<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>91 Tahun Sumpah Pemuda, Jokowi: Mari Bergandengan Tangan Menggerakkan Indonesia</title><description>Presiden Joko Widodoo mengajak semua pemuda bergandengan tangan memajukan bangsa Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/28/337/2122511/91-tahun-sumpah-pemuda-jokowi-mari-bergandengan-tangan-menggerakkan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/28/337/2122511/91-tahun-sumpah-pemuda-jokowi-mari-bergandengan-tangan-menggerakkan-indonesia"/><item><title>91 Tahun Sumpah Pemuda, Jokowi: Mari Bergandengan Tangan Menggerakkan Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/28/337/2122511/91-tahun-sumpah-pemuda-jokowi-mari-bergandengan-tangan-menggerakkan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/28/337/2122511/91-tahun-sumpah-pemuda-jokowi-mari-bergandengan-tangan-menggerakkan-indonesia</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2019 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/28/337/2122511/91-tahun-sumpah-pemuda-jokowi-mari-bergandengan-tangan-menggerakkan-indonesia-zOzftmh561.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/28/337/2122511/91-tahun-sumpah-pemuda-jokowi-mari-bergandengan-tangan-menggerakkan-indonesia-zOzftmh561.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo turut memperingati 91 tahun Hari Sumpah Pemuda. Ia menyatakan momen bersatunya para pemuda Tanah Air pada 28 Oktober 1928 tersebut tetap menggema sampai hari ini.
&quot;Sudah 91 tahun berlalu, tapi ikrar pemuda Indonesia dari seluruh Nusantara yang berkumpul pada 28 Oktober 1928 itu tetap menggema hari ini,&quot; tulis Presiden Jokowi dalam akun media sosialnya @jokowi, sebagaimana dikutip Okezone, Senin (28/10/2019).
Dalam peringatan ini, Kepala Negara juga mengajak seluruh pemuda bergandengan tangan menggerakan bangsa Indonesia menjadi lebih maju.
Baca juga:   Ketua MPR: Sumpah Pemuda Masih Menjiwai untuk Membangun Bangsa&amp;nbsp;
 
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Sudah 91 tahun berlalu, tapi ikrar pemuda Indonesia dari seluruh Nusantara yang berkumpul pada 28 Oktober 1928 itu tetap menggema hari ini. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Saya mengajak para pemuda bergandengan tangan, menggerakkan Indonesia, sekarang dan akan datang. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Di tangan pemuda negara ini akan maju. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/5zMWRNNOEp&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/5zMWRNNOEp&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Joko Widodo (@jokowi) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/jokowi/status/1188632397144711169?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;October 28, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Baca juga:   Peristiwa 28 Oktober: Deklarasi Sumpah Pemuda Hingga Kemerdekaan Cekoslowakia&amp;nbsp;
 
Ia menjelaskan bahwa di tangan pemudalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bakal menjadi lebih baik ke depannya.
&quot;Saya mengajak para pemuda bergandengan tangan, menggerakkan Indonesia, sekarang dan akan datang. Di tangan pemuda negara ini akan maju,&quot; tegasnya.Sebagaimana diketahui, peristiwa Hari Sumpah Pemuda bermula pada 27 Oktober 1928 dengan digelarnya Kongres Pemuda II yang menghasilkan keputusan penting yakni Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda diikrarkan para pemuda yang menegaskan cita-cita tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia tepat pada 28 Oktober 1928 atau sehari setelah Kongres Pemuda II.
Baca juga:   Maknai Sumpah Pemuda, Anies: Tantangan Terbesar Merawat Persatuan&amp;nbsp;
 
Kongres Pemuda II dipimpin oleh Sugondo Joyopuspito dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Hari pertama kongres digelar di Gedung Katholikee Jongelingen Bond (Gedung Pemuda Katolik) dan hari kedua di Gedung Oost Java (sekarang di Medan Merdeka Utara Nomor 14).

Kongres Pemuda II yang kemudian dikenal dengan tujuan Sumpah Pemuda memiliki maksud melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda Indonesia, membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia, memperkuat kesadaran kebangsaan Indonesia, dan memperteguh persatuan Indonesia.
Baca juga:   Peringati Sumpah Pemuda, KPK: Mari Mulai Bersihkan Negeri Melebihi Batasan UU&amp;nbsp;
 
Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo turut memperingati 91 tahun Hari Sumpah Pemuda. Ia menyatakan momen bersatunya para pemuda Tanah Air pada 28 Oktober 1928 tersebut tetap menggema sampai hari ini.
&quot;Sudah 91 tahun berlalu, tapi ikrar pemuda Indonesia dari seluruh Nusantara yang berkumpul pada 28 Oktober 1928 itu tetap menggema hari ini,&quot; tulis Presiden Jokowi dalam akun media sosialnya @jokowi, sebagaimana dikutip Okezone, Senin (28/10/2019).
Dalam peringatan ini, Kepala Negara juga mengajak seluruh pemuda bergandengan tangan menggerakan bangsa Indonesia menjadi lebih maju.
Baca juga:   Ketua MPR: Sumpah Pemuda Masih Menjiwai untuk Membangun Bangsa&amp;nbsp;
 
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Sudah 91 tahun berlalu, tapi ikrar pemuda Indonesia dari seluruh Nusantara yang berkumpul pada 28 Oktober 1928 itu tetap menggema hari ini. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Saya mengajak para pemuda bergandengan tangan, menggerakkan Indonesia, sekarang dan akan datang. &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;Di tangan pemuda negara ini akan maju. &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/5zMWRNNOEp&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/5zMWRNNOEp&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; Joko Widodo (@jokowi) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/jokowi/status/1188632397144711169?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;October 28, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Baca juga:   Peristiwa 28 Oktober: Deklarasi Sumpah Pemuda Hingga Kemerdekaan Cekoslowakia&amp;nbsp;
 
Ia menjelaskan bahwa di tangan pemudalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bakal menjadi lebih baik ke depannya.
&quot;Saya mengajak para pemuda bergandengan tangan, menggerakkan Indonesia, sekarang dan akan datang. Di tangan pemuda negara ini akan maju,&quot; tegasnya.Sebagaimana diketahui, peristiwa Hari Sumpah Pemuda bermula pada 27 Oktober 1928 dengan digelarnya Kongres Pemuda II yang menghasilkan keputusan penting yakni Sumpah Pemuda. Sumpah pemuda diikrarkan para pemuda yang menegaskan cita-cita tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan bahasa Indonesia tepat pada 28 Oktober 1928 atau sehari setelah Kongres Pemuda II.
Baca juga:   Maknai Sumpah Pemuda, Anies: Tantangan Terbesar Merawat Persatuan&amp;nbsp;
 
Kongres Pemuda II dipimpin oleh Sugondo Joyopuspito dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Hari pertama kongres digelar di Gedung Katholikee Jongelingen Bond (Gedung Pemuda Katolik) dan hari kedua di Gedung Oost Java (sekarang di Medan Merdeka Utara Nomor 14).

Kongres Pemuda II yang kemudian dikenal dengan tujuan Sumpah Pemuda memiliki maksud melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda Indonesia, membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia, memperkuat kesadaran kebangsaan Indonesia, dan memperteguh persatuan Indonesia.
Baca juga:   Peringati Sumpah Pemuda, KPK: Mari Mulai Bersihkan Negeri Melebihi Batasan UU&amp;nbsp;
 
Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
