<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara TNI Kembangkan Potensi Purwakarta</title><description>Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya melirik potensi lain yang bisa dikembangkan untuk jadi obyek wisata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/25/525/2121743/cara-tni-kembangkan-potensi-purwakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/25/525/2121743/cara-tni-kembangkan-potensi-purwakarta"/><item><title>Cara TNI Kembangkan Potensi Purwakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/25/525/2121743/cara-tni-kembangkan-potensi-purwakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/25/525/2121743/cara-tni-kembangkan-potensi-purwakarta</guid><pubDate>Jum'at 25 Oktober 2019 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Mulyana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/25/525/2121743/cara-tni-kembangkan-potensi-purwakarta-FwTWZM2NBs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone/Mulyana</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/25/525/2121743/cara-tni-kembangkan-potensi-purwakarta-FwTWZM2NBs.jpeg</image><title>Foto: Okezone/Mulyana</title></images><description>PURWAKARTA &amp;ndash; Pemkab Purwakarta, melalui Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Disporaparbud setempat, terus menyiris seluruh lokasi yang dianggap potensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata. Salah satu yang dibidik, yakni keberadaan situ yang tersebar di sejumlah desa.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya melirik potensi lain yang bisa dikembangkan untuk jadi obyek wisata. Apalagi, hasil inventarisasi jajarannya hampir seluruh desa di wilayah ini memiliki potensi pariwisata, baik wisata alam maupun wisata buatan.

&amp;ldquo;Salah satu lokasi potensial yang bisa dikembangkan ini, yakni Situ Cisaat, di Kecamatan Campaka. Kami lihat, lokasi ini bisa dikembangkan untuk obyek wisata,&amp;rdquo; ujar Anne kepada Okezone, belum lama ini.

Menurut dia, potensi-potensi di sektor pariwisata ini harus dikelola secara maksimal, baik oleh pemerintah ataupun masyarakat sekitar. Karena dari situlah, dia berpendapat, dapat memajukan perekonomian.

Anne menjelaskan, pihaknya optimis Situ Cisaat bisa berkembang menjadi lokasi wisata alam unggulan lainnya. Apalagi, pemerintah pun telah membangun sarana penunjangnya ke wilayah tersebut. Yakni, akses jalur darat yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).



&amp;ldquo;Detail Engineering Design (DED) juga sudah ada. Bahkan, pemprov juga telah menetapkan Cisaat menjadi lokasi yang bisa dikembangkan untuk pariwisata,&amp;rdquo; jelas dia.

Anne pun tak menampik, selama ini peran prajurit TNI cukup besar dalam segenap pembangunan yang terjadi di wilayahnya. Terutama, yang menyangkut pembangunan infrastruktur layak bagi warganya.

&amp;ldquo;Selama ini, kami berkolaborasi dengan unsur TNI untuk percepatan pembangunan di wilayah kami,&amp;rdquo; kata dia.



Adapun di tahun ini, kata dia, kolaborasi melalui program TMMD tersebut telah dilakukan selama dua kali di wilayahnya. Untuk sasarannya, yakni pemantapan jalan penghubung Desa Cisaat, Kecamatan Campaka sepanjang 650 meter. Termasuk, pembangunan rutilahu dan fasilitas lainnya.

&amp;ldquo;Alasan dipilihanya Desa Cisaat ini, karena kami telah memproyeksikan wilayah tersebut menjadi destinasi wisata unggulan di Purwakarta,&amp;rdquo; tambah dia.

TMMD ke 106, Asa Baru Bagi Warga Desa Cisaat

Sementara itu, jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0619  Purwakarta, sejak 2 Oktober kemarin telah memulai program TMMD ke 106.  Ada dua kegiatan dalam program tersebut. Yakni, kegiatan fisik dan non  fisik.

Untuk kegiatan fisik, yakni berupa pembangunan pengecoran jalan  sepanjang 650 meter yang merupakan akses penghubung desa, termasuk  pelebarannya menjadi 4 meter dan membangun gorong-gorong dan Tembok  Penahan Tebing (TPT).

&amp;ldquo;Untuk pembangunan jalan, progresnya sudah 100 %,&amp;rdquo; ujar Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Arh Yogi Nugroho.

Adapun untuk kegiatan non fisik-nya, sambung dia, di antaranya rehab  rumah tidak layak huni (Rutilahu) di lima titik, pembangunan poskamling,  serta penyempurnaan bangunan masjid yang ada di desa tersebut.

&amp;ldquo;Untuk program rehab Rutilahu baru 2 dari 5 unit. Sedangkan,  pembangunan gorong-gorong sudah mencapai kurang lebih 70 %. Kami  pastikan, hingga akhir oktober ini pengerjaannya beres seluruhnya,&amp;rdquo;  tambah dia.

