<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apakah Seluruh Partai Koalisi Jokowi Dapat Jatah Menteri? Ini Prediksinya</title><description>Apakah semua partai anggota Koalisi Indonesia Kerja pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat jatah menteri? Ini prediksinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/22/337/2119977/apakah-seluruh-partai-koalisi-jokowi-dapat-jatah-menteri-ini-prediksinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/22/337/2119977/apakah-seluruh-partai-koalisi-jokowi-dapat-jatah-menteri-ini-prediksinya"/><item><title>Apakah Seluruh Partai Koalisi Jokowi Dapat Jatah Menteri? Ini Prediksinya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/22/337/2119977/apakah-seluruh-partai-koalisi-jokowi-dapat-jatah-menteri-ini-prediksinya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/22/337/2119977/apakah-seluruh-partai-koalisi-jokowi-dapat-jatah-menteri-ini-prediksinya</guid><pubDate>Selasa 22 Oktober 2019 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/22/337/2119977/apakah-seluruh-partai-koalisi-jokowi-dapat-jatah-menteri-ini-prediksinya-5eyMRrvni8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/22/337/2119977/apakah-seluruh-partai-koalisi-jokowi-dapat-jatah-menteri-ini-prediksinya-5eyMRrvni8.jpg</image><title>Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, memprediksi ada pergeseran jumlah kursi menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II yang akan didapatkan partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Hal itu bisa terjadi jika terdapat partai yang sebelumnya menjadi oposisi, kini memutuskan bergabung ke dalam kabinet, seperti halnya yang terjadi pada Gerindra dan Demokrat.
Baca juga:   Relawan Jokowi Ingin Kepastian Prabowo Tidak Ganggu Pemerintah 5 Tahun ke Depan&amp;nbsp;
 
&quot;Persoalannya ketika ada yang baru itu juga bisa menggeser posisi mereka,&quot; ujar Ujang kepada Okezone, Senin 21 Oktober 2019.

Ia menilai hingga saat ini Gerindra dan Demokrat belum sepenuhnya diterima oleh partai-partai anggota koalisi yang sejak awal berjuang memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Baca juga:   PPP Sebut Koalisi Jokowi Bertambah Kuat dengan Masuknya Gerindra&amp;nbsp;
 
&quot;Oleh karena itu, kehadiran Gerindra dan Demokrat sampai hari ini masih ditolak oleh partai koalisi Jokowi, karena akan mengancam kursi mereka. Harusnya misalnya mereka dapat empat, bisa dapat tiga,&quot; terangnya.
&quot;Ya ini yang sampai belum diterima, walaupun Pak Prabowo sudah bertemu dengan ketua umum partai koalisi Jokowi. Tapi, penerimaan itu masih belum terbuka,&quot; tambah Ujang.Sementara Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago akan tetap menunggu pengumuman resmi menteri kabinet Jokowi. Ia pun optimis jatah partai koalisi tidak akan berkurang.
&quot;Kita tunggu yuk pengumuman dari Presiden. Kemungkinan semua partai koalisi kursinya tidak berkurang dari periode sebelumnya,&quot; ungkap Irma kepada Okezone. (han)
Baca juga:   PA 212 Bingung Sekaligus Maklum Prabowo Bersedia Jadi Menteri&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, memprediksi ada pergeseran jumlah kursi menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II yang akan didapatkan partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Hal itu bisa terjadi jika terdapat partai yang sebelumnya menjadi oposisi, kini memutuskan bergabung ke dalam kabinet, seperti halnya yang terjadi pada Gerindra dan Demokrat.
Baca juga:   Relawan Jokowi Ingin Kepastian Prabowo Tidak Ganggu Pemerintah 5 Tahun ke Depan&amp;nbsp;
 
&quot;Persoalannya ketika ada yang baru itu juga bisa menggeser posisi mereka,&quot; ujar Ujang kepada Okezone, Senin 21 Oktober 2019.

Ia menilai hingga saat ini Gerindra dan Demokrat belum sepenuhnya diterima oleh partai-partai anggota koalisi yang sejak awal berjuang memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Baca juga:   PPP Sebut Koalisi Jokowi Bertambah Kuat dengan Masuknya Gerindra&amp;nbsp;
 
&quot;Oleh karena itu, kehadiran Gerindra dan Demokrat sampai hari ini masih ditolak oleh partai koalisi Jokowi, karena akan mengancam kursi mereka. Harusnya misalnya mereka dapat empat, bisa dapat tiga,&quot; terangnya.
&quot;Ya ini yang sampai belum diterima, walaupun Pak Prabowo sudah bertemu dengan ketua umum partai koalisi Jokowi. Tapi, penerimaan itu masih belum terbuka,&quot; tambah Ujang.Sementara Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago akan tetap menunggu pengumuman resmi menteri kabinet Jokowi. Ia pun optimis jatah partai koalisi tidak akan berkurang.
&quot;Kita tunggu yuk pengumuman dari Presiden. Kemungkinan semua partai koalisi kursinya tidak berkurang dari periode sebelumnya,&quot; ungkap Irma kepada Okezone. (han)
Baca juga:   PA 212 Bingung Sekaligus Maklum Prabowo Bersedia Jadi Menteri&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
