Dasar mengatakan kita memiliki kebebasan beragama? &quot;
Menyusul insiden itu, anggota masyarakat bekerja sama untuk membersihkan bagian depan masjid yang ternoda oleh pewarna, serta mengelap gerbangnya.
Insiden itu mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk koalisi kelompok pro-demokrasi yang menyesalkan &amp;ldquo;kurangnya akal sehat dan sensitivitas terhadap agama&amp;rdquo; dari para polisi. Mereka menuntut kepolisian Hong Kong untuk segera menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas beragama di kota itu.

Kepolisian Hong Kong telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan  bahwa insiden itu &amp;ldquo;tidak disengaja&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;disesalkan&amp;rdquo;. Polisi juga telah  mengirimkan perwakilannya ke masjid untuk menjelaskan insiden  penyemprotan itu.
BACA JUGA: Demonstrasi di Hong Kong Berlanjut, Kemlu RI Imbau WNI Jauhi Pusat Keramaian
&quot;Setelah kejadian itu, polisi ... segera menghubungi Kepala Imam  serta para pemimpin komunitas Muslim untuk mengklarifikasi situasi dan  untuk menunjukkan keprihatinan kami,&quot; demikian isi pernyataan tersebut.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;The  Police have all along maintained a good relationship with the Kowloon  Mosque and the Muslim community in Hong Kong. The Police respect  religious freedom in Hong Kong and will strive to protect all places of  worship.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Hong Kong Police Force (@hkpoliceforce)  &amp;lt;a  href=&quot;https://twitter.com/hkpoliceforce/status/1185896466688069632?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;October  20, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async  src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot;  charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Demonstrasi di Hong Kong kembali berlanjut akhir pekan lalu, memasuki  pekan ke-20 berturut-turut. Protes yang semula ditujukan terhadap  Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang kontroversial telah  berubah menjadi seruan anti-Beijing, tuntutan untuk demokrasi yang lebih  luas, setelah RUU tersebut dibatalkan.</description><content:encoded>HONG KONG &amp;ndash; Kepolisian Hong Kong mendapat kecaman setelah diduga dengan sengaja menjadikan sebuah masjid besar di daerah Sim Sha Tsui sebagai target tembakan meriam air. Masyarakat Hong Kong bekerja sama melakukan pembersihan setelah masjid tersebut ternoda akibat cat biru yang ditembakkan dari truk kontrol massa kepolisian.
Diwartakan Hong Kong Free Press, pada Minggu sekira pukul 16:00 waktu setempat, pintu masuk Masjid dan Islamic Center Kowloon, masjid terbesar di Hong Kong, disiram dengan cairan berwarna ketika para petugas berusaha membersihkan area itu dari para demonstran pro-demokrasi yang menuju ke utara.
BACA JUGA: Amnesty International Sebut Polisi Hong Kong Lakukan Penyiksaan saat Tangani Protes
Beberapa wartawan, pengamat dan anggota parlemen dari Partai Sipil, Jeremy Tam turut terkena tembakan tembakan cat biru itu.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/joACKcQZ0Mo&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Video: YouTube/Hong Kong Free Press
&amp;ldquo;Saya pikir polisi sengaja menargetkan kami. Tidak ada pengunjuk rasa di sekitar sebelumnya,&quot; kata Phillip Khan, seorang pengusaha Muslim setempat yang turut menjadi salah satu korban dalam insiden itu. &quot;Apakah mereka akan menembakkan benda semacam ini di gedung pemerintah?&quot;
Khan mengatakan kepada wartawan bahwa insiden itu merupakan penghinaan terhadap Islam. Dia menambahkan &quot;Apakah mereka tidak tahu apa artinya penghargaan terhadap agama? Bukankah Hukum Dasar mengatakan kita memiliki kebebasan beragama? &quot;
Menyusul insiden itu, anggota masyarakat bekerja sama untuk membersihkan bagian depan masjid yang ternoda oleh pewarna, serta mengelap gerbangnya.
Insiden itu mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk koalisi kelompok pro-demokrasi yang menyesalkan &amp;ldquo;kurangnya akal sehat dan sensitivitas terhadap agama&amp;rdquo; dari para polisi. Mereka menuntut kepolisian Hong Kong untuk segera menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas beragama di kota itu.

Kepolisian Hong Kong telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan  bahwa insiden itu &amp;ldquo;tidak disengaja&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;disesalkan&amp;rdquo;. Polisi juga telah  mengirimkan perwakilannya ke masjid untuk menjelaskan insiden  penyemprotan itu.
BACA JUGA: Demonstrasi di Hong Kong Berlanjut, Kemlu RI Imbau WNI Jauhi Pusat Keramaian
&quot;Setelah kejadian itu, polisi ... segera menghubungi Kepala Imam  serta para pemimpin komunitas Muslim untuk mengklarifikasi situasi dan  untuk menunjukkan keprihatinan kami,&quot; demikian isi pernyataan tersebut.
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;en&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;The  Police have all along maintained a good relationship with the Kowloon  Mosque and the Muslim community in Hong Kong. The Police respect  religious freedom in Hong Kong and will strive to protect all places of  worship.&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Hong Kong Police Force (@hkpoliceforce)  &amp;lt;a  href=&quot;https://twitter.com/hkpoliceforce/status/1185896466688069632?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;October  20, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async  src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot;  charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Demonstrasi di Hong Kong kembali berlanjut akhir pekan lalu, memasuki  pekan ke-20 berturut-turut. Protes yang semula ditujukan terhadap  Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang kontroversial telah  berubah menjadi seruan anti-Beijing, tuntutan untuk demokrasi yang lebih  luas, setelah RUU tersebut dibatalkan.</content:encoded></item></channel></rss>
