<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Dapat Kursi di Kabinet Jokowi, Hanura: Kami Tak Pernah Mengemis Jabatan</title><description>Inas merasa pernyataan Fadjroel telah menghina Hanura dan seakan Hanura menjadi beban.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/26/337/2122109/tak-dapat-kursi-di-kabinet-jokowi-hanura-kami-tak-pernah-mengemis-jabatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/26/337/2122109/tak-dapat-kursi-di-kabinet-jokowi-hanura-kami-tak-pernah-mengemis-jabatan"/><item><title>Tak Dapat Kursi di Kabinet Jokowi, Hanura: Kami Tak Pernah Mengemis Jabatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/26/337/2122109/tak-dapat-kursi-di-kabinet-jokowi-hanura-kami-tak-pernah-mengemis-jabatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/26/337/2122109/tak-dapat-kursi-di-kabinet-jokowi-hanura-kami-tak-pernah-mengemis-jabatan</guid><pubDate>Sabtu 26 Oktober 2019 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/26/337/2122109/tak-dapat-kursi-di-kabinet-jokowi-hanura-kami-tak-pernah-mengemis-jabatan-zvGt85foAs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi usai melantik para menteri di Kabinet Indonesia Maju. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/26/337/2122109/tak-dapat-kursi-di-kabinet-jokowi-hanura-kami-tak-pernah-mengemis-jabatan-zvGt85foAs.jpg</image><title>Jokowi usai melantik para menteri di Kabinet Indonesia Maju. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik menteri dan wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Namun, ada partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 yang belum masuk kabinet, yakni Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Ketua DPP Hanura Inas N Zubir mengatakan, partainya tak mempermasalahkan hal ini. Pasalnya pemilihan menteri murni hak prerogatif seorang Presiden. Namun yang agak mengganjal bagi pihaknya adalah pernyataan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman yang menyebut jajaran di Kabinet Indonesia Maju sudah rampung dan tak akan ada penambahan lagi. Hal itu dianggapnya telah menyangkal kinerja Hanura dalam pemenangan Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf.
&quot;Saya tegaskan kepada saudara Fadjroel Rachman, bahwa Hanura tidak mengemis-ngemis jabatan menteri maupun wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju,&quot; ucap Inas, Sabtu (26/10/2019).
Kemudian ada juga pernyataan bahwa komposisi kabinet sudah dapat bekerja dengan baik meski tanpa keterlibatan Hanura. Inas merasa pernyataan itu telah menghina Hanura dan seakan Hanura menjadi beban.

Inas Zubir
&quot;Yang lebih menyinggung perasaan dari pernyatan juru bicara presiden tersebut adalah, seolah-olah jika kabinet diisi oleh perwakilan Hanura maka kabinet malahan berjalan tidak baik,&quot; ucapnya.
Inas kembali menegaskan, Hanura tidak akan meminta-minta jatah kursi dan menhormati hak prerogatif Presiden. Hanya saja tidak patut jika Hanura tidak diajak bicara dan ditinggalkan begitu saja.
&quot;Hanura tidak memaksakan kehendak untuk meminta-minta jatah kepada Jokowi. Kami sepenuhnya mendukung keputusan apapun yang diambil oleh Presiden, dan itulah totalitas Hanura, tapi sebagai teman seperjuangan dalam pilpres yang lalu, maka sudah sepantasnya jika Hanura diajak bicara,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik menteri dan wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Namun, ada partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 yang belum masuk kabinet, yakni Hanura, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Ketua DPP Hanura Inas N Zubir mengatakan, partainya tak mempermasalahkan hal ini. Pasalnya pemilihan menteri murni hak prerogatif seorang Presiden. Namun yang agak mengganjal bagi pihaknya adalah pernyataan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman yang menyebut jajaran di Kabinet Indonesia Maju sudah rampung dan tak akan ada penambahan lagi. Hal itu dianggapnya telah menyangkal kinerja Hanura dalam pemenangan Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf.
&quot;Saya tegaskan kepada saudara Fadjroel Rachman, bahwa Hanura tidak mengemis-ngemis jabatan menteri maupun wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju,&quot; ucap Inas, Sabtu (26/10/2019).
Kemudian ada juga pernyataan bahwa komposisi kabinet sudah dapat bekerja dengan baik meski tanpa keterlibatan Hanura. Inas merasa pernyataan itu telah menghina Hanura dan seakan Hanura menjadi beban.

Inas Zubir
&quot;Yang lebih menyinggung perasaan dari pernyatan juru bicara presiden tersebut adalah, seolah-olah jika kabinet diisi oleh perwakilan Hanura maka kabinet malahan berjalan tidak baik,&quot; ucapnya.
Inas kembali menegaskan, Hanura tidak akan meminta-minta jatah kursi dan menhormati hak prerogatif Presiden. Hanya saja tidak patut jika Hanura tidak diajak bicara dan ditinggalkan begitu saja.
&quot;Hanura tidak memaksakan kehendak untuk meminta-minta jatah kepada Jokowi. Kami sepenuhnya mendukung keputusan apapun yang diambil oleh Presiden, dan itulah totalitas Hanura, tapi sebagai teman seperjuangan dalam pilpres yang lalu, maka sudah sepantasnya jika Hanura diajak bicara,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
