<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anak Pelaku Penusukan Wiranto Bisa Dijenguk Meski Sedang Jalani Program Deradikalisme</title><description>Anak dari terduga pelaku penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto, Syahril Alamsyah alias Abu Rara tengah menjalani program deradikalisme</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/25/337/2121767/anak-pelaku-penusukan-wiranto-bisa-dijenguk-meski-sedang-jalani-program-deradikalisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/25/337/2121767/anak-pelaku-penusukan-wiranto-bisa-dijenguk-meski-sedang-jalani-program-deradikalisme"/><item><title>Anak Pelaku Penusukan Wiranto Bisa Dijenguk Meski Sedang Jalani Program Deradikalisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/25/337/2121767/anak-pelaku-penusukan-wiranto-bisa-dijenguk-meski-sedang-jalani-program-deradikalisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/25/337/2121767/anak-pelaku-penusukan-wiranto-bisa-dijenguk-meski-sedang-jalani-program-deradikalisme</guid><pubDate>Jum'at 25 Oktober 2019 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/25/337/2121767/anak-pelaku-penusukan-wiranto-bisa-dijenguk-meski-sedang-jalani-program-deradikalisme-GuiCzP3ZF2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kombes Asep Adi Saputra (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/25/337/2121767/anak-pelaku-penusukan-wiranto-bisa-dijenguk-meski-sedang-jalani-program-deradikalisme-GuiCzP3ZF2.jpg</image><title>Kombes Asep Adi Saputra (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anak dari terduga pelaku penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto, Syahril Alamsyah alias Abu Rara, yakni yang berisinial RA (14) diketahui tengah menjalani program deradikalisme.
Selama menjalani program tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra menyebutkan bahwa RA bisa dijenguk oleh orantuanya.
&quot;Tentunya boleh dengan persyaratan nanti setelah orangtuanya cukup kondusif,&quot; ucap Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019).

Baca Juga: Wiranto Curhat Kehebohan Ditusuk Teroris Hanya Berlangsung Sepekan
Selain menunggu kondisi orangtuanya yang kondusif, Asep juga menjelaskan kalau perlu adanya kesiapan dari RA untuk menerika kunjungan dari orangtuanya sendiri.
&quot;Dan juga perlu ada sebuah proses sehingga anaknya nanti akan siap menerima kunjungan dari orangtuanya,&quot; ungkapnya.
&quot;Pada prinsipnya boleh, namun demikian kita lihat perkembangan-perkembangan selanjutnya yang jelas dalam rangka pemenuhan hak-hak anak dari orangtuanya pasti kita kan fasilitasi,&quot; tambah Asep.Lebih lanjut, Asep menyebutkan bahwa pihaknya berharap dengan program  deradikalisme yang dijalani dapat membuat RA kembali pada  pemikiran-pemikiran yang menganut dasar NKRI, dan lepas dari paham  radikal.
&quot;Di program ini diharapkan nanti anak yang masih dibawah  umur ini akan kita kembalikan kepada pemikiran-pemikiran yang baik  terhadap dasar-dasar NKRI tidak lagi berpaham radikal,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anak dari terduga pelaku penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto, Syahril Alamsyah alias Abu Rara, yakni yang berisinial RA (14) diketahui tengah menjalani program deradikalisme.
Selama menjalani program tersebut, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra menyebutkan bahwa RA bisa dijenguk oleh orantuanya.
&quot;Tentunya boleh dengan persyaratan nanti setelah orangtuanya cukup kondusif,&quot; ucap Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019).

Baca Juga: Wiranto Curhat Kehebohan Ditusuk Teroris Hanya Berlangsung Sepekan
Selain menunggu kondisi orangtuanya yang kondusif, Asep juga menjelaskan kalau perlu adanya kesiapan dari RA untuk menerika kunjungan dari orangtuanya sendiri.
&quot;Dan juga perlu ada sebuah proses sehingga anaknya nanti akan siap menerima kunjungan dari orangtuanya,&quot; ungkapnya.
&quot;Pada prinsipnya boleh, namun demikian kita lihat perkembangan-perkembangan selanjutnya yang jelas dalam rangka pemenuhan hak-hak anak dari orangtuanya pasti kita kan fasilitasi,&quot; tambah Asep.Lebih lanjut, Asep menyebutkan bahwa pihaknya berharap dengan program  deradikalisme yang dijalani dapat membuat RA kembali pada  pemikiran-pemikiran yang menganut dasar NKRI, dan lepas dari paham  radikal.
&quot;Di program ini diharapkan nanti anak yang masih dibawah  umur ini akan kita kembalikan kepada pemikiran-pemikiran yang baik  terhadap dasar-dasar NKRI tidak lagi berpaham radikal,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
