<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Angin Kencang Rusak Ribuan Rumah di Wonosobo dan Banjarnegara</title><description>Selain di Wonosobo, bencana angin kencang juga memporakporanda permukiman warga di Banjarnegara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/22/512/2120119/angin-kencang-rusak-ribuan-rumah-di-wonosobo-dan-banjarnegara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/22/512/2120119/angin-kencang-rusak-ribuan-rumah-di-wonosobo-dan-banjarnegara"/><item><title>Angin Kencang Rusak Ribuan Rumah di Wonosobo dan Banjarnegara</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/22/512/2120119/angin-kencang-rusak-ribuan-rumah-di-wonosobo-dan-banjarnegara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/22/512/2120119/angin-kencang-rusak-ribuan-rumah-di-wonosobo-dan-banjarnegara</guid><pubDate>Selasa 22 Oktober 2019 13:04 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/22/512/2120119/angin-kencang-rusak-ribuan-rumah-di-wonosobo-dan-banjarnegara-OiVmuoOuQP.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/22/512/2120119/angin-kencang-rusak-ribuan-rumah-di-wonosobo-dan-banjarnegara-OiVmuoOuQP.jpg</image><title></title></images><description>SEMARANG - Sekitar 1.097 rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang yang melanda Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu-Senin (20-21/10/2019). Selain di Wonosobo, bencana angin kencang juga memporakporanda permukiman warga di Banjarnegara.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng menyebutkan kerusakan paling banyak akibat bencana angin kencang di Wonosobo terjadi di  Kecamatan Kalijajar. Total ada sekitar 308 milik warga di empat desa di kecamatan tersebut yang rusak akibat terhempas angin kencang. Keempat desa itu, yakni Desa Purwojiwo, Desa Kwadungan, Desa Butuh Kidul, dan Desa Butuh Lor.



Selain merusak ribuan rumah, angin kencang yang terjadi sejak Minggu itu juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum, berupa tiga sekolah dasar (SD), satu masjid, dan putusnya jaringan listrik akibat tertimpa pohon tumbang.

Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto, mengatakan tidak ada korban jiwa akibat bencana angin kencang itu. Sementara, itu kerugian akibat bencana tersebut hingga kini masih diinventarisasi.

&amp;ldquo;Kemungkinan kerugiannya juga enggak terlalu berat. Rata-rata kerusakannya kategori ringan, seng dan atap yang pada kabur,&amp;rdquo; ujar Sudaryanto dikutip dari Solopos, Selasa (22/10/2019).

Sudaryanto mengatakan selain di Wonosobo, bencana angin kencang juga  terjadi di beberapa wilayah di Jateng. Angin kencang juga melanda  permukiman warga di Kabupaten Magelang, Banjarnegara, Brebes, Boyolali,  dan Karanganyar.

Dari data yang diperoleh BPBD Jateng di Kabupaten Magelang setidaknya  ada 5 rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon  tumbang.

Sementara di Kabupaten Banjarnegara ada sekitar 1.105 rumah warga  yang mengalami kerusakan, dengan perincian 210 rumah rusak berat, 510  rumah rusak sedang, dan 385 rumah rusak ringan.

&amp;ldquo;Dari Pemkab Banjarnegara juga sudah mengajukan bantuan berupa seng  ke Pemprov Jateng untuk perbaikan atap. Di sana juga dilaporkan ada satu  orang yang mengalami luka berat karena mobilnya tertimpa pohon,&amp;rdquo; ujar  Sudaryanto.

Sudaryanto mengatakan saat ini pihaknya sudah menggelar rapat dengan  instansi terkait untuk penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan.
</description><content:encoded>SEMARANG - Sekitar 1.097 rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang yang melanda Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu-Senin (20-21/10/2019). Selain di Wonosobo, bencana angin kencang juga memporakporanda permukiman warga di Banjarnegara.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng menyebutkan kerusakan paling banyak akibat bencana angin kencang di Wonosobo terjadi di  Kecamatan Kalijajar. Total ada sekitar 308 milik warga di empat desa di kecamatan tersebut yang rusak akibat terhempas angin kencang. Keempat desa itu, yakni Desa Purwojiwo, Desa Kwadungan, Desa Butuh Kidul, dan Desa Butuh Lor.



Selain merusak ribuan rumah, angin kencang yang terjadi sejak Minggu itu juga menyebabkan kerusakan fasilitas umum, berupa tiga sekolah dasar (SD), satu masjid, dan putusnya jaringan listrik akibat tertimpa pohon tumbang.

Kepala BPBD Jateng, Sudaryanto, mengatakan tidak ada korban jiwa akibat bencana angin kencang itu. Sementara, itu kerugian akibat bencana tersebut hingga kini masih diinventarisasi.

&amp;ldquo;Kemungkinan kerugiannya juga enggak terlalu berat. Rata-rata kerusakannya kategori ringan, seng dan atap yang pada kabur,&amp;rdquo; ujar Sudaryanto dikutip dari Solopos, Selasa (22/10/2019).

Sudaryanto mengatakan selain di Wonosobo, bencana angin kencang juga  terjadi di beberapa wilayah di Jateng. Angin kencang juga melanda  permukiman warga di Kabupaten Magelang, Banjarnegara, Brebes, Boyolali,  dan Karanganyar.

Dari data yang diperoleh BPBD Jateng di Kabupaten Magelang setidaknya  ada 5 rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon  tumbang.

Sementara di Kabupaten Banjarnegara ada sekitar 1.105 rumah warga  yang mengalami kerusakan, dengan perincian 210 rumah rusak berat, 510  rumah rusak sedang, dan 385 rumah rusak ringan.

&amp;ldquo;Dari Pemkab Banjarnegara juga sudah mengajukan bantuan berupa seng  ke Pemprov Jateng untuk perbaikan atap. Di sana juga dilaporkan ada satu  orang yang mengalami luka berat karena mobilnya tertimpa pohon,&amp;rdquo; ujar  Sudaryanto.

Sudaryanto mengatakan saat ini pihaknya sudah menggelar rapat dengan  instansi terkait untuk penanganan rumah warga yang mengalami kerusakan.
</content:encoded></item></channel></rss>
