<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Manuver Politik Gibran, Ditolak PDIP Solo hingga Sowan ke Megawati</title><description>Ditolah DPC PDIP Solo maju Pilwalkot Solo tak membuat Gibran patah arang. Dia pun melakukan lobi elite dengan menemui Megawati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/25/337/2121468/manuver-politik-gibran-ditolak-pdip-solo-hingga-sowan-ke-megawati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/25/337/2121468/manuver-politik-gibran-ditolak-pdip-solo-hingga-sowan-ke-megawati"/><item><title>Manuver Politik Gibran, Ditolak PDIP Solo hingga Sowan ke Megawati</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/25/337/2121468/manuver-politik-gibran-ditolak-pdip-solo-hingga-sowan-ke-megawati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/25/337/2121468/manuver-politik-gibran-ditolak-pdip-solo-hingga-sowan-ke-megawati</guid><pubDate>Jum'at 25 Oktober 2019 07:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/25/337/2121468/manuver-politik-gibran-ditolak-pdip-solo-hingga-sowan-ke-megawati-N1Q2NHKoCR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Putra Sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka Temui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). (foto: Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/25/337/2121468/manuver-politik-gibran-ditolak-pdip-solo-hingga-sowan-ke-megawati-N1Q2NHKoCR.jpg</image><title>Putra Sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka Temui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10/2019). (foto: Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka bertekad maju Pilkada Kota Solo 2020. Tetapi, Gibran tidak dicalonkan oleh PDI Perjuangan Kota Solo karena partai tersebut mengusung Achmad Purnomo dan Teguh Prakoso.

Gibran tidak patah arang. Dia kemudian mendaftarkan diri menjadi kader PDI Perjuangan. Setelah itu, pria berusia 32 tahun tersebut sowan ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk membuktikan keseriusannya maju di Pilwalkot Solo.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bertemu Megawati, Gibran Sampaikan Keseriusannya Maju di Pilwalkot Solo
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/24/59281/304629_medium.jpg&quot; alt=&quot;Gibran Ketemu Megawati Bahas Pencalonan Diriya sebagai Cawalkot Solo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, peluang Gibran untuk diusung PDIP di Pilwalkot Solo 2020 masih terbuka. Sebab keputusan akhir pencalonan berada di tingkat pusat. Ujang melihat Gibran sedang melakukan lobi elite.

&quot;Masih berpeluang. Karena Gibran gunakan lobi elite. Gunakan lobi atas dan lobi Jakarta. Gibran tahu apa yang harus dilakukannya. Ditolak di Solo berangkat ketemu Mega. Berpeluang, karena rekomendasi calon wali kota itu dari DPP PDIP. Bukan dari DPC PDIP Solo,&quot; kata Ujang kepada Okezone, Jumat (25/10/2019).

Kendati demikian, Ujang menyoroti terbentuknya dinasti politik manakala Gibran maju dan terpilih di Pilwalkot Solo. Ia menilai Jokowi tidak konsisten karena dulu tidak mau keluarganya masuk politik.

&quot;Itulah yang terjadi. Dulu Jokowi tak mau keluarganya masuk politik. Saat ini anaknya didorong masuk politik. Mungkin karena berkuasa itu enak. Walaupun Jokowi tidak konsisten. Dan juga membangun dinasti politik. Tapi itulah politik. Suka berubah-ubah ucapan dan tindakannya,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ogah Maju Independen, Gibran: Saya kan Sudah Daftar ke PDIP&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/24/59281/304624_medium.jpg&quot; alt=&quot;Gibran Ketemu Megawati Bahas Pencalonan Diriya sebagai Cawalkot Solo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ujang menambahkan, isu dinasti politik ini sebenarnya akan merugikan Jokowi. Politikus PDI Perjuangan itu bisa dianggap tak konsisten, karena dulu tidak ingin keluarganya terjun ke politik, tetapi kenyataannya anaknya ingin maju di Pilwalkot Solo.

&quot;Merugikan Jokowi, karena Jokowi dianggap tak konsisten apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Jokowi bisa saja dianggap berbohong. Dan itu merugikannya,&quot; ucap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka bertekad maju Pilkada Kota Solo 2020. Tetapi, Gibran tidak dicalonkan oleh PDI Perjuangan Kota Solo karena partai tersebut mengusung Achmad Purnomo dan Teguh Prakoso.

Gibran tidak patah arang. Dia kemudian mendaftarkan diri menjadi kader PDI Perjuangan. Setelah itu, pria berusia 32 tahun tersebut sowan ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk membuktikan keseriusannya maju di Pilwalkot Solo.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bertemu Megawati, Gibran Sampaikan Keseriusannya Maju di Pilwalkot Solo
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/24/59281/304629_medium.jpg&quot; alt=&quot;Gibran Ketemu Megawati Bahas Pencalonan Diriya sebagai Cawalkot Solo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, peluang Gibran untuk diusung PDIP di Pilwalkot Solo 2020 masih terbuka. Sebab keputusan akhir pencalonan berada di tingkat pusat. Ujang melihat Gibran sedang melakukan lobi elite.

&quot;Masih berpeluang. Karena Gibran gunakan lobi elite. Gunakan lobi atas dan lobi Jakarta. Gibran tahu apa yang harus dilakukannya. Ditolak di Solo berangkat ketemu Mega. Berpeluang, karena rekomendasi calon wali kota itu dari DPP PDIP. Bukan dari DPC PDIP Solo,&quot; kata Ujang kepada Okezone, Jumat (25/10/2019).

Kendati demikian, Ujang menyoroti terbentuknya dinasti politik manakala Gibran maju dan terpilih di Pilwalkot Solo. Ia menilai Jokowi tidak konsisten karena dulu tidak mau keluarganya masuk politik.

&quot;Itulah yang terjadi. Dulu Jokowi tak mau keluarganya masuk politik. Saat ini anaknya didorong masuk politik. Mungkin karena berkuasa itu enak. Walaupun Jokowi tidak konsisten. Dan juga membangun dinasti politik. Tapi itulah politik. Suka berubah-ubah ucapan dan tindakannya,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ogah Maju Independen, Gibran: Saya kan Sudah Daftar ke PDIP&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/24/59281/304624_medium.jpg&quot; alt=&quot;Gibran Ketemu Megawati Bahas Pencalonan Diriya sebagai Cawalkot Solo&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ujang menambahkan, isu dinasti politik ini sebenarnya akan merugikan Jokowi. Politikus PDI Perjuangan itu bisa dianggap tak konsisten, karena dulu tidak ingin keluarganya terjun ke politik, tetapi kenyataannya anaknya ingin maju di Pilwalkot Solo.

&quot;Merugikan Jokowi, karena Jokowi dianggap tak konsisten apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan. Jokowi bisa saja dianggap berbohong. Dan itu merugikannya,&quot; ucap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