Yogi menambahkan, dalam kegiatan TMMD ini jajarannya juga turut  terlibat dalam penyuluhan berbagai program pemerintah kepada masayrakat  sekitar. Semisal, terkait KDRT, Trafficking, penaggulangan HIV/AIDS,  sosialisasi bahaya Narkoba, penyukuhan wawasan kebangsaan, hingga  terkait ketahanan pangan.
</description><content:encoded>PURWAKARTA &amp;ndash; Pemkab Purwakarta, melalui Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Disporaparbud setempat, terus menyiris seluruh lokasi yang dianggap potensial untuk dikembangkan menjadi obyek wisata. Salah satu yang dibidik, yakni keberadaan situ yang tersebar di sejumlah desa.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pihaknya melirik potensi lain yang bisa dikembangkan untuk jadi obyek wisata. Apalagi, hasil inventarisasi jajarannya hampir seluruh desa di wilayah ini memiliki potensi pariwisata, baik wisata alam maupun wisata buatan.

&amp;ldquo;Salah satu lokasi potensial yang bisa dikembangkan ini, yakni Situ Cisaat, di Kecamatan Campaka. Kami lihat, lokasi ini bisa dikembangkan untuk obyek wisata,&amp;rdquo; ujar Anne kepada Okezone, belum lama ini.

Menurut dia, potensi-potensi di sektor pariwisata ini harus dikelola secara maksimal, baik oleh pemerintah ataupun masyarakat sekitar. Karena dari situlah, dia berpendapat, dapat memajukan perekonomian.

Anne menjelaskan, pihaknya optimis Situ Cisaat bisa berkembang menjadi lokasi wisata alam unggulan lainnya. Apalagi, pemerintah pun telah membangun sarana penunjangnya ke wilayah tersebut. Yakni, akses jalur darat yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).



&amp;ldquo;Detail Engineering Design (DED) juga sudah ada. Bahkan, pemprov juga telah menetapkan Cisaat menjadi lokasi yang bisa dikembangkan untuk pariwisata,&amp;rdquo; jelas dia.

Anne pun tak menampik, selama ini peran prajurit TNI cukup besar dalam segenap pembangunan yang terjadi di wilayahnya. Terutama, yang menyangkut pembangunan infrastruktur layak bagi warganya.

&amp;ldquo;Selama ini, kami berkolaborasi dengan unsur TNI untuk percepatan pembangunan di wilayah kami,&amp;rdquo; kata dia.



Adapun di tahun ini, kata dia, kolaborasi melalui program TMMD tersebut telah dilakukan selama dua kali di wilayahnya. Untuk sasarannya, yakni pemantapan jalan penghubung Desa Cisaat, Kecamatan Campaka sepanjang 650 meter. Termasuk, pembangunan rutilahu dan fasilitas lainnya.

&amp;ldquo;Alasan dipilihanya Desa Cisaat ini, karena kami telah memproyeksikan wilayah tersebut menjadi destinasi wisata unggulan di Purwakarta,&amp;rdquo; tambah dia.

TMMD ke 106, Asa Baru Bagi Warga Desa Cisaat

Sementara itu, jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0619  Purwakarta, sejak 2 Oktober kemarin telah memulai program TMMD ke 106.  Ada dua kegiatan dalam program tersebut. Yakni, kegiatan fisik dan non  fisik.

Untuk kegiatan fisik, yakni berupa pembangunan pengecoran jalan  sepanjang 650 meter yang merupakan akses penghubung desa, termasuk  pelebarannya menjadi 4 meter dan membangun gorong-gorong dan Tembok  Penahan Tebing (TPT).

&amp;ldquo;Untuk pembangunan jalan, progresnya sudah 100 %,&amp;rdquo; ujar Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Arh Yogi Nugroho.

Adapun untuk kegiatan non fisik-nya, sambung dia, di antaranya rehab  rumah tidak layak huni (Rutilahu) di lima titik, pembangunan poskamling,  serta penyempurnaan bangunan masjid yang ada di desa tersebut.

&amp;ldquo;Untuk program rehab Rutilahu baru 2 dari 5 unit. Sedangkan,  pembangunan gorong-gorong sudah mencapai kurang lebih 70 %. Kami  pastikan, hingga akhir oktober ini pengerjaannya beres seluruhnya,&amp;rdquo;  tambah dia.

Yogi menambahkan, dalam kegiatan TMMD ini jajarannya juga turut  terlibat dalam penyuluhan berbagai program pemerintah kepada masayrakat  sekitar. Semisal, terkait KDRT, Trafficking, penaggulangan HIV/AIDS,  sosialisasi bahaya Narkoba, penyukuhan wawasan kebangsaan, hingga  terkait ketahanan pangan.
</content:encoded></item></channel></rss>
